Kenali Scabies, Penyakit Kulit Akibat Kutu Hewan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Scabies

Halodoc, Jakarta - Scabies, atau yang lebih akrab disapa dengan kudis merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh masuknya tungau kecil ke dalam lapisan kulit luar. Tungau ini bernama Sarcoptes scabiei, mempunyai ukuran yang sangat kecil dan dapat bersarang pada lapisan kulit manusia ini akan menggali terowongan dan bertelur di dalam kulit, sehingga pengidap kudis akan merasakan gatal pada kulitnya.

Baca juga: 4 Gejala Scabies yang Perlu Diwaspadai

Scabies dapat menular dari manusia ke manusia atau dari hewan ke manusia. Tungau dapat disebarkan melalui sentuhan langsung dengan pengidap, atau secara tidak langsung melalui baju, handuk, bantal, air, atau barang-barang pribadi lainnya yang telah terkontaminasi. Agar dapat mencegah terjadinya kondisi ini, ketahui lebih dalam tentang penyakit scabies berikut ini.

Scabies dapat Ditularkan Melalui Kutu Hewan, Benarkah?

Hewan seperti anjing dan kucing dapat mengidap scabies. Namun, tungau penyebab scabies pada anjing dan kucing berbeda dengan manusia. Manusia bisa saja terkena tungau dari kedua hewan tersebut, tetapi tungau ini tidak dapat bereproduksi pada kulit manusia. Hal ini berarti, manusia tidak dapat tertular scabies yang berasal dari tungau hewan, karena tungau akan mati saat berada di kulit manusia.

Tungau yang berada di kulit manusia juga tidak akan menimbulkan gejala yang serius, karena umumnya gejala dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis tertentu. Beberapa orang yang rentan mengidap scabies, yaitu orang yang tinggal di dalam asrama, orang yang aktif berhubungan seksual, orang yang tinggal di penjara, serta orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk.

Baca juga: Bikin Gatal-Gatal, Begini Cara Obati Scabies

Hindari Scabies dengan Mengetahui Beberapa Hal yang Jadi Penyebabnya

Tungau Sarcoptes scabiei merupakan penyebab utama adanya scabies pada manusia. Tungau ini akan membuat kubang pada bagian bawah lapisan kulit untuk dijadikan sarang. Terowongan ini juga dijadikan tempat untuk bertahan hidup dengan menjadi benalu pada kulit manusia. Penularan scabies pada manusia dapat melalui dua cara, yaitu:

  1. Kontak langsung dengan pengidap melalui hubungan seksual, pelukan, atau berjabat tangan.

  2. Kontak tidak langsung dengan pengidap melalui pakaian, handuk, tempat tidur, bantal, dan peralatan lainnya yang telah terkontaminasi tungau.

Ketika kamu memiliki gejalanya, tidak ada salahnya jika mendiskusikan hal ini dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc guna mendapatkan penanganan yang tepat. Karena jika tidak, rasa gatal yang kamu rasakan akan sangat mengganggu aktivitasmu saat siang hari, dan mengganggu jam tidurmu saat malam hari.

Baca juga: Gatal karena Scabies? Ini Cara Pengobatannya

Bagaimana Cara Mencegah Penularan Scabies?

Penularan scabies terjadi ketika kamu terpapar tungau Sarcoptes scabiei, baik melalui kontak langsung maupun secara tidak langsung. Untuk itu, pencegahan paling ampuh dalam mencegah scabies adalah mencegah diri agar terhindar dari tungau tersebut. Dalam hal ini, langkah-langkah yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  • Membersihkan semua pakaian dan barang pribadi ketika mencurigai bahwa kamu telah terpapar tungau.

  • Bungkus dengan plastik barang-barang yang dicurigai telah terpapar, tungau pada barang tersebut akan mati dalam beberapa hari.

  • Jaga kebersihan rumah dan lingkungan rumah dengan baik.

Selain beberapa hal tersebut, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri dengan baik dengan rajin mandi dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik. Kebersihan diri yang terjaga dengan baik akan menghindari kamu dari penyakit yang disebabkan oleh kuman, virus, bakteri, dan parasit.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Scabies.
Verywell Health. Diakses pada 2019. Scabies.