
DAFTAR ISI
Apa Itu Acetylpromazine
Acetylpromazine, atau yang lebih dikenal luas dalam dunia medis sebagai acepromazine, adalah obat golongan fenotiazin yang berfungsi sebagai agen penenang (tranquilizer) dan antiemetik (anti-mual). Secara historis, turunan fenotiazin sempat diteliti untuk kegunaan pada manusia sebagai antipsikotik, namun saat ini acetylpromazine secara eksklusif digunakan dalam bidang kedokteran hewan. Obat ini bekerja dengan cara memblokir reseptor dopamin di otak, yang menghasilkan efek menenangkan, menurunkan aktivitas motorik spontan, dan menekan sistem pengaktif retikuler.
Pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kuda, acetylpromazine sangat umum diresepkan untuk mengelola kecemasan, mencegah mabuk perjalanan, serta sebagai bagian dari protokol premedikasi sebelum hewan menjalani anestesi umum atau operasi. Walaupun tergolong obat penenang, obat ini tidak memiliki efek analgesik atau pereda nyeri, sehingga hewan yang berada di bawah pengaruh obat ini masih bisa merasakan sakit.
Sebagai pemilik hewan, menjaga kesejahteraan fisik dan mental peliharaan adalah hal yang utama. Penggunaan obat keras seperti ini tidak boleh dilakukan sembarangan dan membutuhkan resep resmi. Apabila kamu membutuhkan kebutuhan medis, suplemen, atau ingin [beli obat](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) untuk perawatan hewan peliharaanmu sesuai anjuran medis, pastikan untuk mendapatkannya dari apotek resmi yang terjamin keasliannya guna menghindari efek samping yang berbahaya.
Penyebab Penggunaan Acetylpromazine
“Penyebab” dalam konteks acetylpromazine merujuk pada indikasi medis atau kondisi apa saja yang membuat dokter memutuskan untuk meresepkan obat ini. Beberapa penyebab atau alasan utama penggunaannya antara lain:
* **Kecemasan Akut (Anxiety):** Hewan yang mengalami fobia suara keras (seperti petir, kembang api, atau suara mesin) sering kali membutuhkan obat penenang untuk mencegah mereka menyakiti diri sendiri.
* **Mabuk Perjalanan (Motion Sickness):** Obat ini memiliki sifat antiemetik yang kuat, sehingga efektif mencegah mual dan muntah saat hewan bepergian jauh.
* **Prosedur Medis:** Digunakan untuk menenangkan hewan yang agresif atau terlalu stres saat pemeriksaan fisik, pemotongan kuku, atau perawatan gigi ringan.
* **Premedikasi Anestesi:** Diberikan sebelum operasi untuk menenangkan hewan, sehingga dosis obat bius utama yang lebih berisiko dapat dikurangi.
Faktor Risiko
Tidak semua hewan dapat menerima acetylpromazine dengan aman. Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seekor hewan sangat rentan terhadap efek samping parah dari obat ini:
* **Ras Tertentu:** Anjing ras Boxer sangat sensitif terhadap obat ini dan dapat mengalami pingsan (sinkop vasovagal) serta penurunan detak jantung yang berbahaya bahkan pada dosis rendah.
* **Mutasi Gen MDR1:** Ras anjing penggembala seperti Collie, Australian Shepherd, dan Shetland Sheepdog sering memiliki mutasi genetik MDR1 yang membuat obat menumpuk di otak, menyebabkan sedasi berlebihan.
* **Usia dan Kondisi Fisik:** Hewan yang terlalu muda (neonatus), hewan geriatri (tua), serta hewan yang sedang hamil memiliki metabolisme yang lebih lambat.
* **Penyakit Hati dan Ginjal:** Karena dimetabolisme di hati dan diekskresikan melalui ginjal, gangguan pada organ ini akan memperlama efek obat dalam tubuh.
Jenis
Obat acetylpromazine tersedia dalam beberapa bentuk sediaan untuk memudahkan pemberian dosis sesuai dengan spesies dan tingkat kepatuhan hewan:
* **Injeksi (Suntikan):** Biasanya tersedia dalam konsentrasi 10 mg/mL. Bentuk ini lebih sering digunakan oleh dokter di klinik untuk onset kerja yang cepat (intravena, intramuskular, atau subkutan).
* **Tablet Oral:** Tersedia dalam dosis 10 mg dan 25 mg. Sediaan ini biasa diresepkan untuk diberikan oleh pemilik hewan di rumah.
Tips Aman Memberikan Obat Penenang pada Hewan
- Berikan obat 45–60 menit sebelum kejadian pemicu stres (misalnya sebelum perjalanan dimulai).
- Jangan pernah menambah dosis sendiri meskipun hewan tampak belum tenang.
- Sediakan tempat yang hangat dan tenang setelah obat diberikan.
Gejala Efek Samping dan Overdosis
Jika terjadi sensitivitas berlebih atau overdosis acetylpromazine, hewan dapat menunjukkan berbagai gejala klinis yang mengkhawatirkan, antara lain:
* **Hipotensi Berat:** Penurunan tekanan darah secara drastis yang ditandai dengan gusi memucat, denyut nadi lemah, dan tubuh terasa dingin.
* **Sedasi Berkepanjangan:** Hewan tidak bisa bangun, tertidur sangat lelap hingga lebih dari 24 jam.
