Kenali Lebih Dalam Tentang Mastoiditis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Lebih Dalam Tentang Mastoiditis

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar masalah pada telinga bernama mastoiditis? Bagi yang masih asing dengan penyakit ini, rasanya perlu harap-harap cemas. Sebab dalam beberapa kasus mastoiditis bisa berakibat fatal, lho

Mastoiditis sendiri merupakan infeksi pada tonjolan tulang di belakang telinga yang dikenal dengan istilah tulang mastoid. Tulang mastoid merupakan tulang di belakang telinga. Di dalamnya terdapat rongga seperti sarang lebah yang berisikan udara. 

Jangan main-main dengan mastoiditis, sebab penyakit ini bisa menghancurkan tulang dan menyebabkan gangguan pendengaran. Tuh, bikin resah kan? 

Lalu, apa sih penyebab utama mastoiditis?

Baca juga: Inilah 5 Fakta Tentang Infeksi Telinga Tengah

Penyebab dan Faktor Risiko Mastoiditis 

Pada dasarnya mastoiditis ini bisa menyerang siapa saja. Namun, kebanyakan kasus mastoiditis lebih sering terjadi pada bayi berusia 6–13 bulan, atau mereka yang memiliki sistem imun yang lemah. Lantas, kondisi seperti apa yang bisa menyebabkan terjadinya mastoiditis?

Kembali pada penjelasan di atas, mastoiditis ini merupakan peradangan telinga tengah yang terjadi secara kronis. Karena telinga terhubung dengan nasofaring melalui tuba Eustachius, maka penyebab peradangan ini umumnya disebabkan oleh organisme saluran napas. Contohnya, Staphylococcus, Haemophilus, Pseudomonas, Proteus, Aspergillus, Streptococcus, dan lain-lain. 

Selain hal di atas, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya mastoiditis. Misalnya, mengalami otitis atau peradangan telinga yang tak segera diobati dengan tepat sampai tuntas.

Di samping itu, hal-hal yang bisa memicu otitis media supuratif kronis juga perlu diwaspadai. Contohnya, kurangnya kurangnya menjaga kebersihan telinga saat mandi atau berenang. Kondisi ini bisa menyebabkan air yang tidak steril masuk ke dalam telinga. Selain itu, ada pula beberapa faktor risiko lainnya seperti:

  • Gangguan fungsi tuba Eustachius;

  • Perforasi gendang telinga yang menetap;

  • Sistem imun yang kurang baik; dan

  • Terjadinya perubahan yang menetap pada telinga tengah, seperti perubahan jaringan (metaplasia).

Kira-kira apa jadinya bila mastoiditis dibiarkan berlarut-larut?

Baca juga: Nyeri di Telinga, Bisa Jadi Otitis Media

Dari Vertigo hingga Peradangan Selaput Otak

Ketika seseorang terserang mastoiditis, biasanya ia akan mengalami gejala berupa pembengkakan daun telinga, dan kemerahan serta rasa nyeri pada belakang telinga. Selain itu, mastoiditis juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari telinga, demam, hingga sakit kepala. 

Sekali lagi, jangan menganggap remeh penyakit yang satu ini. Sebab, mastoiditis ini bisa menimbulkan benjolan di belakang telinga yang disertai nanah, demam, radang, dan keluarnya cairan dalam telinga. Oleh karena itu, segeralah temui dokter bila merasakan adanya kejanggalan pada telinga. Gampang kok caranya, kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Mastoiditis ini sebenarnya bisa diobati dengan antibiotik, obat tetes telinga, dan pembersihan telinga rutin oleh dokter. Akan tetapi, bila prosedur pengobatan tak berhasil, maka kemungkinan membutuhkan tindakan operasi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Mau tahu komplikasi apa saja yang bisa terjadi? Mulai dari nyeri kepala, lumpuhnya saraf wajah, rasa pusing berputar (vertigo), dan kehilangan pendengaran. Dalam beberapa kasus, mastoiditis juga bisa berujung pada  peradangan pada selaput otak dan/atau jaringan otak, dan perubahan penglihatan. Sangat berbahaya, bukan? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!