26 October 2018

Kenali Perbedaan Benjolan di Payudara

Kenali Perbedaan Benjolan di Payudara

Halodoc, Jakarta – Munculnya benjolan di sekitar payudara bisa membuat wanita merasa cemas dan khawatir. Pasalnya, benjolan di bagian tubuh tersebut sering dikaitkan dengan kanker payudara. Namun jangan khawatir, benjolan yang muncul di seputar payudara tidak melulu menandakan kanker!

Umumnya, benjolan yang ada di sekitar payudara memiliki beberapa karakter. Mulai dari benjolan padat yang tidak bergerak, benjolan sebesar anggur berisi cairan lembut dan dapat bergerak, hingga benjolan kecil seperti kacang polong. Dalam beberapa kasus, benjolan yang muncul merupakan tumor “jinak” payudara alias nonkanker dan umumnya tidak berbahaya.

Benjolan yang muncul karena tumor jinak terjadi karena sel-sel payudara berkembang secara tidak normal dan terjadi dengan cepat. Meski diidentikkan dengan tumor ganas atau kanker payudara, tapi  benjolan yang muncul juga bisa disebabkan oleh:

1. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah jenis tumor jinak di payudara yang paling sering terjadi. Benjolan ini biasanya tidak menyebabkan rasa nyeri. Jika diraba, benjolan karena fibroadenoma biasanya terasa bulat, padat, kenyal, dan dapat bergeser alias berpindah tempat.

Tumor jinak ini terjadi karena tubuh membentuk jaringan kelenjar susu secara berlebihan. Kondisi ini paling sering dialami wanita berusia 20—30 tahun. Fibroadenoma bisa ditangani dengan prosedur operasi jika dibutuhkan. Namun, umumnya benjolan dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun terkadang, benjolan ini juga bisa menetap dan membesar pada kondisi tertentu, misalnya saat hamil.

2. Kista

Benjolan yang muncul pada salah satu atau kedua payudara juga bisa menjadi tanda adanya kista sederhana. Umumnya, benjolan yang muncul tidak menimbulkan gejala lain. Kista di payudara merupakan benjolan berisi cairan pada salah satu atau kedua payudara yang memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Kista payudara bisa dialami oleh wanita pada usia berapapun, tapi paling sering ditemui pada awal usia 40 tahun. Penyebab munculnya benjolan diduga berkaitan dengan kondisi hormon dalam tubuh. Untuk mengatasi benjolan kista, tidak dibutuhkan prosedur operasi. Kondisi ini bisa ditangani dengan prosedur aspirasi jarum halus untuk mengeluarkan cairan. Jika benjolan terjadi karena kista, maka ia akan menyusut setelah penyedotan cairan.

3. Perubahan Fibrokistik

Benjolan yang muncul pada payudara juga bisa muncul karena perubahan fibrokistik/fibroadenosis. Kondisi ini menyebabkan perubahan pada payudara akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan. Perubahan fibrokistik menjadi penyebab umum tumor jinak pada wanita usia 35—50 tahun. Benjolan yang muncul karena kondisi ini biasanya terdapat pada salah satu atau kedua payudara yang bertambah besar sebelum masa menstruasi.

4. Kanker Payudara

Kanker payudara terjadi karena terbentuknya sel kanker pada jaringan payudara. Sel-sel pada payudara terbentuk dan tumbuh secara tidak normal, bahkan tidak terkendali. Sel tersebut kemudian membentuk tumor dan terasa seperti benjolan.

Kanker bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu alias lobules atau di saluran yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Ada kemungkinan kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara. Meski umumnya ditemui pada wanita, tapi kanker payudara juga bisa menyerang pria.

Cari tahu lebih lanjut mengenai benjolan pada payudara, penyebab, dan ciri-cirinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: