Kenali Penanganan Pneumonia pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenali Penanganan Pneumonia pada Anak

Halodoc, Jakarta - Paru-paru manusia berfungsi sebagai sistem pernapasan dan berhubungan dengan sistem peredaran darah. Organ tersebut termasuk salah satu organ vital untuk kehidupan. Maka dari itu, menjaganya tetap sehat adalah hal yang harus dilakukan. Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah pneumonia.

Gangguan pneumonia dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius dan dalam tahap parah dapat mengancam nyawa. Pneumonia dapat terjadi pada semua orang tanpa terkecuali anak-anak. Maka dari itu, penanganan pneumonia pada anak sangat penting untuk dilakukan. Berikut adalah cara untuk menanganinya.

Baca juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Penanganan Pneumonia pada Anak yang Dapat Dilakukan

Pneumonia adalah infeksi pernapasan akut yang menyerang organ paru-paru. Paru-paru tiap orang terdiri dari kantung-kantung kecil atau disebut dengan alveoli. Bagian ini akan terisi udara ketika seseorang bernapas. Seseorang yang mengidap pneumonia, alveoli-nya akan dipenuhi cairan yang menyebabkan sakit saat bernapas dan oksigen yang masuk ke tubuh sedikit.

Pneumonia dapat menyerang semua orang yang sehat, termasuk juga anak-anak. Walau begitu, risiko yang paling besar terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, bayi, seseorang dengan masalah pada paru-paru, dan pengidap gangguan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pada kebanyakan kasus, pneumonia yang disebabkan oleh virus tidak membutuhkan antibiotik. Namun, gangguan yang disebabkan oleh bakteri akan diobati dengan antibiotik yang diminum di rumah. Tipe antibiotik yang diberikan tergantung dari tipe bakteri yang menyebabkan gangguan tersebut.

Anak-anak yang terserang gangguan ini mungkin perlu perawatan dari rumah sakit jika menyebabkan demam tinggi secara terus-menerus. Selain itu, gangguan ini juga dapat menyebabkan masalah pernapasan. Berikut adalah komplikasi lainnya yang dapat terjadi:

  • Membutuhkan terapi oksigen.

  • Mengalami infeksi paru-paru yang telah menyebar ke aliran darah.

  • Mengalami penyakit kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

  • Muntah yang sangat banyak sehingga tidak dapat minum obat melalui mulut.

  • Mengalami batuk rejan.

Perawatan rumah sakit yang dapat dilakukan adalah antibiotik intravena (IV) yang diberikan melalui jarum ke vena anak ibu. Selain itu, terapi pernapasan juga mungkin dilakukan. Pada kasus yang lebih parah, mungkin pengidapnya akan mendapat perawatan di ICU.

Selain itu, perawatan rumahan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala yang timbul. Berikut adalah hal yang dapat dilakukan:

  • Perbanyak istirahat.

  • Memberikan lebih banyak cairan tiap saat.

  • Gunakan pelembap udara di kamar anak ibu.

  • Memberikan acetaminophen untuk mengatasi demam dan ketidaknyamanan.

  • Memberikan obat batuk.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu kamu. Beberapa fitur dari Halodoc dapat kamu gunakan untuk menjaga kesehatan kamu. Download aplikasinya ke smartphone kamu demi kemudahan dalam menjaga kesehatan.

Baca juga: 7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

Pencegahan Pneumonia pada Anak

Pneumonia dapat dicegah dengan vaksin yang dapat menyebabkan 13 jenis dari penyakit tersebut. Dokter akan menyarankan agar Si Kecil untuk mendapatkan vaksin tertentu saat anak berusia 2 bulan. Vaksin lain juga dapat tersedia untuk anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun dengan risiko yang lebih tinggi.

Sebagai orangtua, kamu harus memastikan agar anak selalu mendapatkan semua vaksin penyakit. Selain itu, pastikan juga anak ibu mendapatkan vaksin flu tahunan. Hal tersebut karena pneumonia dapat terjadi setelah anak ibu mengalami batuk rejan dan flu.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Pneumonia Bisa Terkena Empiema

Kamu juga dapat mencegah pneumonia menyerang anak ibu dengan cara selalu menjaga kebersihan. Ajari anak ibu untuk menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin sejak dini. Juga, pastikan anak selalu mencuci tangan setelah berkegiatan di luar rumah.

Referensi:
Medical News Today (Diakses pada 2019): What you should know about pneumonia
Stanford Childrens (Diakses pada 2019): Pneumonia in Children
Kids Health (Diakses pada 2019): Pneumonia