Basal Cell Carcinoma

Pengertian Basal Cell Carcinoma

Basal Cell Carcinoma atau yang lebih kenal dengan Karsinoma Sel Basal (KSB) adalah tumor ganas pada kulit yang bersifat invasif secara lokal, agresif, dan destruktif. KSB berasal dari sel non keratinisasi lapisan basal epidermis.

Gejala Basal Cell Carcinoma

Basal Cell Carcinoma menimbulkan gejala  berupa lesi yang mudah luka dan setelah sembuh berisiko untuk kambuh kembali hingga berulang kali. Gejala ini juga  harus diwaspadai sebagai kanker kulit. Pengidap KSB sering mengeluhkan bahwa mereka memiliki lesi yang mudah berdarah kemudian sembuh secara total, namun kambuh kembali. KSB biasanya timbul pada daerah tubuh yang terpapar sinar matahari, seperti di kepala dan leher, tetapi dapat juga terjadi di bagian tubuh lainnya.

Penyebab Basal Cell Carcinoma

KSB berhubungan dengan faktor genetik, lingkungan, dan paling sering dipicu oleh paparan sinar matahari, terutama sinar Ultraviolet B (UVB) yang bergelombang 290–320 nanometer.

  • Faktor genetik yang berperan sebagai penyebab KSB ditemukan pada kromosom 1 dan satu varian dari setiap kromosom 5, 7, 9, dan 12. Varian kromosom tersebut diketahui berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh dalam melindungi diri terhadap paparan sinar matahari. Hal ini mungkin juga berhubungan dengan faktor risiko tambahan terhadap paparan sinar matahari yang bersifat heterozigot.
  • Faktor lingkungan yang diketahui dapat memicu terjadinya KSB adalah hidrokarbon, arsenik, coal, tar, obat topikal methoxypsoralen, dan sinar UV. Rangsangan onkogen, kondisi imunosupresif, luka kronis, dan trauma akut juga terbukti menjadi faktor pemicu timbulnya tumor kulit, serta memicu pertumbuhan keratinosit menjadi lesi seperti KSB.
  • Efek radiasi sinar ultraviolet terhadap kulit dapat bersifat akut dan kronik

Faktor Risiko Basal Cell Carcinoma

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap karsinoma sel basal, yakni:

  • Pernah menjalani terapi radiasi.
  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita karsinoma sel basal.
  • Menggunakan obat imunosupresif.
  • Terpapar racun arsenik.
  • Memiliki penyakit keturunan yang berisiko menyebabkan kanker kulit, seperti nevoid basal cell carcinoma syndrome.

Diagnosis Basal Cell Carcinoma

Diagnosis KSB dipastikan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan histopatologi dari salah satu lesi untuk menentukan subtipe KSB. Biasanya pengidap KSB datang dengan keluhan bercak hitam di wajah yang mudah berdarah dan tidak sembuh-sembuh, atau berupa tahi lalat yang bertambah besar dengan permukaan tidak rata, serta dapat disertai dengan rasa gatal atau nyeri.

Pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI diperlukan jika ada kecurigaan KSB mengenai tulang atau jaringan lainnya

Pengobatan Basal Cell Carcinoma dan Efek Sampingnya

Secara garis besar, terapi KSB dikelompokkan menjadi teknik bedah dan non bedah. Tujuan dari pengobatan KSB adalah untuk menghilangkan total lesi KSB, menjaga jaringan normal, fungsi jaringan, serta mendapatkan hasil optimal secara kosmetik.

Pada tumor risiko rendah, dapat dilakukan beberapa teknik operasi seperti cryosurgery, kuretase, atau Photodynamic Therapy (PDT). Sedangkan bedah eksisi dengan memastikan diagnosis secara histologis intraoperatif atau post-operatif dapat digunakan pada KSB risiko rendah dan risiko tinggi. Jika KSB menginvasi hingga tulang atau jaringan lain, dibutuhkan pengobatan multidisipliner.

Prosedur bedah dapat dilakukan dengan bedah eksisi atau Mohs Micrographic Surgery (MMS). Untuk KSB primer, jika pertumbuhan tumor tidak agresif, dan lokasinya berada di badan atau ekstremitas, eksisi merupakan teknik terapi dengan tingkat rekurensi yang rendah yang bisa dilakukan. Untuk lesi KSB dengan pertumbuhan agresif atau terdapat di lokasi-lokasi seperti lipatan nasolabial, sekitar mata, belakang telinga, skalp, atau lesi berulang, teknik MMS merupakan pilihan yang direkomendasikan. MMS menawarkan analisis histologi paling unggul dengan mengkombinasikan reseksi berdasarkan stadium melalui penentuan batas lesi tepi tumor. Dengan demikian, hasil preservasi jaringan normal menjadi maksimal dibandingkan dengan bedah eksisi standar.

Pencegahan Basal Cell Carcinoma

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya karsinoma sel basal adalah:

  • Hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama dan sering.
  • Gunakan sunscreen atau tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan pakaian yang tertutup.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memiliki luka yang sering timbul dan berdarah di kulit, sebaiknya periksakan ke dokter. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir komplikasi, dan pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini. Kamu bisa membuat janji dengan dokter lebih mudah.