Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Apa Itu Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy?

Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) adalah tindakan untuk menangani penyakit batu ginjal. Prosedurnya akan memecah batu yang ditembakkan dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut, yang dapat memecah batu menjadi pecahan yang halus. Dengan begitu, pecahan tersebut dapat keluar bersama dengan air seni.

Melalui ESWL ini, batu ginjal atau kumpulan senyawa mineral dan garam yang menumpuk di dalam ginjal bisa dibuang tanpa pembedahan (noninvasif). Tindakan ESWL ini menggunakan alat yang dapat memancarkan gelombang kejut. Gelombang kejut ini akan dikonsentrasikan di sekitar ginjal. Tujuannya untuk menghancurkan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil.

Prosedur ini terbilang cukup efektif dalam menghancurkan batu ginjal, dengan diameter kurang dari 2 sentimeter. Pembuangan endapan kristal-kristal yang berdiameter lebih dari 2 sentrimeter akan disarankan melalui prosedur penanganan batu ginjal lainnya.

Kenapa Melakukan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy?

Pemeriksaan ESWL ini akan dilakukan ketika seseorang mengalami masalah batu ginjal. Penyakit batu ginjal ini sendiri ditandai dengan urine yang mengandung senyawa mineral yang mengkristalisasi atau menumpuk di dalam ginjal. Tumpukan mineral ini banyaknya terbentuk dari kalsium, amonia, asam urat, ataupun sistein.

Batu ginjal sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya:

  • Obesitas.

  • Dehidrasi. Rendahnya asupan cairan di dalam tubuh karena pola minum air yang kurang baik.

  • Gangguan Penyerapan Air dan Kalsium. Penyakit radang usus, diare kronis, dan riwayat operasi lambung yang dapat mengganggu proses penyerapan air dan kalsium.

  • Riwayat Keluarga. Seseorang yang memiliki keluarga dengan penyakit batu ginjal akan berisiko mengidap penyakit yang sama.

  • Diet yang Keliru. Diet atau pola makan dengan mengonsumsi protein, garam, ataupun gula secara berlebihan bisa menyebabkan masalah pada ginjal.

  • Kondisi Lain, seperti hiperparatiroidisme dan infeksi saluran kemih.

 Bagaimana Melakukan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy?

Sebelum prosedur dokter akan menyarankan untuk menghentikan konsumsi obat-obatan pengencer darah satu minggu sebelum ESWL dilakukan. Sebaiknya, jangan menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba bila belum disarankan oleh dokter.

Prosedur ini menggunakan anestesi umum atau bius lokal. Orang yang menjalani ESWL dianjurkan untuk berpuasa selama enam jam sebelum prosedur dilakukan.

Seperti yang disebutkan di atas, prosedur medis ini dilakukan tanpa pembedahan atau sayatan. Dengan begitu, prosedur ini sering diterapkan sebagai prosedur rawat jalan atau one day care (ODC). Metode ESWL terdahulu menerapkan perendaman bagian tubuh di bak air hangat. Sedangkan pada metode yang baru, seseorang akan diminta berbaring saja dengan nyaman di ruang tindakan.

Selanjutnya, bantal akan diletakkan di sekitar perut atau bagian belakang ginjal. Lalu, posisi tubuh akan disesuaikan dengan jangkauan alat ESWL. Tujuannya, agar gelombang kejut bisa ditargetkan dengan mudah ke daerah sekitar ginjal.

Dalam prosedur ini, dokter akan memberikan obat bius yang disesuaikan dengan kondisi pasien, biasanya lokal atau setengah badan. Setelah anestesi ini, dokter akan menggunakan sinar rontgen untuk menentukan lokasi batu ginjal secara tepat.

Dengan alat ESWL, dokter urologi akan memberikan 1000-2000 gelombang kejut yang difokuskan pada batu ginjal. Gelombang inilah yang akan menghancurkan endapan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil. Alhasil, pecahan ini dapat dikeluarkan bersama urine. Prosedur ESWL secara menyeluruh, umumnya memakan waktu selama 45-60 menit,

Di mana Melakukan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy?

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter urologi ini, umumnya dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Pilih dokter di rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kamu di sini