• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berikut Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Berikut Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Keluarnya lendir atau cairan dari dalam vagina merupakan kondisi yang dikenal dengan keputihan. Kondisi tersebut merupakan cara alami tubuh guna menjaga kebersihan dan kelembapan organ reproduksi wanita, dengan membawa sel mati dan bakteri keluar tubuh, sehingga vagina terlindung dari infeksi berbahaya. Keputihan normal terjadi pada wanita usia subur, yaitu 15-49 tahun karena adanya perubahan hormon. Saat memasuki masa menopause, keputihan akan berkurang.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Gejala Kanker Serviks Ini

Untuk itu, ketika kamu mengalaminya, jangan langsung panik, ya! Karena tidak semua keputihan itu berbahaya. Jenis keputihan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu keputihan normal dan abnormal. Keputihan normal biasanya terjadi setiap bulan, yaitu sebelum atau sesudah menstruasi dan ketika masa subur. Sedangkan keputihan abnormal akan ditandai dengan perubahan warna, tekstur, dan bau. 

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Jenis keputihan normal akan ditandai dengan tekstur yang bening dan tidak berbau. Sedangkan keputihan abnormal, biasanya terjadi karena adanya infeksi jamur, virus, dan parasit. Berikut jenis keputihan yang dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensinya.

  • Keputihan akibat infeksi jamur akan ditandai dengan cairan tebal berwarna putih. Keputihan bisa disertai dengan rasa gatal atau bengkak di sekitar vulva.
  • Keputihan akibat bakteri vaginosis akan ditandai dengan warna putih, kuning, atau abu-abu, serta bau amis yang menyengat. Keputihan bisa disertai dengan rasa gatal dan bengkak.
  • Keputihan akibat infeksi trikomoniasis akan ditandai dengan warna kuning atau hijau, dengan tekstur kental, tebal, atau disertai bau busuk yang tidak normal. Infeksi trikomoniasis sendiri dapat menyebar melalui hubungan intim.
  • Keputihan akibat kanker serviks akan ditandai dengan warna coklat dengan sedikit bercak darah. Segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika gejala ditambah dengan nyeri panggul atau pendarahan abnormal pada vagina.
  • Keputihan akibat penyakit gonore akan ditandai dengan warna kuning, serta disertai dengan nyeri panggul. 

Baca juga: Ketahui 6 Tanda Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan abnormal atau normal, keduanya dapat terjadi karena adanya faktor pemicu yang memengaruhi. Beberapa di antaranya adalah faktor makanan, tidak menjaga kebersihan vagina dengan baik, siklus menstruasi, konsumsi obat tertentu, konsumsi pil kontrasepsi, pemakaian pembalut atau pantyliner, menyusui, sedang hamil, kegiatan yang berlebihan, atau mengalami stres parah. 

Langkah Mencegah Keputihan

Keputihan abnormal perlu dicegah, karena merupakan ciri dari adanya infeksi dari dalam organ kewanitaan. Berikut beberapa langkah mencegah terjadinya keputihan abnormal pada wanita:

  • Bersihkan vagina dengan sabun khusus dan air hangat setelah buang air kecil atau besar, kemudian keringkan.
  • Jangan membersihkan vagina dengan semprotan air, karena akan menghilangkan bakteri baik dalam vagina.
  • Jangan menggunakan celana dalam yang ketat dengan bahan yang tidak menyerap keringat.
  • Jangan menggunakan produk kewanitaan dengan kandungan detergen atau parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan pH dalam vagina.
  • Ganti pembalut 3-5 jam sekali.
  • Jangan berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual.

Baca juga: Nyeri Haid Bisa Diatasi dengan Pijatan, Benarkah?

Selain beberapa langkah tersebut, jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan vagina secara rutin. Pemeriksaan disarankan bagi mereka yang telah aktif melakukan hubungan intim guna menghindari penyakit seksual menular yang berbahaya. Jaga selalu kesehatan organ intimmu dengan beberapa langkah tersebut, ya!

 

Referensi:

HHS.gov. Diakses pada 2020. Vaginal Discharge.

Familydoctor.org. Diakses pada 2020. Vaginal Discharge.

Medical News Today. Diakses pada 2020. What Do Different Types of Vaginal Discharge Mean?