• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Penanganan Pneumonia pada Anak

Kenali Penanganan Pneumonia pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Penanganan Pneumonia pada Anak

Halodoc, Jakarta - Paru-paru manusia berfungsi sebagai sistem pernapasan dan berhubungan dengan sistem peredaran darah. Organ tersebut termasuk salah satu organ vital untuk kehidupan. Maka dari itu, menjaganya tetap sehat adalah hal yang harus dilakukan. Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah pneumonia.

Gangguan pneumonia dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius dan dalam tahap parah dapat mengancam nyawa. semua orang dapat mengidap penyakit ini tanpa terkecuali anak-anak. Maka dari itu, penanganan pneumonia pada anak sangat penting untuk dilakukan. Untuk mengetahui penanganan yang tepat, baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Penanganan Pneumonia pada Anak yang Dapat Dilakukan

Pneumonia adalah infeksi pernapasan akut yang menyerang organ paru-paru. Paru-paru tiap orang terdiri dari kantung-kantung kecil atau disebut dengan alveoli. Bagian ini akan terisi udara ketika seseorang bernapas. Seseorang yang mengidap pneumonia, alveoli-nya akan dipenuhi cairan yang menyebabkan sakit saat bernapas dan oksigen yang masuk ke tubuh sedikit.

Pneumonia memang termasuk salah satu penyakit yang rentan pada anak-anak. Walau begitu, risiko yang paling besar terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, bayi, seseorang dengan masalah pada paru-paru, dan pengidap gangguan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pada kebanyakan kasus, pneumonia yang disebabkan oleh virus tidak membutuhkan antibiotik. Namun, gangguan yang disebabkan oleh bakteri akan diobati dengan antibiotik yang diminum di rumah. Tipe antibiotik yang diberikan tergantung dari tipe bakteri yang menyebabkan gangguan tersebut.

Anak-anak yang terserang gangguan ini mungkin perlu perawatan dari rumah sakit jika menyebabkan demam tinggi secara terus-menerus. Selama berada di rumah sakit, beberapa perawatan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Pemberian antibiotik melalui intravena (IV) atau melalui mulut (oral) untuk mengatasi infeksi akibat bakteri.
  • Pemberian cairan IV jika anak tidak dapat minum dengan baik selama sakit.
  • Dilakukan terapi oksigen.
  • Penyedotan pada hidung dan mulut anak untuk mengeluarkan lendir yang kental.
  • Penanganan masalah pernapasan lain tergantung situasi yang ada, seperti terapi.

Pada kasus yang lebih parah, mungkin pengidapnya akan mendapat perawatan di ICU. Selain itu, perawatan rumahan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala yang timbul. Berikut ini hal yang dapat dilakukan:

  • Perbanyak istirahat.
  • Memberikan lebih banyak cairan tiap saat.
  • Gunakan pelembap udara di kamar anak ibu.
  • Memberikan acetaminophen untuk mengatasi demam dan ketidaknyamanan.
  • Memberikan obat batuk.

Pneumonia pada anak juga dapat menyebabkan masalah pernapasan. Berikut ini komplikasi lainnya yang dapat terjadi:

  • Mengalami infeksi paru-paru yang telah menyebar ke aliran darah.
  • Mengalami penyakit kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Muntah yang sangat banyak sehingga tidak dapat minum obat melalui mulut.
  • Mengalami batuk rejan.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu kamu. Beberapa fitur dari Halodoc dapat kamu gunakan untuk menjaga kesehatan kamu. Download aplikasinya ke smartphone kamu demi kemudahan dalam menjaga kesehatan keluarga!

Baca juga: 7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

Pencegahan Pneumonia pada Anak

Pneumonia dapat dicegah dengan vaksin yang dapat menyebabkan 13 jenis penyebab dari penyakit tersebut. Dokter akan menyarankan agar Si Kecil untuk mendapatkan vaksin tertentu saat anak berusia 2 bulan. Vaksin lain juga dapat tersedia untuk anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun dengan risiko yang lebih tinggi.

Sebagai orangtua, kamu harus memastikan agar anak selalu mendapatkan semua vaksin penyakit. Selain itu, pastikan juga anak ibu mendapatkan vaksin flu tahunan. Hal tersebut karena pneumonia dapat terjadi setelah anak ibu mengalami batuk rejan dan flu.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Pneumonia Bisa Terkena Empiema

Selain vaksin, ibu juga dapat mencegah pneumonia menyerang anak ibu dengan cara selalu menjaga kebersihan. Ajari anak untuk menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin sejak dini guna melindungi orang lain dari penyakit yang mungkin menyebar. Juga, pastikan anak selalu mencuci tangan setelah berkegiatan di luar rumah.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What you should know about pneumonia.
Stanford Children's. Diakses pada 2021. Pneumonia in Children.
Kids Health. Diakses pada 2021. Pneumonia.
Cedars Sinai. Diakses pada 2021. Pneumonia in Children.