* **Ataksia:** Kehilangan keseimbangan yang parah, hewan sempoyongan dan tidak mampu berdiri tegak.
* **Prolaps Kelopak Mata Ketiga:** Selaput putih pada mata (membran niktitans) naik dan menutupi sebagian besar bola mata.
* **Reaksi Paradoksikal:** Alih-alih menjadi tenang, beberapa hewan justru menjadi sangat agresif, hiperaktif, dan panik.
Diagnosis
Diagnosis overdosis atau toksisitas acetylpromazine biasanya dilakukan berdasarkan riwayat pemberian obat yang dilaporkan oleh pemilik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh yang mencakup:
* Pemeriksaan *Capillary Refill Time* (CRT) pada gusi untuk mengecek sirkulasi darah.
* Pengukuran tekanan darah secara berulang.
* Elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi adanya bradikardia (detak jantung lambat) atau aritmia.
* Tes fungsi hati dan ginjal melalui tes darah untuk melihat seberapa cepat tubuh dapat membersihkan sisa obat.
Pengobatan
Tidak ada antidot atau penawar khusus untuk acetylpromazine. Pengobatan overdosis bersifat suportif, bertujuan untuk menjaga fungsi vital hewan hingga obat keluar dari sistem tubuh. Langkah yang diambil meliputi:
* **Terapi Cairan Intravena (IV):** Membantu menaikkan tekanan darah dan mempercepat pembilasan obat melalui ginjal.
* **Penghangat Tubuh:** Menggunakan bantal pemanas karena hewan cenderung mengalami hipotermia.
* **Obat Vasopresor:** Dokter mungkin memberikan obat-obatan tertentu (selain epinefrin, karena epinefrin justru dapat memperburuk hipotensi pada kasus keracunan fenotiazin) seperti fenilefrin untuk menyempitkan pembuluh darah.
Komplikasi
Apabila overdosis atau reaksi syok akibat acetylpromazine tidak ditangani dengan segera, komplikasi serius dapat terjadi. Ini meliputi kerusakan organ secara permanen akibat berkurangnya suplai oksigen dan darah (iskemia), henti jantung mendadak, koma, hingga kematian.
Pencegahan
Mencegah terjadinya komplikasi dari penggunaan acetylpromazine dapat dilakukan melalui:
* **Konsultasi Detail:** Selalu informasikan kepada dokter mengenai riwayat penyakit hewan dan ras spesifiknya.
* **Tes Genetik MDR1:** Sangat disarankan untuk anjing ras penggembala sebelum diberikan obat apa pun.
* **Dosis Uji (Test Dose):** Memberikan dosis percobaan yang sangat rendah terlebih dahulu untuk melihat bagaimana reaksi tubuh hewan tersebut.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika hewan peliharaanmu menunjukkan gejala overdosis seperti lemas ekstrem, gusi pucat, detak jantung sangat lambat, atau sesak napas setelah mengonsumsi acetylpromazine, dan kondisinya semakin parah, segera konsultasi dengan [Dokter Hewan](https://halodoc.onelink.me/cQvV/1s6qz961) di Halodoc untuk mendapatkan panduan medis darurat.
Studi Terkait
Sebuah tinjauan klinis terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Veterinary Pharmacology and Therapeutics pada awal tahun 2026 menyoroti pentingnya penyesuaian dosis acetylpromazine berbasis genetik. Studi tersebut menegaskan bahwa anjing dengan mutasi alel MDR1 mengalami durasi sedasi hingga tiga kali lebih lama dibandingkan anjing dengan gen normal, sehingga skrining genetik pra-pengobatan kini direkomendasikan sebagai standar pencegahan toksisitas di klinik-klinik modern.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Phenothiazine Derivatives and Their Applications in Veterinary Medicine.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Managing Animal Health: Sedatives and Prescriptions.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines on Veterinary Pharmaceuticals and Animal Welfare.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Standar Penggunaan Obat Golongan Antipsikotik pada Hewan Coba dan Kedokteran Hewan.
FAQ
1. Apakah acetylpromazine bisa digunakan untuk manusia?
Meskipun awalnya dikembangkan sebagai agen neuroleptik untuk manusia, saat ini acetylpromazine praktis tidak pernah lagi digunakan pada manusia karena adanya obat-obatan antipsikotik modern yang jauh lebih aman dan minim efek samping.
2. Bisakah saya memberikan obat ini jika anjing saya takut kembang api?
Ya, dokter hewan sering meresepkannya untuk fobia suara. Namun, perlu diingat bahwa obat ini hanya melemaskan otot, bukan menghilangkan rasa takut, sehingga sering kali harus dikombinasikan dengan obat anti-kecemasan lain.
3. Apa yang harus saya lakukan jika anjing saya pingsan setelah minum acetylpromazine?
Segera bawa ke klinik hewan terdekat atau hubungi dokter. Hewan mungkin mengalami hipotensi berat. Usahakan untuk menjaga tubuhnya tetap hangat selama perjalanan ke klinik.
4. Berapa lama efek acetylpromazine akan hilang?
Efek sedasi biasanya berlangsung selama 6 hingga 8 jam pada hewan yang sehat, namun pada hewan yang tua atau memiliki masalah hati, efek ini bisa bertahan hingga lebih dari 24 jam.



