Penyakit Chagas

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Penyakit Chagas

Penyakit Chagas merupakan penyakit zoonotic, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia, dan sebaliknya. Trypanosoma cruzi yang merupakan parasit penyebab penyakit Chagas ditularkan kepada manusia melalui serangga seperti, kutu dan kecoa. Itulah sebabnya penyakit Chagas sering disebut juga dengan istilah "kissing bug". Jenis serangga yang menyebarkan parasit penyebab penyakit Chagas berasal dari genus triatoma, antara lain triatoma infestans, rhodnius prolixus, dan panstrongyius megistus.

 

Gejala Penyakit Chagas

Seseorang yang terkena penyakit Chagas akan mengalami sejumlah gejala, yaitu:

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Nyeri di tubuh.
  • Sakit kepala.
  • Ruam.
  • Kehilangan napsu makan.
  • Diare.
  • Muntah-muntah.
  • Pembengkakan pada kelopak mata.

Pada umumnya, gejala ini akan berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, kemudian dapat hilang dengan sendirinya. Meski demikian, kamu tetap disarankan untuk menemui dokter bila gejala penyakit Chagas kambuh lagi atau kamu baru saja kembali dari negara dengan paparan parasit T. Cruzi yang tinggi. Dengan segera memeriksakan diri ke dokter, penyakit Chagas dapat cepat ditangani.

 

Faktor Risiko Penyakit Chagas

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Chagas di antaranya:

  • Menerima transfusi darah atau transplantasi organ dari pengidap.
  • Mengonsumsi makanan mentah yang telah terkontaminasi dengan parasit atau menyantap daging matang dari hewan yang terinfeksi.
  • Ibu hamil yang terinfeksi bisa menularkan penyakitnya ke janin di dalam rahim.
  • Tinggal di area pedesaan yang kurang bersih atau tinggal di negara dengan paparan parasit T. Cruzi yang tinggi, seperti di Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Meksiko
  • Tinggal di perumahan yang memiliki serangga triatomine.
  • Wisatawan yang berkunjung ke negara dengan paparan tinggi penyakit ini.

 

Penyebab Penyakit Chagas

Penyebab umum dari penyakit Chagas adalah parasit Trypanosoma cruzi, yang dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan serangga yang disebut triatomine. Serangga ini dapat terinfeksi T. cruzi saat mereka menelan darah dari binatang yang terinfeksi parasit tersebut.

Serangga ini biasanya menggigit manusia saat sedang tidur. Bagian tubuh yang paling sering digigit adalah area dengan kulit yang tipis, seperti mata atau mulut.

 

Diagnosis Penyakit Chagas

Dokter pertama-tama akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti menanyakan tentang gejala yang kamu alami dan faktor-faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko kamu terjangkit penyakit Chagas.

Jika kamu mengalami gejala penyakit Chagas, tes darah perlu dilakukan untuk memastikan keberadaan parasit T. cruzi atau kadar protein yang dihasilkan oleh sistem imun (antibodi) kamu untuk melawan parasit dalam darah.

Jika kamu didiagnosis positif terkena penyakit Chagas, kamu dapat menjalani beberapa pemeriksaan tambahan untuk menentukan apakah penyakit tersebut sudah berada dalam fase kronis dan berpotensi menyebabkan komplikasi jantung atau pencernaan. Pemeriksaan penunjang tersebut antara lain:

  • Elektrokardiogram (EKG) untuk mengamati aktivitas jantung.
  • Rontgen dada untuk melihat apabila jantungmu mengalami pembengkakan.
  • Ekokardiogram untuk melihat adanya perubahan pada jantung atau fungsinya.
  • Rontgen perut untuk melihat adanya perubahan pada usus besar.
  • Endoskopi.

 

Pengobatan Penyakit Chagas dan Efek Sampingnya

Pada tahap awal, penyakit Chagas cukup mudah disembuhkan. Obat untuk membunuh parasit T.cruzi adalah benznidazol dan nifurtimox. Obat ini harus dikonsumsi selama 2 bulan. Pengobatan akan efektif bila obat dikonsumsi secepatnya setelah terinfeksi.Semakin lama penyakit Chagas ditangani, maka semakin berkurang efektivitas obat.

 

Pencegahan Penyakit Chagas

Penyakit Chagas merupakan penyakit yang berbahaya. Namun, kamu bisa terhindar dari penyakit ini dengan melakukan beberapa upaya pencegahan seperti berikut:

  • Menyemprot bagian dalam dan sekeliling rumah dengan insektisida.
  • Tidak tinggal di daerah yang berlumpur, dipenuhi jerami, atau di rumah gubuk untuk waktu yang lama.
  • Memasang kelambu di tempat tidur.
  • Menggunakan losion anti nyamuk.
  • Menjaga kebersihan makanan dan penyimpanannya.
  • Memeriksa darah, organ, sel, dan jaringan pendonor sebelum menerima transfusi.
  • Melakukan pemeriksaan rahim secara rutin agar tidak menularkan penyakit ini pada anak.
  • Jangan mengonsumsi makanan mentah

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu akan melakukan kunjungan ke negara yang tinggi paparan penyakit Chagas, sebaiknya sebelum dan sesudah travelling, kamu melakukan pemeriksaan di dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.