• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Batuk Darah
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Batuk Darah

Batuk Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Batuk Darah

Pengertian 

Dikenal juga dengan istilah hemoptisis, batuk darah adalah keadaan saat seseorang mengalami batuk yang disertai darah. Batuk darah sendiri merupakan suatu bentuk gejala yang bisa timbul akibat sejumlah kondisi, baik serius maupun tidak.

Jika dialami oleh kalangan usia muda yang memiliki riwayat kesehatan yang baik, biasanya ini bukan merupakan pertanda dari suatu penyakit serius. Sebaliknya apabila orang yang mengalaminya diketahui memiliki riwayat kesehatan yang buruk atau dia adalah seorang perokok, maka ada kemungkinan batuk darah ini sebagai gejala dari suatu kondisi yang serius. 

Gejala 

Batuk darah ada banyak macamnya,  hal yang perlu ditegaskan adalah segera temui dokter bila mengalami batuk darah sebagai berikut:

  • Batuk disertai dengan dahak bercampur darah.
  • Batuk dengan volume darah cukup banyak.
  • Batuk dengan darah disertai gejala turun berat badan dan hilang nafsu makan.
  • Batuk dengan darah disertai dengan gejala sesak napas, demam, pusing, berkeringat di malam hari, dan nyeri dada.
  • Batuk dengan darah disertai dengan urine atau kotoran yang juga bercampur dengan darah.
  • Batuk dengan darah yang berlangsung lebih dari seminggu.
  • Batuk dengan darah yang sering muncul dan hilang.

Penyebab Batuk Darah

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan batuk darah di antaranya adalah:

  • Bronkitis, yakni penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, sehingga membuat saluran udara meradang. Batuk berdarah yang disebabkan oleh kondisi ini jarang berkembang menjadi serius atau mengancam nyawa penderitanya.
  • Batuk parah berkepanjangan.
  • Bronkiektasis yakni jenis penyakit paru-paru ini juga menyebabkan penumpukan lendir di dalam saluran napas.
  • Infeksi paru menyebabkan pengidapnya mengeluarkan dahak berwarna atau bernanah, serta sesak napas yang disertai demam.
  • Edema paru atau penumpukan cairan, biasanya terjadi pada pengidap edema paru yang juga terdiagnosis memiliki masalah pada jantung. Darah yang keluar saat batuk akan memiliki tekstur berbusa dan berwarna merah muda.
  • Emboli paru atau penggumpalan darah yang menyebabkan nyeri dada dan sesak napas secara tiba-tiba.
  • Tuberkulosis atau TBC yakni golongan infeksi paru-paru parah. Selain batuk darah, TBC juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami demam dan berkeringat berlebihan.
  • Kanker tenggorokan.
  • Kanker paru-paru.
  • Luka berat, misalnya akibat kecelakaan lalu lintas atau terkena senjata.
  • Efek samping obat-obatan pengencer darah.
  • Efek samping penggunaan narkoba.
  • Tukak lambung atau sakit maag.

Selain kondisi-kondisi tersebut, batuk darah juga bisa disebabkan oleh pendarahan di dalam tenggorokan, mulut, atau hidung yang bercampur dengan air liur ketika penderitanya batuk. 

Diagnosis  

Selain pendarahan di dalam mulut, tenggorokan, atau hidung, batuk darah juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan tertentu. Maka dari itu, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk benar-benar mendiagnosis apa penyebabnya. 

Umumnya, dokter akan melakukan penilaian fisik awal untuk menentukan tingkat keparahan. Penilaian fisik tersebut mencakup diskusi tentang gejala dan memeriksa kemampuan pengidap untuk bernapas. 

Seorang dokter mungkin juga mencoba memahami status kesehatanmu secara keseluruhan dengan menguji:

  • Tekanan darah. 
  • Detak jantung.
  • Tingkat pernapasan.
  • Saturasi oksigen.

