Kenali Penyebab Timbulnya Pheochromocytoma

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kenali-penyebab-timbulnya-pheochromocytoma-halodoc

Halodoc, Jakarta – Nama penyakit pheochromocytoma mungkin masih terdengar asing di telinga kamu. Wajar saja, karena penyakit berupa tumor jinak ini memang merupakan penyakit genetik langka yang hanya terjadi pada 2 sampai 8 orang pada setiap lebih dari 1 juta orang setiap tahun. Namun, bila sampai terjadi, pheochromocytoma berpotensi merusak berbagai macam organ di dalam tubuh. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab timbulnya pheochromocytoma? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Apa Itu Pheochromocytoma?

Pheochromocytoma adalah tumor jinak yang muncul di bagian tengah kelenjar adrenal. Tumor ini menyebabkan pengidapnya mengalami tekanan darah tinggi dengan cara mengganggu kerja hormon.

Sebagian besar pheochromocytoma memang merupakan tumor jinak, hanya sekitar 10 persen yang bersifat ganas. Walaupun jinak, pheochromocytoma sebaiknya tetap tidak disepelekan. Sebab, pheochromocytoma yang tidak ditangani dengan tepat bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi berkelanjutan yang berpotensi merusak organ otak, jantung, paru-paru, dan ginjal.

Baca juga: 5 Jenis Tumor Tulang Jinak yang Perlu Diketahui

Ketahui Penyebabnya

Sampai saat ini, para peneliti belum tahu apa yang menjadi penyebab pheochromocytoma. Namun tumor jinak ini berkembang di sel kromafin, yaitu sel yang berada di tengah kelenjar adrenal, baik pada satu atau kedua kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal.

Kehadiran pheochromocytoma ini mengganggu kerja sel kromafin, yang bertugas menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin. Pheochromocytoma melepaskan hormon-hormon adrenalin dan noradrenalin secara tidak teratur dan berlebihan. Akibatnya, hormon-hormon tersebut akan memicu tekanan darah tinggi, detak jantung meningkat, dan dorongan pada sistem tubuh lain yang memungkinkan kamu untuk bereaksi dengan cepat.

Walaupun sangat jarang terjadi, pheochromocytoma juga bisa muncul di luar kelenjar adrenal, misalnya di area perut (paragangnlioma). Berikut ini kelainan genetik yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap pheochromocytoma:

  • Penyakit von Hippel-Lindau;

  • Sindrom paraganglioma;

  • Neurofibromatosis tipe 1; dan

  • Multiple endocrine neoplasia type 2 (MEN2).

Selain itu, ada juga berbagai faktor yang bisa memicu timbulnya gejala pada pengidap pheochromocytoma, antara lain:

  • Mengalami stres atau cemas;

  • Kelelahan;

  • Persalinan;

  • Perubahan posisi tubuh;

  • Menjalani tindakan operasi yang menggunakan obat bius;

  • Penyalahgunaan NAPZA, seperti kokain dan amfetamin; dan

  • Mengonsumsi makanan yang tinggi tyramine (zat yang bisa mengubah tekanan darah), seperti makanan yang diawetkan, difermentasi, diasamkan, dimasak terlalu matang, seperti keju, bir, coklat, daging asap, dan wine.

Gejala Pheochromocytoma yang Mesti Diwaspadai

Pheochromocytoma seringkali tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, saat tumor jinak tersebut menyebabkan peningkatan produksi hormon-hormon di kelenjar adrenal, barulah timbul gejala yang bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Gejala-gejala pheochromocytoma, antara lain:

Baca juga: Begini Cara Mendeteksi Tumor Ganas dan Tumor Jinak

Selain itu, pheochromocytoma juga bisa disertai oleh gejala-gejala berikut:

  • Mual dan muntah;

  • Pucat;

  • Sembelit;

  • Merasa cemas;

  • Penurunan berat badan;

  • Sulit tidur;

  • Nyeri pada perut atau dada;

  • Sesak napas; dan

  • Kejang.

Perlu diketahui, semakin besar ukuran tumor, gejala pheochromocytoma yang muncul akan semakin berat dan semakin sering.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah gejala utama yang biasanya ditemukan pada pengidap pheochromocytoma. Karena itu, temuilah dokter bila kamu memiliki tekanan darah tinggi, apalagi bila kondisi tersebut terjadi di usia muda. 

Sayangnya, pheochromocytoma sulit dicegah karena penyebabnya belum diketahui secara pasti. Jadi, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi pheochromocytoma adalah dengan memeriksakan diri ke dokter bila kamu merasakan gejala-gejala penyakit ini, apalagi bila kamu berisiko mengidap pheochromocytoma.

Baca juga: 3 Komplikasi yang Disebabkan oleh Tumor Wilms

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc bila mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai gejala pheochromocytoma. Kamu bisa membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami dan minta saran kesehatan dari dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pheochromocytoma.
WebMD. Diakses pada 2019. Pheochromocytoma: The rare but dangerous tumor that raises blood pressure.