• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kolik
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kolik

Kolik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
KolikKolik

Kolik adalah kondisi ketika bayi yang sehat menangis dan disertai dengan rewel yang cukup intens dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini seringkali membuat orang tua baru merasa bingung terhadap kondisi yang dialami. 

Kolik juga kerap terjadi pada malam hari sehingga menyebabkan orang tua kurang tidur sehingga membuat orang tua kelelahan. Biasanya, kolik akan membaik saat bayi memasuki usia 3-4 bulan.

Penyebab Kolik

Belum diketahui secara pasti penyebab bayi mengalami kondisi ini. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko kolik pada bayi, seperti:

  • Sistem pencernaan yang belum berkembang secara sempurna.
  • Ketidakseimbangan bakteri sehat dalam pencernaan.
  • Alergi atau intoleransi kandungan tertentu.
  • Jarang bersendawa.
  • Stres.

Faktor Risiko Kolik

Selain penyebabnya, ada beberapa kondisi yang juga bisa meningkatkan bayi mengalami kolik, seperti:

  • Kelahiran prematur.
  • Penggunaan susu formula pada bayi.

Gejala Kolik

Bayi akan lebih banyak menangis selama tiga bulan kehidupan pertamanya. Tidak ada salahnya mengetahui berbagai gejala yang menjadi tanda bahwa tangisan bayi disebabkan oleh kolik, seperti:

  • Tangisan yang terjadi seperti berteriak.
  • Menangis tanpa alasan yang jelas.
  • Bayi menangis setelah menyusu atau popok dalam kondisi bersih.
  • Bayi tidak mengalami demam.
  • Waktu yang dapat diprediksi dan sering terjadi pada malam hari.
  • Kulit wajah yang kemerahan.
  • Tangan bayi mengepal dan kaki tertarik ke atas.
  • Tangisan mereda setelah bayi kentut.

Diagnosis Kolik

Tidak ada salahnya untuk membawa bayi melakukan pemeriksaan agar bayi bisa menjadi lebih nyaman. Pemeriksaan fisik menjadi salah satu jenis pemeriksaan yang akan dilakukan untuk mengetahui penyebab anak sering rewel dan menangis tanpa alasan yang jelas.

Berikut pemeriksaan fisik yang akan dilakukan:

  • Mengukur tinggi dan berat badan serta lingkar kepala bayi.
  • Memeriksa kondisi paru-paru, jantung, hingga perut bayi.
  • Memeriksa anggota badan, mata, telinga, serta alat kelamin.
  • Memberikan penilaian terhadap sentuhan atau gerakan tertentu.
  • Memeriksa adanya ruam, iritasi, atau tanda infeksi pada bayi.

Pengobatan Kolik

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kolik pada bayi, seperti:

1. Strategi Menenangkan

Buatlah beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk menenangkan bayi, misalnya:

  • Mulai dari membuat ruangan nyaman.
  • Pakaikan bayi baju yang nyaman.
  • Gendong bayi sambil berjalan-jalan.
  • Memandikan bayi dengan air hangat.
  • Berikan dot.
  • Batasi stimulasi pada anak.
  • Coba gunakan white noise di kamar bayi.

2. Perhatikan Kebiasaan Menyusu

Sebaiknya ibu perhatikan waktu menyusu bayi. Jika ibu memberikan ASI menggunakan botol, pastikan botol dalam posisi tegak. Jangan lupa untuk membuat bayi bersendawa setelah menyusu.

3. Perubahan Pola Makan pada Ibu

Jika ibu sedang menyusui, dokter bisa menyarankan untuk melakukan perubahan pola makan untuk menjalani diet tanpa alergen, seperti susu, telur, kacang-kacangan, hingga gandum.

Ibu juga bisa mengurangi mengonsumsi makanan yang berpotensi memicu gas pada bayi, seperti kol, bawang, hingga minuman berkafein.

Komplikasi Kolik

Kolik tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan apapun pada bayi. Namun, kolik dapat menyebabkan kondisi stres hingga depresi pada orang tua.

Untuk itu, bukan hanya perawatan pada bayi, orang tua juga perlu melakukan perawatan diri dan pengelolaaan stres agar tidak mengalami dampak akibat kolik.

Ekspresikan perasaan ibu pada pasangan, keluarga, atau kerabat untuk membuat perasaan menjadi lebih lega. Tidak ada salahnya untuk meminta bantuan pada keluarga maupun kerabat dekat agar ibu bisa beristirahat dengan baik.

Ingatlah bahwa kolik hanya sementara, sehingga ibu tidak perlu khawatir berlarut-larut terhadap kondisi ini. Hal yang paling penting adalah tidak menyalahkan diri sendiri atas tangisan yang dialami bayi. Hal ini merupakan kondisi yang wajar dan bisa terjadi oleh siapa saja.

Pencegahan Kolik

Sayangnya tidak ada pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari kolik pada bayi.

Kapan Harus ke Dokter?

Kolik akan terjadi pada bayi yang sehat. Namun, jika anak menangis disertai dengan berbagai tanda, seperti demam, kurangnya gerakan pada bayi, tidak mau menyusu, feses yang cair, hingga muntah, segera lakukan pemeriksaan kesehatan dengan membuat janji medis menggunakan Halodoc.

Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan untuk mencegah perburukan kondisi dan gejala pada bayi. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play untuk memastikan kondisi kesehatan bayi sekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Colic.
NHS. Diakses pada 2022. Colic.
Kids Health. Diakses pada 2022. Colic.