
DAFTAR ISI
- Apa Itu Lidocaibe
- Penyebab Efek Samping Lidocaibe
- Faktor Risiko
- Jenis Sediaan
- Gejala Toksisitas
- Diagnosis
- Pengobatan
- Komplikasi
- Pencegahan
- Studi Terkait
- FAQ
Apa Itu Lidocaibe?
Dalam dunia medis, lidocaibe (atau yang lebih umum dieja sebagai lidocaine/lidokain) adalah obat golongan anestesi lokal. Obat ini berfungsi untuk mematikan rasa atau menghilangkan sensasi nyeri pada area tubuh tertentu secara sementara. Cara kerjanya adalah dengan menghalangi sinyal rasa sakit pada ujung saraf agar tidak sampai ke otak.
Obat ini sangat sering digunakan dalam berbagai prosedur medis minor, seperti pencabutan gigi, penjahitan luka robek, hingga operasi kecil pada kulit. Selain itu, dalam bentuk topikal seperti krim atau salep, obat ini digunakan untuk meredakan nyeri akibat gigitan serangga, luka bakar ringan, atau wasir.
Meskipun sangat bermanfaat, penggunaan anestesi lokal ini harus dilakukan dengan hati-hati. Penggunaan dosis yang tidak tepat atau pengaplikasian pada area kulit yang rusak dapat memicu penyerapan berlebih ke dalam aliran darah, yang berujung pada reaksi keracunan atau toksisitas.
Selain digunakan sebagai obat bius lokal, dalam kasus gawat darurat tertentu, sediaan injeksi intravena dari obat ini juga dimanfaatkan oleh dokter spesialis jantung untuk mengatasi aritmia atau gangguan irama jantung yang berbahaya.
Penyebab Efek Samping dan Toksisitas
Secara umum, efek samping dan keracunan (toksisitas) terjadi karena tingginya kadar obat ini di dalam darah. Penyebab utamanya meliputi:
- Pemberian dosis yang melebihi batas maksimal yang direkomendasikan.
- Obat secara tidak sengaja disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah (intravaskular), bukan di jaringan sekitar saraf.
- Mengoleskan krim atau salep pada area kulit yang sangat luas atau pada kulit yang sedang terluka parah.
- Penurunan fungsi hati atau ginjal yang memperlambat proses pembuangan obat dari dalam tubuh.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami komplikasi atau efek samping dari penggunaan obat anestesi ini antara lain:
- Usia: Anak-anak dan lansia lebih sensitif terhadap efek obat ini.
- Penyakit penyerta: Memiliki riwayat penyakit hati berat, gagal jantung, atau gangguan ginjal.
- Genetik: Memiliki kondisi pseudocholinesterase deficiency atau alergi terhadap obat anestesi golongan amida.
- Kondisi fisik kulit: Menggunakan sediaan topikal pada kulit yang lecet atau meradang parah.
Jenis Sediaan
Obat ini tersedia dalam berbagai macam sediaan yang disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien, di antaranya:
- Injeksi (Suntik): Digunakan oleh tenaga medis untuk membius area tertentu sebelum operasi atau tindakan medis.
- Topikal (Krim/Salep/Gel): Digunakan untuk meredakan nyeri di permukaan kulit atau membran mukosa (seperti sariawan atau ambeien).
- Gunakan hanya pada area kulit yang utuh, hindari luka terbuka.
- Oleskan tipis-tipis sesuai anjuran dokter.
- Jangan membalut area yang sudah diolesi obat dengan perban ketat kecuali atas saran dokter, karena dapat meningkatkan penyerapan obat ke dalam darah.
- Patch (Koyo Medis): Digunakan untuk meredakan nyeri saraf kronis, seperti nyeri pasca-herpes (neuralgia pascaherpes).
- Semprotan (Spray): Sering digunakan oleh dokter gigi atau dokter THT untuk mematikan rasa di area mulut dan tenggorokan.
Tips Aman Menggunakan Sediaan Topikal
Gejala Toksisitas
Jika terserap terlalu banyak ke dalam aliran darah, pasien dapat mengalami Local Anesthetic Systemic Toxicity (LAST). Gejalanya meliputi:
- Rasa kebas atau mati rasa di sekitar mulut dan lidah.
