Fistula Trakea esofagus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Fistula Trakea-esofagus

Fistula trakea-esofagus (TEF) adalah sambungan abnormal (fistula) antara esofagus dan trakea. Esofagus atau kerongkongan adalah pipa yang menghubungkan leher ke perut. Sedangkan trakea atau tenggorokan adalah pipa yang menghubungkan leher dan paru. Normalnya, trakea dan esofagus adalah dua tabung yang tidak terhubung. TEF adalah jenis fistula saluran napas yang paling umum.

Baca juga: 5 Kelainan Bawaan pada Bayi

 

Faktor Risiko Fistula Trakea-esofagus

Sampai saat ini, belum ditemukan faktor risiko yang benar-benar berperan dalam munculnya fistula di antara trakea dengan esofagus. Walau begitu, riwayat keluarga menjadi faktor yang diduga dapat berpengaruh. Bayi yang mengidap trisomy 13, 18, atau 21 juga berisiko tinggi mengalami fistula trakea-esofagus. Ibu yang mengonsumsi dekongestan saat hamil trimester pertama juga berisiko menyebabkan janin memiliki TEF bawaan.

 

Penyebab Fistula Trakea-esofagus

Etiologi fistula trakeoesofagus belum diketahui secara jelas. Kebanyakan kasus fistula trakeoesofagus  yang dialami anak-anak merupakan kasus kongenital atau bawaan. Sedangkan pada kasus dapatan umumnya disebabkan oleh neoplasma ganas esofagus serta infeksi dan trauma (non-malignant).

 

Gejala Fistula Trakea-esofagus

Fistula trakea-esofagus dapat dideteksi sejak bayi masih dalam kandungan dengan melakukan pemeriksaan USG. Apabila kehamilan menunjukkan masalah-masalah seperti polihidramnion, tidak adanya cairan di perut, perut berukuran kecil, atau adanya kantong esofagus proksimal melebar, risiko bayi lahir dengan TEF akan lebih besar. Melakukan pemeriksaan MRI pada janin adalah tes konfirmasi pilihan sebelum lahir.

Bayi yang lahir dengan fistula trakea-esofagus bisa mengalami gejala berupa batuk parah, tersedak setelah menerima asupan makanan, sianosis, muntah, sekresi lisan tebal, dan distress pernapasan. Distensi abdomen juga bisa terjadi bila ada fistula hadir antara trakea dan esofagus distal.

Baca juga: Awas, Ini Bahaya Gangguan Menelan Pada Anak

 

Diagnosis Fistula Trakea-esofagus

Untuk mendiagnosis fitula trakea-esofagus, dokter bisa melakukan pemeriksaan dengan cara memasukkan sebuah selang khusus dari mulut hingga ke dalam perut bayi. Melalui kateter radiopaque, jenis dan lokasi fistula dapat diketahui dari gambar kerongkongan yang diambil. Hasil rontgen akan menunjukkan penumpukan gas di usus. Endoskopi tidak dapat mendeteksi ukuran fistula yang kecil.

 

Komplikasi Fistula Trakea-esofagus

TEF kongenital dapat menyebabkan banyak komplikasi, antara lain gangguan pernapasan akut, abses paru, nutrisi buruk, bronkiektasis dari aspirasi berulang, kegagalan pernapasan hingga kematian.

Tindakan bedah yang dilakukan untuk mengatasi fistula trakea esofagus kadang-kadang juga dapat mengakibatkan komplikasi berikut:

  • Stricture, yang terjafi karena erosi asam lambung esofagus yang pendek.

  • Kebocoran isi pada titik anastomosis.

  • Kekambuhan fistula.

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD).

  • Disfagia.

  • Gejala seperti asma, contohnya batuk terus menerus atau mengi.

  • Infeksi dada berulang.

  • Tracheomalacia.

 

Pengobatan Fistula Trakea-esofagus

Harapan hidup pada bayi yang terlahir dengan fistula trakea-esofagus tipe H termasuk kecil jika tidak segera dilakukan operasi untuk memisahkan trakea dan esofagusnya. Ketika operasi sudah dilakukan pun, bentuk esofagus masih perlu diperbaiki agar tetap terpisah dari trakea. Namun terkadang, operasi tidak dapat langsung dilakukan ketika bayi terlahir prematur, memiliki kondisi cacat lahir lainnya, ataupun mengalami komplikasi pneumonia aspirasi.

Operasi hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas perawatan gawat darurat neonatal. Untuk menghindari risiko pneumonia aspirasi dapat dilakukan tindak pencegahan sebagai berikut:

  • Menyangga bagian belakang kepala bayi untuk mencegah refluks asam lambung masuk ke paru-paru.

  • Menggunakan kateter pengisap untuk membuang cairan dan liur yang mungkin terhirup ke paru-paru.

  • Pemberian makanan lewat selang khusus, jika dibutuhkan.

Baca juga: Kenali 9 Tanda dan Gejala Epiglotis, Penyakit yang Sebabkan Sesak Napas

 

Pencegahan Fistula Trakea-esofagus

Fistula trakea-esofagus merupakan kelainan pada janin dan bayi. Untuk mencegah munculnya kelainan pada janin dan bayi, serta menurunkan risiko kelainan kongenital, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Memastikan kecukupan gizi bagi wanita muda dan ibu hamil, terutama kecukupan buah dan sayur serta menjaga berat badan ideal.

  • Memastikan kebutuhan vitamin dan mineral pada ibu hamil terpenuhi, terutama asam folat.

  • Menghindari paparan zat kimia berbahaya pada ibu hamil, seperti pestisida, alkohol, atau rokok.

  • Menghindari bepergian ke daerah-daerah yang terkena wabah penyakit infeksi, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki anak-anak usia dini.

  • Mengontrol kondisi gula darah untuk ibu hamil secara rutin, terutama ibu hamil yang memiliki risiko diabetes.

  • Memastikan tindakan medis yang dilakukan terhadap ibu hamil aman bagi ibu dan janin, terutama pemberian obat-obatan atau radioterapi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Tidak ada salahnya untuk menghubungi dokter jika kamu merasakan gejala-gejala seperti di atas. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2019. The treatment strategy for tracheoesophageal fistula.
Medscape. Diakses pada 2019. Tracheoesophageal Fistula: Background, Pathophysiology, Etiology.

Diperbarui pada 5 September 2019