Neuralgia Trigeminal

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Neuralgia Trigeminal

Neuralgia trigeminal adalah penyakit saraf yang ditandai oleh rasa nyeri hebat pada wajah, berasal dari saraf trigeminus. Penyakit ini merupakan salah satu kondisi paling menyakitkan. Menurut perkiraan, satu dari 15.000 atau 20.000 orang mengidap penyakit ini. Walaupun angka sesungguhnya mungkin jauh lebih tinggi akibat seringnya salah diagnosis. Pada sebagian kasus, gejala penyakit ini mulai timbul setelah usia 50. Walaupun ada pula sejumlah kasus dengan pengidap yang masih berusia sangat muda seperti tiga tahun. Penyakit ini lebih umum dialami perempuan daripada laki-laki.

 

Gejala Neuralgia Trigeminal

Nyeri yang ditimbulkan penyakit ini sangat hebat. Rasa nyeri diperburuk oleh sentuhan, suhu dingin, serta gerakan mengunyah, menyikat gigi, menelan, berbicara, dan tersenyum. Bagian wajah yang paling sering mengalami neuralgia trigeminal adalah pipi, rahang atas, rahang bawah, dan sekitar bibir. Dan bagian kanan wajah lebih sering terkena dibandingkan bagian kiri. Beberapa pengidap mengeluhkan gejala – gejala pendahuluan selama beberapa minggu sampai tahun sebelum timbulnya nyeri tersebut. Gejala awal dapat berupa nyeri gigi atau nyeri di daerah pipi yang akan terasa semakin parah saat mengunyah.

Nyeri tidak selalu terlokalisasi secara jelas sesuai cabang saraf yang terkena. Sebagian besar pengidap mengalami nyeri di sudut mulut sampai rahang bawah  dan pada daerah bibir atas sampai sekitar mata. Nyeri pada penyakit ini sangat hebat serta bisa hilang dan timbul. Nyeri timbul secara cepat seperti kejutan listrik, kemudian memburuk dalam waktu kurang dari 20 detik sampai menimbulkan rasa nyeri yang dalam pada wajah. Kemudian nyeri akan berkurang dalam beberapa detik dan meninggalkan sensasi terbakar pada wajah. Pada saat serangan, pengidap biasanya sampai menyeringai, menggerak-gerakan kepala, atau mengernyit tapi sebisa mungkin hindari menyentuh wajah. Jumlah serangan nyeri bervariasi dari satu kali per hari sampai ratusan kali per hari. Serangan nyeri jarang terjadi saat tidur.



Faktor Risiko Neuralgia Trigeminal

Ada banyak faktor risiko untuk neuralgia trigeminal, yaitu:

  • Jenis kelamin: Wanita lebih mudah terkena penyakit ini dibandingkan oleh pria
  • Genetik: Penyakit ini memiliki potensi untuk diturunkan ke anggota keluarga
  • Umur: kamu berisiko mengidap penyakit ini jika kamu berusia di atas 50 tahun
  • Status kesehatan: Jika kamu memiliki Multiple Sclerosis maka kamu berisiko untuk terkena neuralgia trigeminal

 

Penyebab Neuralgia Trigeminal

Penyebab neuralgia trigeminal paling sering (80 – 90 persen) adalah adanya penekanan pada saraf trigeminus oleh pembuluh darah arteri atau vena di dasar otak. Penekanan ini disebabkan oleh tumor otak, kista, dan penyakit sklerosis multipel. Pada sklerosis multipel, selubung saraf mengalami kerusakan sehingga saraf tidak bisa berfungsi dengan baik. Terkadang, penyakit dapat muncul setelah pencabutan gigi, trauma saraf wajah, infeksi virus herpes, atau penekanan pada saraf wajah akibat pembuluh darah. Namun pada beberapa pengidap, penyebab pasti neuralgia trigeminal tidak dapat ditemukan.

 

Diagnosis Neuralgia Trigeminal

Untuk melakukan diagnosis neuralgia trigeminal, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat penyakit, awal munculnya nyeri serta gejala yang yang dialami pengidap.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan kondisi saraf pada wajah. Pada pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengetahui lokasi tepatnya nyeri atau cabang saraf trigeminal yang terganggu. Pemeriksaan ini dapat ditunjang dengan tes refleks untuk memastikan bahwa nyeri tersebut disebabkan oleh trigeminal neuralgia.

Untuk mengetahui penyebab dari gangguan trigeminal neuralgia ini, tes pencitraan MRI pada kepala, baik dengan maupun tanpa penyuntikan zat pewarna khusus (kontras) ke dalam pembuluh darah dapat dilakukan. Dengan demikian, dokter dapat memastikan penyebab kondisi ini.

 

Pengobatan Neuralgia Trigeminal dan Efek Sampingnya

Pengobatan penyakit ini umumnya berupa rawat jalan dengan pemberian obat-obatan. Obat yang dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri adalah obat golongan anti-kejang (carbamazepine, oxcarbazepine, gabapentin, clonazepam) dan golongan pelemas otot (baclofen). Terapi dengan obat-obatan cukup untuk meredakan gejala pada 75 persen pengidap. Bila pengidap tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi obat, maka terapi bedah dapat dilakukan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memiliki keluhan nyeri pada wajah yang tidak kunjung sembuh sebaiknya periksakan ke dokter. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kamu dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu di sini.