Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Cutaneous larva migrans (CLM) adalah kelainan kulit yang merupakan peradangan yang berbentuk linear atau berkelok-kelok, menimbul dan progresif, disebabkan oleh invasi cacing tambang.

 

Gejala Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Pada saat larva masuk ke kulit biasanya disertai rasa gatal dan panas di tempat larva melakukan penetrasi. Rasa gatal yang timbul terutama terasa pada malam hari, jika digaruk dapat menimbulkan infeksi sekunder. Mula-mula timbul papul, diikuti bentuk yang khas, yakni lesi berbentuk linear atau berkelok-kelok, menimbul dengan diameter 2-3 mm, dan berwarna kemerahan.

Adanya lesi papul yang eritematosa ini menunjukkan bahwa larva tersebut telah berada di kulit selama beberapa jam atau hari. Perkembangan selanjutnya, papul merah ini menjalar seperti benang berkelok-kelok, polisiklik, serpiginosa, menimbul, dan membentuk terowongan (burrow).

 

Penyebab dan Faktor Risiko Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Penyebab utama CLM adalah larva cacing tambang dari kucing dan anjing (Ancylostoma braziliense, Ancylostoma ceylanicum, dan Ancylostoma caninum) dan Strongyloides. Penyebab lain yang memungkinkan yaitu larva dari serangga seperti Hypoderma dan Gasterophilus. Beberapa faktor risiko lainnya seperti kebiasaan tidak menggunakan alas kaki, berlibur ke daerah tropis atau pesisir pantai, keberadaan anjing dan kucing.

 

Diagnosis Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Diagnosis CLM ditegakkan berdasarkan gejala klinisnya yang khas dan disertai dengan riwayat berjemur, berjalan tanpa alas kaki di pantai atau aktivitas lainnya di daerah tropis, biopsi tidak diperlukan. CLM yang disebabkan oleh Ancylostoma caninum dapat dideteksi dengan ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay). Sekarang ini, mikroskop epi luminesens telah digunakan untuk memvisualisasikan pergerakan larva.

 

Pengobatan Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Pengobatan utama pada CLM adalah ivermectin. Dosis tunggal (200 µg/kg berat badan) dapat membunuh larva secara efektif dan menghilangkan rasa gatal dengan cepat. Penggunaan tiabendazol secara topikal pada lesi dengan konsentrasi 10- 15% tiga kali sehari selama 5-7 hari terbukti memiliki efektivitas yang sama dengan penggunaan ivermectin secara oral.

 

Pencegahan Cutaneous Larva Migrans (CLM)

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian CLM, yaitu mencegah bagian tubuh untuk berkontak langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi, melakukan pengobatan secara teratur terhadap anjing dan kucing dengan antelmintik. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala tersebut maka segera periksakan diri ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.