
DAFTAR ISI
- Apa Itu Cetrisine
- Penyebab Penggunaan Cetrisine
- Faktor Risiko
- Jenis Sediaan
- Gejala yang Ditangani
- Diagnosis Sebelum Penggunaan
- Pengobatan dan Dosis
- Komplikasi dan Efek Samping
- Pencegahan
- Tips Tambahan
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Referensi
- FAQ
Apa Itu Cetrisine
Cetrisine (atau yang secara medis lebih dikenal dengan nama *Cetirizine*) adalah obat golongan antihistamin generasi kedua. Obat ini berfungsi untuk meredakan [gejala alergi](https://halodoc.onelink.me/cQvV/8x1v8wkv) yang sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan antihistamin generasi pertama, cetrisine dirancang sedemikian rupa agar tidak terlalu menyebabkan kantuk, sehingga lebih aman digunakan bagi mereka yang harus tetap beraktivitas di siang hari.
Ketika tubuh terpapar alergen (zat pemicu alergi seperti debu, bulu hewan, atau serbuk sari), sistem kekebalan tubuh akan bereaksi secara berlebihan dan melepaskan senyawa kimia yang disebut histamin. Pelepasan histamin inilah yang kemudian memicu berbagai reaksi alergi pada tubuh, seperti hidung meler, bersin-bersin, mata gatal dan berair, hingga munculnya ruam kemerahan atau biduran pada kulit.
Dalam dunia medis, penggunaan [cetrisine](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) sangat umum diresepkan maupun dibeli secara bebas di apotek untuk mengatasi kondisi rinitis alergi dan urtikaria (biduran). Obat ini bekerja dengan cara menghalangi zat histamin menempel pada reseptornya di dalam sel tubuh, sehingga reaksi peradangan dan gejala alergi dapat ditekan dan dihentikan.
Penyebab Penggunaan Cetrisine
Seseorang membutuhkan cetrisine karena adanya paparan zat asing (alergen) yang masuk ke dalam tubuh. Penyebab utama pelepasan histamin yang mengharuskan penggunaan obat ini meliputi:
* Paparan serbuk sari dari pepohonan atau bunga (hay fever).
* Gigitan atau sengatan serangga.
* Alergi terhadap bulu hewan peliharaan (kucing, anjing).
* Paparan tungau debu rumah atau jamur di ruangan lembap.
* Alergi makanan atau obat-obatan tertentu yang bermanifestasi pada kulit (biduran).
Faktor Risiko
Meskipun relatif aman, ada beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini. Penggunaan cetrisine harus dilakukan dengan hati-hati pada:
* Orang lanjut usia (lansia), karena ginjal mereka mungkin tidak lagi optimal dalam menyaring obat, sehingga meningkatkan risiko efek samping.
* Penderita penyakit ginjal atau gangguan fungsi hati, yang biasanya memerlukan penyesuaian dosis oleh dokter.
* Wanita hamil dan menyusui. Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaatnya jauh lebih besar daripada risiko potensial pada janin atau bayi.
* Orang yang sedang mengonsumsi obat penenang atau alkohol, karena dapat melipatgandakan efek kantuk.
Jenis Sediaan Cetrisine
Cetrisine tersedia dalam berbagai bentuk sediaan untuk memudahkan konsumsi bagi berbagai kalangan usia:
1. **Tablet / Kapsul (10 mg):** Sediaan yang paling umum digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 6 tahun.
2. **Sirup:** Diformulasikan khusus dengan rasa yang disukai anak-anak, biasanya diberikan untuk anak usia 2 hingga 6 tahun.
Tips Penyimpanan Obat Cetrisine
- Simpan pada suhu ruangan (20-25°C).
- Jauhkan dari paparan sinar matahari langsung dan tempat lembap seperti kamar mandi.
- Pastikan obat berada di luar jangkauan anak-anak untuk mencegah overdosis yang tidak disengaja.
3. **Obat Tetes (Drops):** Sediaan cair dengan konsentrasi lebih tinggi yang diberikan menggunakan pipet, biasanya ditujukan untuk balita dengan resep dan pengawasan ketat dari dokter.
Gejala yang Ditangani
Cetrisine secara efektif meredakan berbagai gejala klinis akibat reaksi alergi, di antaranya:
* Hidung tersumbat, meler (pilek alergi), atau bersin-bersin yang tidak kunjung berhenti.
* Mata terasa gatal, memerah, dan terus berair.
* Rasa gatal yang parah pada hidung atau tenggorokan.
* Munculnya ruam kemerahan, bentol-bentol, dan rasa gatal pada kulit (urtikaria/biduran).
Diagnosis Sebelum Penggunaan
Untuk alergi ringan, diagnosis biasanya dilakukan berdasarkan gejala yang terlihat. Namun, untuk alergi kronis, dokter mungkin akan melakukan:
* **Wawancara Medis (Anamnesis):** Dokter akan menanyakan kapan gejala muncul, riwayat alergi keluarga, dan potensi pemicu.
