Kenapa Perempuan Sering Alami Gangguan Kepribadian Ambang?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenapa Perempuan Sering Alami Gangguan Kepribadian Ambang?

Halodoc, Jakarta – Perempuan disebut lebih rentan mengalami gangguan kepribadian, salah satunya gangguan kepribadian ambang alias borderline personality disorder (BPD). Gangguan kepribadian yang satu ini ditandai dengan suasana hati yang mudah berubah-ubah. Tak jarang, perubahan suasana hati tersebut juga berdampak pada citra diri yang senantiasa berubah-ubah pula. Mengapa kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan? 

Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kepribadian, bahkan hingga dua kali lipat lebih berisiko. Hal ini terjadi karena perempuan lebih rentan mengalami kejadian traumatis, misalnya pelecehan seksual. Perempuan juga cenderung sering menyalahkan diri sendiri saat mengalami peristiwa traumatis, sehingga mudah mengalami penyakit mental. Dalam kasus gangguan kepribadian ambang, perempuan usia remaja memiliki risiko paling tinggi. 

Baca juga: 5 Tanda Gangguan Kepribadian, Hati-Hati Terkena Salah Satunya

Mengenal Gangguan Kepribadian Ambang Batas dan Gejalanya

Gangguan kepribadian ambang batas menyebabkan pengidapnya cenderung memiliki perbedaan dalam cara berpikir, cara pandang, serta perasaan. Borderline personality disorder juga bisa menyebabkan pengidapnya bertindak secara impulsif. Kondisi ini tak jarang mengakibatkan timbulnya masalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalani hubungan dengan orang lain.

Meski lebih rentan menyerang perempuan, gangguan ini bisa terjadi pada siapa saja. Gejala gangguan kepribadian ambang batas kerap muncul pada masa remaja menjelang dewasa, dan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Gejala gangguan ini biasanya muncul dengan tanda-tanda yang ringan, tetapi seiring berjalannya waktu hal itu bisa menjadi lebih berat, bahkan menyiksa.  

Remaja perempuan yang mengidap penyakit ini sering menunjukkan gejala berupa perubahan mood alias suasana hati yang tidak stabil. Terkadang, mood yang tidak stabil bisa bertahan hingga beberapa jam atau dalam waktu yang cukup panjang. Perubahan mood mendadak sering membuat pengidap gangguan kepribadian ambang merasa hampa atau kosong serta kesulitan untuk mengendalikan amarah. 

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Selanjutnya, pengidap gangguan kepribadian juga akan menunjukkan gejala berupa perubahan persepsi dan gangguan pola pikir. Orang yang mengidap penyakit ini bisa tiba-tiba merasa dirinya sangat buruk, sehingga tidak pantas untuk hidup. Orang yang mengalami gangguan kepribadian ambang juga sering dipenuhi rasa takut diabaikan. sehingga memicu keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak wajar dan bersifat impulsif. 

Sayangnya, perilaku impulsif pengidap gangguan kepribadian ambang seringnya bisa membahayakan diri sendiri. Sebab, tindakan yang dilakukan bisa sangat ceroboh, tidak bertanggung jawab, bahkan bisa melukai diri sendiri. Masalah juga bisa muncul di tengah pertemanan dan pergaulan atau lingkungan sosial orang yang memiliki gangguan mental yang satu ini. Orang dengan BPD bisa menjalin hubungan yang intens, tetapi tidak stabil.

Gangguan kepribadian ambang bisa disebabkan oleh faktor genetik. Artinya, kondisi ini bisa diturunkan secara genetik. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian ambang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan yang sama. Selain itu, faktor lingkungan juga bisa menjadi salah satu pemicunya. Pada borderline personality disorder, faktor lingkungan yang negatif sering dicurigai sebagai pemicu remaja mengalami gangguan ini, misalnya, merasa tidak diterima di lingkungan pertemanan, pernah mengalami pelecehan atau penyiksaan semasa kecil, hingga pernah diabaikan atau dicampakkan oleh orang terdekat.

Baca juga: Karakter yang Bikin Dijauhi Banyak Orang

Punya faktor risiko dan gejala gangguan kepribadian? Jangan ragu untuk membicarakannya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan seputar kondisi mental atau gangguan kesehatan lain melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips dan informasi lengkap dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Womenshealth.gov. Diakses pada 2019. Borderline personality disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Personality Disorders.