09 October 2018

Kenapa Demam pada Anak bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Kenapa Demam pada Anak bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Halodoc, Jakarta – Demam adalah satu kondisi naiknya suhu tubuh seseorang hingga mencapai 38 derajat Celcius atau lebih. Naiknya suhu tubuh bisa diketahui dengan mengukurnya menggunakan alat bernama termometer. Pada anak, demam adalah satu kondisi yang cukup sering terjadi. Entah karena serangan bakteri maupun virus.

Penyebab demam pada anak juga bisa terjadi karena gigitan nyamuk yang memicu penyakit, yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini adalah penyebab demam berdarah dan demam chikungunya. Selain disebabkan oleh jenis nyamuk yang sama, gejala yang terjadi pada kedua jenis penyakit ini juga cenderung sama. Lantas, benarkah jenis penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan ke anak?

Setelah tergigit nyamuk yang membawa virus, gejala biasanya akan mulai muncul dan terasa pada hari kelima. Namun, terkadang gejala juga bisa mulai muncul pada hari kedua, sebab tergantung dari kondisi tubuh seseorang. Gejala awal dari kondisi ini adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba dan naiknya suhu tubuh mendadak merupakan salah satu gejala khas dari demam chikungunya.

Selain demam, pengidap penyakit ini juga sering mengalami nyeri sendi. Hal ini yang sering disalahartikan dengan kelumpuhan. Pasalnya, jika nyeri di sendi sangat parah maka anak mungkin akan kesulitan untuk menggerakkan tubuh di mana kondisi ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Nyeri sendi merupakan gejala utama dari demam chikungunya dan biasanya akan muncul segera setelah demam.

Selain itu, demam chikungunya juga bisa memicu nyeri pada otot, menggigil karena kedinginan, sakit kepala yang tak tertahankan, ruam atau bintik merah di sekujur tubuh, dan rasa lelah yang terasa sangat menyiksa. Selain itu, penyakit ini juga sering disertai dengan gejala mual dan muntah pada sebagian besar orang.

Dalam beberapa kasus, gangguan dan nyeri di sendi bisa tetap terasa hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Penyakit ini juga bisa menimbulkan komplikasi, tetapi sangat jarang terjadi, salah satunya adalah gangguan pada saraf.

Penyebab Kelumpuhan pada Anak

Ada satu penyakit yang sering menyerang anak-anak dan bisa menyebabkan kelumpuhan, yaitu polio (poliomyelitis). Penyakit yang bisa menular dari satu manusia ke manusia lainnya ini disebabkan oleh virus bernama poliovirus. Berita buruknya, virus tersebut dapat menyerang otak dan saraf tulang belakang sehingga menyebabkan kelumpuhan, gangguan pernapasan, bahkan kematian.

Virus penyebab penyakit ini hidup di tenggorokan dan usus orang yang sudah terinfeksi, lalu masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan hidung. Penyebarannya terjadi melalui feses atau kotoran orang yang sudah terinfeksi. Artinya, seseorang berisiko mengalami penyakit ini jika melakukan kontak, ataupun mengonsumsi/memasukkan sesuatu yang sudah terkontaminasi feses pengidap polio ke dalam mulut.

Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini adalah demam, sakit kepala, serta nyeri di bagian tenggorokan dan perut. Selain itu, gejala awal yang bisa ditemukan dari penyakit ini adalah selalu merasa lemas dan mudah kelelahan. Setelah beberapa waktu, pengidap polio akan mulai menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke kelumpuhan otot, kehilangan refleks, nyeri atau lemah otot, serta anggota badan terkulai.

Cari tahu lebih lanjut mengenai penyakit polio dan demam pada anak dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan cara mengatasi demam dengan cara terbaik dari dokter terpercaya. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: