
DAFTAR ISI
- Apa itu Cilastatina
- Indikasi dan Penyebab Penggunaan
- Faktor Risiko
- Jenis
- Gejala Efek Samping
- Diagnosis Sebelum Penggunaan
- Pengobatan dan Dosis
- Komplikasi
- Pencegahan Efek Samping
- Kapan Harus ke Dokter
- Studi Terkait
- FAQ
Apa Itu Cilastatina?
Cilastatina adalah senyawa kimiawi yang berfungsi sebagai penghambat enzim dehidropeptidase I (DHP-I) yang berada di ginjal. Secara medis, obat ini tidak pernah digunakan sendirian. Cilastatin selalu dikombinasikan dengan antibiotik spektrum luas yang disebut imipenem.
Alasan penggabungan ini sangat penting dalam dunia medis. Jika imipenem diberikan tanpa cilastatina, antibiotik tersebut akan dengan cepat dihancurkan oleh enzim di dalam ginjal manusia sebelum sempat membunuh bakteri penyebab infeksi. Selain itu, pemecahan imipenem oleh ginjal dapat menghasilkan senyawa metabolit yang beracun bagi ginjal itu sendiri (nefrotoksik). Dengan adanya cilastatin, imipenem dapat bekerja efektif di dalam tubuh sekaligus melindungi ginjal dari kerusakan.
Kombinasi obat ini masuk ke dalam golongan antibiotik karbapenem dan biasanya hanya digunakan di lingkungan rumah sakit untuk menangani infeksi bakteri yang sangat parah atau yang sudah resisten (kebal) terhadap jenis antibiotik biasa.
Indikasi dan Penyebab Penggunaan
Kombinasi obat ini tidak digunakan untuk penyakit ringan seperti flu atau batuk biasa yang disebabkan oleh virus. Penggunaan obat ini diindikasikan untuk penyebab infeksi bakteri yang berat, antara lain:
- Infeksi saluran pernapasan bawah yang parah, seperti pneumonia nosokomial (pneumonia yang didapat di rumah sakit).
- Infeksi intra-abdomen (di dalam perut), seperti peritonitis atau usus buntu yang pecah.
- Infeksi saluran kemih (ISK) berkomplikasi.
- Infeksi ginekologi yang berat pada organ reproduksi wanita.
- Infeksi tulang dan sendi, serta infeksi kulit dan jaringan lunak yang rumit.
- Bakteremia (infeksi darah) dan sepsis yang mengancam nyawa.
Faktor Risiko
Meskipun ampuh, tidak semua orang bisa sembarangan menggunakan obat ini. Ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami efek samping atau kontraindikasi saat menerima terapi obat ini:
- Riwayat Alergi: Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan penisilin, sefalosporin, atau karbapenem lainnya berisiko tinggi mengalami reaksi anafilaksis.
- Gangguan Ginjal: Karena obat ini diekskresi melalui ginjal, pasien dengan gagal ginjal memerlukan penyesuaian dosis yang sangat hati-hati.
- Gangguan Sistem Saraf Pusat: Pasien dengan riwayat kejang, epilepsi, atau cedera otak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejang akibat efek samping obat ini.
Jenis
Secara umum, sediaan obat yang mengandung cilastatin selalu berada dalam bentuk kombinasi (Imipenem/Cilastatin). Di fasilitas kesehatan, jenis sediaannya meliputi:
- Serbuk Injeksi Intravena (IV): Diberikan melalui infus ke dalam pembuluh darah vena secara perlahan (biasanya selama 20-30 menit untuk dosis rendah, dan 40-60 menit untuk dosis tinggi).
- Serbuk Injeksi Intramuskular (IM): Diberikan melalui suntikan langsung ke dalam otot (umumnya otot bokong). Catatan: Sediaan IV dan IM tidak boleh ditukar penggunaannya karena formulasinya berbeda.
[Tips Aman Selama Terapi Antibiotik Infus]
- Jangan pernah mencabut jarum infus sendiri tanpa pengawasan perawat.
- Segera laporkan jika area sekitar suntikan terasa panas, gatal, atau bengkak.
- Pastikan Anda memberi tahu dokter semua obat rutin yang sedang dikonsumsi untuk menghindari interaksi obat.
Gejala Efek Samping
Seperti obat keras lainnya, penggunaan cilastatin bersama imipenem dapat memicu sejumlah gejala efek samping yang perlu diwaspadai, di antaranya:
- Gejala Umum: Mual, muntah, diare, dan sakit perut ringan.
- Gejala Lokal: Kemerahan, nyeri, atau pembengkakan di area bekas suntikan (flebitis).
