
DAFTAR ISI
- Apa Itu Konidin Tablet?
- Bagaimana Konidin Tablet Bekerja?
- Manfaat Konidin Tablet
- Dosis dan Cara Penggunaan Konidin Tablet
- Efek Samping Konidin Tablet
- Peringatan dan Perhatian
- Interaksi Obat
- Apakah Konidin Tablet Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
Apa Itu Konidin Tablet?
Konidin tablet adalah obat batuk yang mengandung kombinasi bahan aktif dextromethorphan HBr, guaifenesin, dan chlorpheniramine maleate.
Obat ini digunakan untuk meredakan batuk kering maupun berdahak yang bisa disebabkan oleh flu, alergi, atau bronkitis ringan.
Konidin tablet tersedia secara bebas di pasaran dan dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak sesuai aturan pakai.
Bagaimana Konidin Tablet Bekerja?
Konidin tablet bekerja melalui tiga mekanisme bahan aktif di dalamnya:
- Dextromethorphan HBr (5 mg): Menekan refleks batuk dengan mengurangi sinyal batuk dari otak.
- Guaifenesin (100 mg): Bertindak sebagai ekspektoran yang membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak.
- Chlorpheniramine maleate (2 mg): Antihistamin yang meredakan batuk akibat alergi.
Dengan kombinasi ini, Konidin tablet efektif meredakan gejala batuk baik kering maupun berdahak.
Manfaat Konidin Tablet
Konidin tablet digunakan untuk:
- Meredakan batuk tidak berdahak (kering) yang mengganggu tidur atau aktivitas.
- Membantu pengeluaran dahak pada batuk berdahak.
- Mengurangi batuk akibat alergi atau iritasi tenggorokan.
Dosis dan Cara Penggunaan Konidin Tablet
Berikut dosis Konidin tablet berdasarkan usia:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1–2 tablet, 3 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½–1 tablet, 3 kali sehari.
Telan tablet dengan air putih, dan konsumsi bisa dilakukan sebelum atau sesudah makan. Hindari menggandakan dosis jika lupa minum obat.
Jika batuk tak kunjung membaik, berikut Ini Rekomendasi Dokter di Halodoc yang Bisa Dihubungi seputar penanganan batuk.
Efek Samping Konidin Tablet
Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain:
- Kantuk
- Pusing
- Mual atau muntah
- Mulut kering
- Sembelit
- Pandangan kabur
Segera hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi serius, seperti ruam, bengkak pada wajah/lidah, atau sesak napas.
Peringatan dan Perhatian
Sebelum mengonsumsi Konidin tablet, perhatikan hal berikut:
- Jangan digunakan jika alergi terhadap salah satu kandungan obat.
- Hindari penggunaan bersamaan dengan obat MAOI (seperti phenelzine, selegiline) dalam 14 hari terakhir.
- Konsultasikan terlebih dahulu jika memiliki kondisi seperti asma, batuk berdahak berat, gangguan hati/ ginjal, atau sedang hamil/menyusui.
- Hindari alkohol dan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi setelah konsumsi.
Pahami lebih dalam informasi seputar Batuk – Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya berikut ini.
Interaksi Obat
Konidin tablet dapat berinteraksi dengan:
- Antidepresan (SSRI, MAOI, trisiklik): Risiko sindrom serotonin.
- Opioid dan antihistamin lain: Meningkatkan kantuk dan gangguan koordinasi.
- Phenytoin: Risiko overdosis akibat peningkatan kadar obat dalam darah.
Apakah Konidin Tablet Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?
- Kategori C untuk kehamilan: Gunakan hanya jika manfaatnya melebihi risikonya.
- Menyusui: Belum diketahui pasti apakah bahan aktif terserap ke ASI. Sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi jika:
- Batuk tidak membaik setelah beberapa hari pemakaian.
- Disertai demam tinggi, nyeri dada, atau sesak napas.
- Muncul efek samping serius seperti ruam berat atau kesulitan bernapas.
Kesimpulan
Konidin tablet merupakan obat batuk kombinasi yang efektif untuk meredakan batuk kering maupun berdahak.
Karena mengandung bahan aktif yang bekerja pada sistem saraf dan lendir saluran napas, penggunaannya harus sesuai aturan pakai.
Jika gejala batuk tak kunjung reda, jangan ragu untuk menghubungi dokter di Halodoc.
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



