halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Catirizine

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc
CatirizineCatirizine

DAFTAR ISI

  • Apa Itu Catirizine
  • Penyebab
  • Faktor Risiko
  • Jenis
  • Gejala
  • Diagnosis
  • Pengobatan
  • Komplikasi
  • Pencegahan
  • Tips Tambahan
  • Studi Terkait
  • Kapan Harus ke Dokter
  • FAQ

Gangguan alergi, mulai dari bersin-bersin di pagi hari hingga gatal-gatal pada kulit, adalah keluhan kesehatan yang sangat umum terjadi. Reaksi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Saat alergi menyerang, aktivitas sehari-hari bisa sangat terganggu.

Untuk mengatasi reaksi alergi tersebut, tubuh membutuhkan peredam, dan di sinilah obat antihistamin mengambil peran penting. Salah satu jenis antihistamin generasi kedua yang paling sering diresepkan dan diandalkan oleh masyarakat adalah catirizine (cetirizine). Obat ini dikenal efektif dan memiliki efek samping kantuk yang lebih rendah dibandingkan antihistamin generasi pertama.

Memahami cara kerja, dosis yang tepat, serta kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi catirizine sangatlah penting agar pengobatan berjalan efektif. Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai catirizine, mulai dari penyebab tubuh membutuhkannya, gejala yang bisa diatasi, hingga panduan penggunaannya.

Apa Itu Catirizine

Catirizine adalah obat golongan antihistamin yang berfungsi untuk meredakan gejala alergi, seperti mata berair, hidung meler, gatal pada mata atau hidung, bersin, dan gatal-gatal pada kulit (biduran). Obat ini bekerja dengan cara menghalangi zat histamin, yaitu zat alami dalam tubuh yang diproduksi saat terjadi reaksi alergi. Dengan terhambatnya histamin, gejala-gejala alergi yang mengganggu dapat mereda secara signifikan. Catirizine merupakan antihistamin generasi kedua, yang berarti obat ini lebih jarang menembus sawar darah-otak sehingga efek samping mengantuknya jauh lebih minimal.

Penyebab

Penyebab utama seseorang membutuhkan catirizine adalah karena tubuh melepaskan histamin secara berlebihan. Kondisi ini dipicu oleh masuknya alergen (zat pemicu alergi) ke dalam tubuh. Sistem imun yang sensitif menganggap alergen tersebut sebagai ancaman mematikan, sehingga memicu sel mast untuk melepaskan histamin ke dalam aliran darah. Histamin inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh darah melebar dan memicu peradangan, menghasilkan reaksi gatal, pembengkakan, dan produksi lendir berlebih di hidung maupun tenggorokan.

Faktor Risiko

Tidak semua orang akan mengalami reaksi alergi yang membutuhkan catirizine. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami alergi meliputi:

  • Faktor Genetik: Memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi, asma, atau eksim (atopi).
  • Lingkungan: Tinggal di area dengan tingkat polusi tinggi, banyak debu, atau paparan serbuk sari musiman.
  • Usia: Anak-anak sering kali lebih rentan terhadap alergi tertentu yang gejalanya berlanjut hingga dewasa.
  • Paparan Hewan Peliharaan: Interaksi intens dengan hewan berbulu tanpa menjaga kebersihan sirkulasi udara di dalam rumah.

Jenis

Catirizine tersedia dalam beberapa jenis sediaan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan rentang usia pasien. Jenis-jenis tersebut meliputi:

  • Tablet/Kapsul: Biasanya mengandung dosis 10 mg, diperuntukkan bagi orang dewasa dan anak-anak di atas usia 6 tahun.
  • Sirup: Sediaan cair yang lebih mudah ditelan, dirancang khusus untuk anak-anak dengan dosis yang bisa disesuaikan dengan berat badan.
  • Drops (Obat Tetes): Sediaan dengan konsentrasi tertentu yang umumnya diresepkan oleh dokter untuk balita atau anak-anak dengan kebutuhan dosis yang sangat spesifik.

Gejala

Gejala-gejala yang menandakan bahwa kamu mungkin membutuhkan pengobatan dengan catirizine meliputi:

  • Hidung tersumbat, meler, atau gatal (Rhinitis alergi).
  • Bersin-bersin yang tidak kunjung berhenti, terutama di pagi hari atau saat terpapar debu.
  • Mata merah, berair, gatal, dan sedikit bengkak (Konjungtivitis alergi).
  • Munculnya ruam kemerahan pada kulit yang terasa sangat gatal (Urtikaria atau biduran).
Pemicu Alergi yang Paling Umum
  1. Tungau debu rumah yang bersarang di kasur atau karpet.
  2. Bulu dan dander (serpihan kulit) dari hewan peliharaan.
  3. Serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma.
  4. Spora jamur yang tumbuh di area lembap.

Diagnosis

Sebelum meresepkan catirizine untuk penggunaan jangka panjang, dokter perlu mendiagnosis sumber alergi. Diagnosis biasanya diawali dengan anamnesis (tanya jawab medis) terkait riwayat gejala dan kapan gejala tersebut muncul. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan tes alergi seperti Skin Prick Test (tes tusuk kulit) untuk melihat reaksi kulit terhadap berbagai alergen, atau tes darah IgE untuk mengukur jumlah antibodi penyebab alergi di dalam tubuh.