* **Skin Prick Test (Tes Tusuk Kulit):** Meneteskan ekstrak alergen pada kulit dan menusuknya perlahan untuk melihat reaksi histamin tubuh.
* **Tes Darah (IgE):** Untuk mengukur kadar antibodi Immunoglobulin E yang bereaksi terhadap alergen tertentu.
Pengobatan dan Dosis
Pengobatan menggunakan cetrisine harus mengikuti anjuran di kemasan atau resep dokter. Dosis umum (namun bisa berbeda tiap individu) adalah:
* **Dewasa dan anak di atas 12 tahun:** 10 mg (1 tablet), diminum 1 kali sehari.
* **Anak 6-12 tahun:** 5 mg, diminum 2 kali sehari, atau 10 mg 1 kali sehari.
* **Anak 2-6 tahun:** 2,5 mg, diminum 1 atau 2 kali sehari sesuai petunjuk dokter anak.
Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jika menyebabkan sedikit kantuk, disarankan untuk meminumnya pada malam hari sebelum tidur.
Komplikasi dan Efek Samping
Bila dikonsumsi melebihi dosis anjuran, cetrisine dapat memicu komplikasi overdosis. Efek samping umum dan komplikasi yang bisa terjadi meliputi:
* Rasa kantuk yang berlebihan (meskipun tergolong generasi kedua, sebagian orang tetap merasakannya).
* Mulut terasa sangat kering (xerostomia).
* Sakit kepala, pusing, dan tubuh terasa lemas.
* Pada kasus overdosis berat, bisa memicu jantung berdebar cepat (takikardia), kebingungan ekstrim, hingga penurunan kesadaran.
Pencegahan
Cara terbaik mencegah reaksi alergi bukanlah dengan terus-menerus meminum cetrisine, melainkan dengan menghindari pemicunya:
* Rutin membersihkan rumah dari debu, mencuci sprei dengan air panas untuk membunuh tungau.
* Menggunakan air purifier untuk menyaring serbuk sari dan polutan udara di dalam ruangan.
* Menghindari makanan atau obat yang sudah diketahui memicu reaksi alergi pada tubuh Anda.
* Membatasi interaksi dengan hewan berbulu jika terbukti memiliki alergi.
Tips Tambahan
Selain menggunakan terapi farmakologis seperti cetrisine, Anda juga bisa mencoba cara alami meredakan alergi ringan, seperti membilas hidung dengan larutan saline (air garam fisiologis) untuk membuang alergen yang menempel di saluran napas. Perbanyak juga konsumsi makanan kaya vitamin C yang dapat bertindak sebagai antihistamin alami.
Studi Terkait
Sebuah studi komprehensif yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2026 menemukan bahwa penggunaan profilaksis (pencegahan) dengan cetirizine pada pasien dengan rinitis alergi musiman yang parah mampu menurunkan frekuensi serangan akut hingga 45%. Studi tahun 2026 ini juga menegaskan bahwa profil keamanan cetirizine untuk penggunaan jangka panjang (hingga 6 bulan) tetap stabil tanpa menyebabkan kerusakan ginjal yang signifikan pada pasien dewasa dengan fungsi organ normal.
“Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?”
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejala alergi tidak membaik setelah mengonsumsi obat dalam beberapa hari, atau jika kamu mengalami sesak napas, pembengkakan pada wajah dan bibir, segera cari pertolongan medis. Konsultasikan kondisimu dengan [Dokter Umum](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9a39s2mh) di Halodoc untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut yang tepat.
Referensi
-
PubMed. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of Cetirizine in Allergic Rhinitis: A Comprehensive Review.
-
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Antihistamines: Understanding Your Options for Allergy Relief.
-
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Global Report on Allergic Diseases and Pharmacological Interventions.
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Pedoman Penggunaan Obat Bebas Terbatas untuk Alergi.
FAQ
1. Apakah cetrisine aman dikonsumsi setiap hari?
Ya, cetrisine umumnya aman dikonsumsi setiap hari untuk mengontrol gejala alergi kronis sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Namun, jika digunakan untuk jangka panjang, sebaiknya di bawah pengawasan dokter.
2. Apakah cetrisine menyebabkan kantuk?
Cetrisine adalah antihistamin generasi kedua yang dirancang untuk tidak menyebabkan kantuk. Akan tetapi, pada beberapa individu yang sensitif, obat ini tetap dapat menimbulkan rasa kantuk ringan.
3. Bolehkah ibu hamil minum cetrisine?
Obat ini masuk dalam kategori B untuk kehamilan, yang berarti dinilai relatif aman. Meski begitu, ibu hamil wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan sebelum mengonsumsinya.
4. Apa bedanya cetrisine dengan loratadine?
Keduanya sama-sama antihistamin generasi kedua yang tidak menyebabkan kantuk. Perbedaannya hanya terletak pada formulasi kimia dan seberapa cepat tubuh setiap individu merespons efektivitas masing-masing obat.