- Telinga berdenging (tinnitus).
- Pandangan kabur dan pusing berputar.
- Kebingungan, gelisah, atau bicara melantur.
- Pada tahap parah: kejang, penurunan kesadaran, hingga henti jantung.
Diagnosis
Diagnosis efek samping keracunan biasanya dilakukan secara klinis oleh dokter yang sedang melakukan tindakan. Jika gejala muncul tak lama setelah pemberian bius lokal, dokter akan segera menghentikan prosedur. Untuk memantau kondisi, dokter akan melakukan elektrokardiogram (EKG) untuk melihat irama jantung dan tes darah untuk memantau fungsi organ.
Pengobatan
Penanganan terhadap reaksi alergi atau keracunan meliputi:
- Menghentikan paparan: Menghentikan injeksi atau membersihkan sisa krim dari kulit.
- Terapi suportif: Memberikan bantuan oksigen dan cairan infus.
- Obat antikejang: Jika pasien mengalami kejang, dokter akan memberikan obat penenang.
- Intralipid Emulsion: Dalam kasus toksisitas parah, dokter akan menyuntikkan emulsi lipid (lemak) ke dalam darah untuk “mengikat” obat anestesi agar tidak merusak jantung dan otak.
Komplikasi
Apabila tidak segera ditangani, keracunan obat bius lokal ini dapat menyebabkan komplikasi fatal, seperti kerusakan otak permanen akibat kurangnya oksigen selama kejang, aritmia jantung kronis, hingga kematian mendadak.
Pencegahan
Untuk mencegah efek samping, pastikan untuk selalu memberi tahu dokter mengenai riwayat alergi obat bius sebelum prosedur medis. Jika menggunakan sediaan mandiri di rumah (seperti patch atau salep), patuhi dosis yang tertera pada kemasan dan jangan mengoleskannya berulang kali dalam waktu berdekatan tanpa pengawasan medis.
Studi Terkait
Sebuah studi klinis yang diterbitkan dalam Journal of Anesthesia & Clinical Research pada tahun 2026 menyoroti efektivitas penggunaan patch anestesi lokal dosis rendah dalam penanganan nyeri kronis pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan patch selama 12 jam sehari menurunkan keluhan nyeri hingga 65% dengan risiko efek samping sistemik (toksisitas) yang mendekati nol persen, asalkan pasien mematuhi panduan pemakaian pada kulit yang tidak luka.
“Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
“Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?”
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami reaksi gatal-gatal hebat, bengkak pada wajah, telinga berdenging, atau sesak napas setelah menggunakan salep anestesi, segera konsultasikan keluhan tersebut dengan Dokter Umum di Halodoc untuk mendapatkan penanganan pertama yang tepat.
Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Local Anesthetics: Mechanisms of Action and Toxicity.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Lidocaine (Topical Route) Description and Brand Names.
WHO. Diakses pada 2026. Guidelines for the Safe Use of Local Anesthesia.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Formularium Nasional: Penggunaan Obat Anestesi Lokal.
FAQ
1. Apakah obat anestesi ini bisa dibeli bebas di apotek?
Untuk sediaan krim dengan konsentrasi rendah, beberapa dapat dibeli secara bebas. Namun, sediaan injeksi, cairan pekat, atau patch berdosis tinggi harus menggunakan resep dokter.
2. Bolehkah obat oles anestesi ini digunakan untuk anak-anak?
Boleh, namun harus di bawah pengawasan dan resep dokter. Anak-anak sangat rentan terhadap keracunan obat bius karena berat badannya yang lebih kecil.
3. Berapa lama efek mati rasa dari obat ini bertahan?
Efek mati rasanya bervariasi tergantung jenis sediaan dan lokasi penggunaannya, umumnya berkisar antara 30 menit hingga 2 jam.
4. Apa yang harus dilakukan jika obat ini tidak sengaja tertelan?
Jika sediaan topikal tidak sengaja tertelan, segera berkumur dengan air bersih. Jika muncul rasa kebas di tenggorokan yang mengganggu proses menelan atau napas, segera kunjungi instalasi gawat darurat (IGD) terdekat.