Selanjutnya, dokter juga dapat melakukan beberapa tes tambahan, berikut di antaranya: 

  • Tes darah. Dokter akan mengambil sampel darah untuk menentukan penyakit atau kondisi apa yang mungkin menyebabkan seseorang mengalaminya.
  • Sinar X. Seorang radiografer dapat menggunakan gambar-gambar ini untuk mencari kerusakan atau masalah lain di dada.
  • CT angiografi. Dalam tes ini, seseorang akan menerima suntikan intravena pewarna khusus sebelum CT scan. Pewarna ini muncul sebagai nada kontras pada gambar CT scan. Profesional medis kemudian dapat menilai apa yang mungkin menyebabkan pendarahan di paru-paru dan seberapa parah kondisinya.
  • Bronkoskopi. Seorang dokter akan memindahkan tabung tipis dengan cahaya, yang disebut bronkoskop, ke dalam hidung atau mulut orang tersebut dan turun ke tenggorokan mereka ke paru-paru. Kamera pada alat akan memungkinkan dokter untuk mencari tanda-tanda perdarahan yang terlihat.
  • Biopsi paru. Dalam biopsi paru-paru, dokter akan mengangkat dan memeriksa sepotong jaringan dari paru-paru.
  • Pemindaian VQ paru-paru. Dokter mungkin juga akan menggunakan pemindaian VQ paru-paru untuk mengevaluasi aliran darah dan aliran udara ke paru-paru.

Pengobatan

Pengobatan batuk darah akan bervariasi, tergantung dari apa penyebab yang mendasarinya melalui hasil pemeriksaan medis. Perlu diketahui bahwa tujuan pengobatan bukan hanya untuk menghentikan saja, tapi juga menyembuhkan penyebabnya. Jenis penanganannya adalah sebagai berikut:

  • Jika penyebab batuk darah adalah iritasi tenggorokan sederhana karena batuk yang berlebihan, dokter mungkin akan meresepkan obat pelega tenggorokan yang dijual bebas dan penekan batuk. 
  • Pemberian antibiotik untuk infeksi paru-paru akibat bakteri, seperti tuberkulosis atau pneumonia.
  • Pemberian steroid jika batuk disebabkan oleh radang.
  • Terapi radiasi atau kemoterapi jika batuk darah disebabkan oleh kanker paru-paru.
  • Embolisasi arteri bronkial jika batuk terjadi akibat pendarahan di dalam arteri. Melalui metode ini, dokter akan memblok arteri yang bermasalah dengan menggunakan suatu zat atau bahkan kumparan logam dan mengalihkan peredaran darah ke arteri lain yang lebih sehat. Identifikasi sumber perdarahan dapat dibantu dengan kateter melalui monitor.
  • Operasi, untuk menangani gejala batuk darah akibat kondisi yang mengancam nyawa, misalnya operasi pengangkatan paru-paru pada penyakit paru-paru parah.

Pencegahan Batuk Darah

Batuk darah merupakan gejala atau indikasi dari suatu kondisi atau penyakit tertentu. Maka dari itu, tindakan pencegahan batuk berdarah yang dapat dilakukan adalah menjalani perawatan guna mengatasi masalah atau penyebab yang mendasarinya.  Sebab, mengabaikan gejala dapat membuat penyebab yang mendasarinya kian memburuk.

Kebiasaan negatif tertentu juga dapat memicu terjadinya batuk berdarah. Maka dari itu,  beberapa perubahan gaya hidup juga perlu dilakukan sebagai salah satu pencegahan. Contohnya seperti berhenti merokok (atau tidak memulainya), rutin memeriksakan kesehatan secara menyeluruh, hingga menghindari paparan polusi. 

Kapan Harus ke Dokter?

Batuk darah sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Jika mengalami gejala di atas, segeralah menghubungi dokter untuk menceritakan keluhan yang kamu rasakan. Sebab, kondisi yang dialami mungkin merupakan tanda dari kondisi pernapasan yang serius. Selain itu, segeralah cari pertolongan medis jika: 

  • Kamu mulai batuk darah setelah jatuh atau cedera di dada. 
  • Bercak atau noda darah juga terdapat dalam urine atau feses. 
  • Batuk darah disertai nyeri dada, pusing, demam, pusing, atau sesak napas. 

Nantinya dokter akan menganjurkan pemeriksaan kesehatan untuk mencari tahu apa penyebab pasti dari batuk berdarah. Tujuannya agar pengobatan dapat  segera dilakukan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalisir. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter untuk menceritakan keluhanmu dan meminta saran medis. Lewat fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Nantinya, dokter akan menganjurkan langkah yang tepat guna mengatasi kondisi kesehatanmu. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang! 

Referensi: 

WebMD. Diakses pada 2022. Coughing Up Blood (Hemoptysis). 
Healthline. Diakses pada 2022. Why Am I Coughing Up Blood? 
NHS. Diakses pada 2022. Coughing up blood (blood in phlegm) 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Coughing up blood