Pengobatan

Pengobatan utama untuk reaksi alergi ringan hingga sedang adalah pemberian antihistamin seperti catirizine. Dosis umum untuk orang dewasa adalah 10 mg sekali sehari. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Penting untuk mengonsumsinya sesuai dosis dan tidak menambah takaran tanpa anjuran medis. Untuk penanganan pertama yang praktis, kamu bisa beli obat online di Halodoc, agar mendapatkan catirizine maupun produk kesehatan lainnya dengan mudah tanpa harus keluar rumah. Jika gejala alergi sangat berat, dokter mungkin mengombinasikannya dengan kortikosteroid atau dekongestan.

Komplikasi

Jika alergi dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini dapat memicu komplikasi seperti sinusitis kronis, infeksi telinga tengah (terutama pada anak-anak), atau memperburuk asma. Sementara itu, dari sisi penggunaan obat, meskipun jarang, catirizine dapat menimbulkan efek samping atau “komplikasi” ringan seperti mulut kering, rasa kantuk (pada individu yang sensitif), sakit kepala, hingga gangguan pencernaan ringan jika diminum dalam dosis yang berlebihan.

Pencegahan

Mengonsumsi obat hanyalah langkah peredaan, sedangkan pencegahan terbaik adalah menghindari pemicunya (alergen). Beberapa langkah pencegahan meliputi mencuci seprai menggunakan air panas seminggu sekali, menggunakan air purifier berfilter HEPA di kamar tidur, tidak membiarkan hewan peliharaan masuk ke area tidur, serta menggunakan masker saat membersihkan rumah atau berada di lingkungan berdebu.

Tips Tambahan

Selain obat-obatan medis, kamu bisa menerapkan cara alami untuk membantu meredakan keluhan pernapasan akibat alergi. Menggunakan semprotan hidung saline (air garam steril) sangat membantu membersihkan saluran hidung dari debu dan serbuk sari. Selain itu, perbanyak minum air putih hangat untuk membantu mengencerkan lendir di tenggorokan, dan gunakan kompres dingin pada mata jika terasa gatal dan bengkak.

Studi Terkait

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2026 menyoroti efikasi penggunaan jangka panjang antihistamin generasi kedua. Studi tersebut mengonfirmasi bahwa penggunaan catirizine secara berkala pada pasien rhinitis alergi kronis tidak menyebabkan penurunan efektivitas (toleransi obat) secara signifikan, dan profil keamanannya tetap stabil untuk pemakaian di bawah pengawasan medis, bahkan sangat aman untuk mengurangi frekuensi asma yang dipicu oleh alergi musiman.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala alergi yang kamu alami tidak kunjung membaik setelah 2–3 hari mengonsumsi obat, atau justru disertai gejala berat seperti sesak napas, pusing hebat, dan pembengkakan pada wajah atau bibir, segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

    Referensi

    PubMed. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of Second-Generation Antihistamines in Allergic Rhinitis.
    Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Cetirizine (Oral Route) Description and Brand Names.
    World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Management of Allergic Diseases and Asthma.
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Penatalaksanaan Alergi dan Imunologi Klinis.

    FAQ

    1. Apakah catirizine menyebabkan kantuk?
    Meski tergolong antihistamin generasi kedua yang minim efek sedatif, beberapa orang yang sensitif tetap bisa merasa sedikit mengantuk. Sebaiknya hindari menyetir kendaraan setelah meminum obat ini hingga mengetahui pasti bagaimana tubuhmu bereaksi.

    2. Apakah aman mengonsumsi catirizine setiap hari?
    Catirizine aman dikonsumsi setiap hari untuk meredakan gejala alergi kronis, selama penggunaannya masih dalam batas dosis harian yang dianjurkan (umumnya 10 mg per hari) dan atas persetujuan dokter.

    3. Bolehkah ibu hamil meminum obat ini?
    Catirizine tergolong dalam kategori B untuk kehamilan. Ini berarti studi pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, namun belum ada studi memadai pada manusia. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsinya.

    4. Bagaimana dosis catirizine untuk anak-anak?
    Untuk anak-anak berusia 2 hingga 6 tahun, dosisnya biasanya lebih rendah (sekitar 2,5 mg hingga 5 mg per hari) dan sering kali diberikan dalam bentuk sirup. Selalu ikuti petunjuk dokter atau dosis yang tertera pada kemasan agar aman bagi si kecil.

    Topik Terkini

    Lihat Semua
    halodoc-banner
    Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

    Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

    Homecare icon

    Homecare

    Asuransiku icon

    Asuransiku

    Haloskin icon

    Haloskin

    Halofit icon

    Halofit

    Download app banner
    messagehelp@halodoc.com
    local_phone021-5095-9900

    BANTUAN & PANDUAN

    • Pusat Bantuan
    • Syarat & Ketentuan
    • Pemberitahuan Privasi

    HALODOC

    • Tentang Kami
    • Board of Medical Excellence
    • Halodoc Editorial Board
    • Research & Insights
    • Berita Halodoc
    • Blog Halodoc Tech
    • Kamus Kesehatan
    • Rekomendasi Halodoc
    • Promo Hari ini
    • Donasi dengan Halodoc

    KARIR & KOLABORASI

    • Karir
    • Halodoc for Business
    • Gabung di Tim Medis Kami
    • Halodoc Academy
    • Halodoc Affiliate Program
    • Program Bug Bounty

    Keamanan & privasi

    BSI Security Certification
    BSI Privacy Certification
    Legit Script Certification
    Health Ministry Logo

    © 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.