Penyakit Arteri Perifer (PAP)

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Penyakit Arteri Perifer

Penyakit Arteri Perifer (PAP) adalah gangguan kesehatan di mana arteri menyempit atau tersumbat. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak yang terbentuk dari beragam zat yang ditemukan dalam darah. Zat yang dimaksud antara lain, kalsium, lemak, dan kolesterol. Jumlah kecil dari zat-zat tersebut dapat tertinggal di dinding arteri yang dilalui oleh aliran darah. Zat yang tertinggal lama kelamaan dapat menyumbat, sehingga aliran darah ke organ tertentu menjadi berkurang. Jika sumbatan cukup besar, maka ada kemungkinan darah tidak bisa mengalir sama sekali.

Seperti namanya, PAP menyerang arteri perifer di kepala, perut, dan anggota gerak. Namun, gangguan ini lebih sering memengaruhi pembuluh darah yang memasok darah ke kaki.

 

Gejala Penyakit Arteri Perifer

Ada beberapa gejala yang dapat dialami seseorang yang terserang penyakit arteri perifer, yaitu:

  • Nyeri yang muncul pada bagian yang tersumbat saat pengidap beraktivitas.
  • Nyeri dirasakan pada tempat yang sama setiap kalinya dan menghilang setelah beristirahat 2–5 menit.
  • Lokasi yang paling sering terasa nyeri adalah di betis (karena sumbatan pada distal superficial femoral artery). Selain itu, keluhan pada paha atau bokong juga sering terjadi.
  • Adanya kondisi luka yang sulit sembuh pada kaki.
  • Terjadi perubahan pada warna kulit, suhu, pertumbuhan rambut, dan kuku antara kedua kaki.
  • Timbul rasa kram atau baal.



Penyebab Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer disebabkan oleh aterosklerosis. Pada saat terjadi aterosklerosis, lemak akan menumpuk di dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi tersumbat. Aterosklerosis dapat terjadi pada pembuluh darah lain di tubuh, terutama jantung. Aterosklerosis yang terjadi pada pembuluh darah yang mengalirkan darah ke kaki disebut juga dengan penyakit arteri perifer.

 

Faktor Risiko Penyakit Arteri Perifer

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini adalah:

  • Usia kurang dari 60 tahun.
  • Diabetes.
  • Perokok.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Riwayat serangan jantung atau stroke.

 

Diagnosis Penyakit Arteri Perifer

Untuk mendiagnosis penyakit arteri perifer, dokter pertama-tama akan melakukan anamnesa tentang gejala yang dirasakan. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada bagian yang dikeluhkan. Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi pemeriksaan lengkap pada kaki, pemeriksaan denyut nadi pada kaki, pemeriksaan tekanan darah pada kaki, dan pemeriksaan adanya suara bruit pada area perut dan panggul.

Pemeriksaan ini sederhana dan tidak menyakitkan. Dengan USG kita dapat mengukur nilai rasio ABI, yaitu perbedaan aliran darah antara lengan dan kaki. Nilai rasio ABI yang kurang dari 0,90 menunjukkan adanya pembentukan plak. Sedangkan nilai rasio di atas 0,90 berarti kondisi normal.

 

Pengobatan Penyakit Arteri Perifer dan Efek Sampingnya

Pada kondisi ringan, penyakit arteri perifer umumnya tidak membutuhkan pengobatan. Hal ini karena aliran darah yang tersumbat masih dapat diperbaiki dengan perubahan gaya hidup. Obat-obatan tertentu juga bisa diberikan untuk meredakan gejala dan mencegah penyakit semakin parah. Obat tersebut mampu mengurangi risiko komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung. Obat-obatan juga digunakan untuk menurunkan tingkat kolesterol dan darah, mencegah terbentuknya gumpalan darah, serta memperlebar pembuluh darah.

Dalam kasus PAP paling berat, kondisi tersebut bisa diobati dengan angioplasti, yaitu sebuah prosedur yang menggunakan kateter untuk menghilangkan plak yang menumpuk dan memperlebar pembuluh darah. Kateter akan dimasukkan ke nadi, kemudian diarahkan ke pembuluh darah yang tersumbat. Balon yang ada di ujung kateter akan dikembangkempiskan untuk mendorong plak dari pembuluh darah. Cara ini akan memungkinkan darah mengalir dengan lebih baik. Dokter juga bisa memasangkan stent (cincin atau ring) untuk mencegah pecahnya pembuluh darah.

Selain angioplasti, pilihan lainnya untuk mengobati penyakit arteri perifer adalah operasi bypass, di mana pembuluh darah dari bagian tubuh lain dicangkok dan digunakan untuk mengalihkan rute aliran darah.

 

Pencegahan Penyakit Arteri Perifer

Kebiasaan merokok terbukti membuat pembuluh darah kehilangan kelenturannya, sehingga lebih rentan mengalami gangguan, termasuk timbulnya sumbatan. Karena itu, berhenti merokok merupakan salah satu anjuran untuk mencegah penyakit arteri perifer.

Selain itu, pemilihan makanan sehat yang tinggi serat, rendah gula, rendah lemak merupakan upaya penting untuk mencegah terbentuknya plak. Begitu pula dengan aktivitas olahraga teratur yang sangat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menjaga kelancaran aliran darah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu memiliki risiko untuk mengalami penyakit arteri perifer atau mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.