- Gejala Serius: Kejang-kejang (terutama pada pasien dengan riwayat gangguan saraf akut), kebingungan, hingga tremor.
- Gejala Alergi: Ruam gatal pada kulit, pembengkakan wajah/bibir, dan kesulitan bernapas (sesak napas).
Diagnosis Sebelum Penggunaan
Dokter tidak akan langsung meresepkan kombinasi obat ini tanpa melakukan diagnosis yang tepat. Prosedur yang biasanya dilakukan meliputi:
- Kultur Darah atau Cairan Tubuh: Untuk mengidentifikasi jenis bakteri spesifik yang menyebabkan infeksi.
- Tes Kepekaan (Susceptibility Test): Untuk memastikan apakah bakteri tersebut mempan terhadap kombinasi imipenem dan cilastatin.
- Pemeriksaan Fungsi Ginjal: Melalui tes darah (seperti kadar kreatinin dan ureum) untuk menentukan dosis yang aman bagi ginjal pasien.
Pengobatan dan Dosis
Pengobatan dilakukan secara rawat inap di rumah sakit. Dosis sangat bervariasi tergantung pada berat ringannya infeksi, berat badan pasien, dan seberapa baik ginjal pasien berfungsi. Untuk infeksi berat, pasien dewasa umumnya diberikan dosis 500 mg setiap 6 jam atau 1 gram setiap 8 jam melalui infus intravena.
Komplikasi
Jika terjadi penyalahgunaan dosis atau pasien mengalami reaksi yang sangat sensitif, komplikasi yang bisa muncul antara lain:
- Toksisitas Saraf Pusat: Kejang parah yang sulit dikendalikan.
- Superinfeksi: Penggunaan antibiotik spektrum luas yang berkepanjangan dapat membunuh bakteri baik di usus, menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri Clostridium difficile yang memicu diare parah dan peradangan usus (kolitis pseudomembranosa).
Pencegahan Efek Samping
Untuk mencegah komplikasi dan efek samping, tenaga medis akan melakukan pemantauan ketat. Pasien juga harus terbuka mengenai riwayat kesehatan secara keseluruhan. Minumlah banyak air putih jika diizinkan oleh dokter untuk membantu fungsi ginjal membuang sisa metabolisme obat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika setelah dipulangkan dari rumah sakit atau selama masa pemulihan kamu mengalami diare berdarah yang tidak kunjung berhenti, demam tinggi yang kembali muncul, atau otot terasa berkedut tanpa sebab, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Studi Terkait
Berdasarkan laporan jurnal medis dari Journal of Antimicrobial Chemotherapy yang diterbitkan pada tahun 2026, efikasi kombinasi imipenem dan cilastatin masih terbukti menjadi terapi lini pertahanan yang krusial untuk mengatasi bakteri gram-negatif penghasil enzim ESBL. Studi terbaru tersebut menegaskan bahwa penyesuaian dosis secara presisi berdasarkan glomerular filtration rate (GFR) menurunkan risiko kejang pada pasien lansia hingga 45%.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
- ✅ Dokter tersedia 24 jam.
- ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Bisa dicover asuransi.
- ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
- ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
- ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Referensi
- PubMed. Diakses pada 2026. Pharmacokinetics and safety of imipenem/cilastatin in severe infections.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Imipenem and Cilastatin (Intravenous Route) – Description and Brand Names.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines on the use of Carbapenems for Antibiotic Resistance.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penggunaan Antibiotik Terbatas di Rumah Sakit.
FAQ
1. Apakah cilastatina adalah antibiotik?
Bukan. Cilastatin sendiri bukan antibiotik, melainkan senyawa pelindung yang mencegah ginjal menghancurkan antibiotik imipenem secara prematur.
2. Apakah obat ini bisa dibeli bebas di apotek?
Tidak. Ini adalah obat keras yang hanya diberikan melalui infus atau suntikan di fasilitas rumah sakit di bawah pengawasan ketat tenaga medis.
3. Bolehkah ibu hamil menggunakan kombinasi obat ini?
Obat ini masuk dalam kategori risiko kehamilan C. Artinya, obat ini hanya akan diberikan kepada ibu hamil jika manfaat yang didapat jauh lebih besar daripada potensi risiko pada janin.
4. Mengapa obat ini bisa menyebabkan kejang?
Pada dosis tinggi atau jika fungsi ginjal menurun, akumulasi obat di dalam darah bisa melewati sawar darah otak, yang kemudian memicu aktivitas listrik berlebih di saraf pusat sehingga terjadi kejang.
