• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Benjolan Di Payudara Bisa Tandai 6 Penyakit Ini

Hati-Hati, Benjolan Di Payudara Bisa Tandai 6 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Mendengar kata “benjolan payudara” saja sudah bikin resah, apalagi bila mengalaminya? Tentunya, bikin khawatir, ya! Benjolan payudara sering dikaitkan dengan kanker payudara. Padahal, faktanya tidak demikian. Timbulnya benjolan payudara bisa disebabkan sederet faktor.

Tidak semua benjolan payudara bersifat kanker, namun sebaiknya jangan diremehkan kondisi ini. Ada beberapa penyakit yang bisa ditandai dengan timbulnya benjolan payudara. Berikut ini penyebab yang menimbulkan benjolan di payudara.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

1. Fibroadenoma

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah jenis tumor jinak di payudara yang paling sering terjadi. Benjolan payudara ini biasanya tidak menyebabkan rasa nyeri. Bentuk FAM bulat dengan batas tegas dan memiliki konsistensi kenyal dengan permukaan yang halus. Selain itu, ukuran benjolan ini bisa membesar pada masa kehamilan.

Benjolan payudara FAM sering dialami wanita berusia 20—30 tahun. Umumnya, gejala FAM adalah benjolan payudara yang akan terasa padat saat diraba. Benjolan payudara karena FAM biasanya enggak menimbulkan rasa sakit, dan bisa bergerak ketika disentuh.

Bagaimana dengan ukurannya? Ukuran FAM bisa berbeda satu sama lain, bahkan bisa membesar atau menyusut sendirinya. Meski begitu, secara umum benjolan ini biasanya berukuran kecil, kira-kira sekitar 1-2 cm.

  1. Lipoma

Benjolan payudara juga bisa disebabkan oleh lipoma. Masih asing dengan lipoma? Lipoma merupakan benjolan lemak yang tumbuh di bawah kulit secara perlahan. Benjolan ini bisa tumbuh di berbagai anggota tubuh, mulai dari kanker, bahu, punggung, perut, hingga payudara.

Lipoma merupakan tumor jinak yang tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus lipoma bisa membesar dan cukup mengganggu. Sayangnya, hingga kini penyebab lipoma belum diketahui. Namun, ada dugaan benjolan lemak ini cenderung terjadi pada seseorang dari keluarga yang memiliki riwayat lipoma. Masalah medis ini umumnya diidap oleh orang dengan usia 40-60 tahun.

Baca juga: Payudara Besar Sebelah Normal atau Masalah?

3. Kista Payudara

Selain dua hal di atas, benjolan payudara yang muncul pada salah satu atau kedua payudara juga bisa menjadi tanda adanya kista sederhana. Umumnya, benjolan yang muncul tidak menimbulkan gejala lain. Kista di payudara merupakan benjolan berisi cairan pada salah satu atau kedua payudara yang memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Kista payudara bisa dialami oleh wanita pada usia berapapun, tapi paling sering ditemui pada awal usia 40 tahun. Untungnya, kista yang muncul di dalam payudara ini umumnya bersifat jikak, karena tidak mengandung sel kanker. Meski begitu kista ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman.

4. Perubahan Fibrokistik

Benjolan payudara juga bisa muncul karena perubahan fibrokistik/fibroadenosis. Kondisi ini menyebabkan perubahan pada payudara akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan. Perubahan fibrokistik menjadi penyebab umum tumor jinak pada wanita usia 35—50 tahun. Benjolan yang muncul karena kondisi ini biasanya terdapat pada salah satu atau kedua payudara yang bertambah besar sebelum masa menstruasi.

  1. Mastitis

Ada pula mastitis yang bisa menimbulkan benjolan payudara. Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara. Pada beberapa kasus, mastitis bisa disertai infeksi. Mastitis dapat menimbulkan abses pada jaringan payudara. Umumnya kondisi ini dialami oleh ibu menyusui, terutama pada 12 minggu pertama setelah melahirkan.

  1. Kanker payudara

Tidak semua benjolan payudara bersifat kanker, tapi sebaiknya perlu dianggap serius sampai benar-benar dinyatakan bukan kanker. Meski begitu, benjolan payudara juga bisa menjadi suatu tanda kanker payudara.

Awas, jangan main-main dengan penyakit ini. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Sel-sel abnormal ini dapat menyebar ke anggota tubuh lain pada stadium yang lebih parah.

Baca juga: Benjolan di Payudara Tak Melulu Berarti Kanker

Kenali Benjolan Payudara Abnormal

Wanita yang memiliki benjolan payudara bisa merasakan beragam gejala. Benjolan payudara bisa bervariasi dalam ukuran dan teksturnya. Nah, segeralah temui dokter bila benjolan payudara menyebabkan:

  • Disertai demam;

  • Payudara membengkak dan teraba keras;

  • Perubahan bentuk pada kedua payudara;

  • Puting mengeluarkan cairan yang dapat terlihat bening atau keruh;

  • Puting terasa gatal atau sensitif.

Selain itu, perhatikan gejala-gejala di bawah ini, sebab mungkin saja benjolan payudara mengarah pada keganasan. Berikut penjelasannya menurut National Cancer Institute - Breast Changes and Conditions.

  • Benjolan makin membesar;

  • Benjolan teraba padat dan tidak bergeser jika digerakkan;

  • Timbul benjolan baru;

  • Benjolan tidak hilang setelah menstruasi, atau lebih dari 4 atau 6 minggu;

  • Timbul benjolan di ketiak;

  • Kulit payudara memerah, mengeras, atau mengkerut seperti kulit jeruk;

  • Payudara memar tanpa sebab yang jelas;

  • Puting masuk ke dalam atau posisinya tidak normal;

  • Puting mengeluarkan darah.

Kesimpulannya, benjolan di payudara tidak selalu disebabkan oleh kanker. Namun, jangan pula menganggap enteng kondisi ini. Benjolan payudara bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan menandai penyakit tertentu.

Referensi:
NIH. Diakses pada 2019. National Cancer Institute. Breast Changes and Conditions.
Mayo Clinic (2018). Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Fibroadenoma.
Healthline (2016). Diakses pada 2019. Mastitis.