
DAFTAR ISI
- Apa itu Purantel
- Penyebab Infeksi Cacing
- Faktor Risiko
- Jenis Cacing yang Ditangani
- Gejala Infeksi Cacing
- Diagnosis
- Pengobatan
- Komplikasi
- Pencegahan
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Apa Itu Purantel?
Purantel (sering juga merujuk pada Pirantel pamoat) adalah obat golongan antelmintik yang secara khusus digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi cacing dalam tubuh manusia. Kondisi infeksi cacing atau cacingan merupakan masalah kesehatan yang sangat umum terjadi, terutama di negara-negara beriklim tropis dan wilayah dengan sanitasi yang kurang memadai. Infeksi ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Cara kerja obat ini cukup spesifik, yaitu dengan melumpuhkan sistem saraf otot cacing parasit yang menempel pada dinding usus. Ketika cacing tersebut lumpuh, mereka tidak dapat lagi mencengkeram dinding usus dan akhirnya akan dikeluarkan dari tubuh bersama dengan tinja saat buang air besar. Obat ini terbukti sangat efektif untuk membasmi cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang.
Penting untuk diketahui bahwa purantel hanya membunuh cacing dewasa yang hidup di dalam saluran pencernaan, namun tidak membunuh telur cacing. Oleh karena itu, pengobatan seringkali perlu diulang dalam beberapa minggu kemudian dan harus diiringi dengan penerapan kebersihan diri serta lingkungan yang ketat agar siklus infeksi tidak berulang.
Penyebab Infeksi Cacing
Penyebab utama seseorang membutuhkan pengobatan dengan obat cacing adalah karena tubuhnya terinfeksi parasit usus. Infeksi ini umumnya terjadi ketika seseorang tanpa sengaja menelan atau menghirup telur cacing mikroskopis. Telur cacing dapat bertahan hidup di berbagai permukaan, seperti makanan yang terkontaminasi, air yang tidak matang, tanah, debu, hingga mainan dan seprai.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi cacing meliputi:
- Anak-anak usia prasekolah dan sekolah dasar, karena mereka sering bermain di tanah dan memasukkan tangan ke mulut.
- Tinggal di lingkungan dengan fasilitas sanitasi dan air bersih yang buruk.
- Memiliki kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet atau sebelum makan.
- Sering berjalan tanpa alas kaki di atas tanah yang terkontaminasi feses (risiko cacing tambang).
- Mengonsumsi sayuran mentah atau daging yang tidak dimasak hingga matang sempurna.
Jenis Cacing yang Ditangani
Obat ini efektif untuk mengatasi beberapa jenis cacing parasit, antara lain:
- Cacing Kremi (Enterobius vermicularis): Cacing berukuran kecil seperti benang putih yang sering menyebabkan gatal parah di area anus pada malam hari.
- Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides): Cacing berukuran besar yang dapat menyebabkan masalah pencernaan hingga penyumbatan usus.
- Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale): Cacing yang menempel pada dinding usus halus dan mengisap darah, sering menyebabkan anemia.
Gejala Infeksi Cacing
Gejala cacingan bisa bervariasi tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi:
- Rasa gatal yang hebat di sekitar anus atau vagina, terutama pada malam hari.
- Sakit perut yang hilang timbul.
- Mual, muntah, atau diare.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan nafsu makan menurun.
- Kelelahan ekstrem atau tanda-tanda anemia (pucat).
- Terlihatnya cacing pada tinja atau pakaian dalam.
Diagnosis
Untuk mendiagnosis infeksi cacing, dokter biasanya akan menanyakan gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes laboratorium yang paling umum dilakukan adalah tes tinja (feses) untuk mencari keberadaan telur atau cacing mikroskopis. Untuk kasus cacing kremi, dokter mungkin akan merekomendasikan tape test (tes pita perekat), di mana selotip bening ditempelkan ke area anus di pagi hari untuk menangkap telur cacing yang diletakkan pada malam harinya.
Pengobatan
Penanganan utama infeksi cacing adalah dengan menggunakan obat antelmintik. Jika kamu atau anak mengalami gejala cacingan, kamu bisa mengonsumsi purantel untuk membasmi infeksi cacing di dalam saluran pencernaan. Dosis obat ini biasanya disesuaikan dengan berat badan penderita.
Dalam kasus cacing kremi, pengobatan sering kali direkomendasikan untuk seluruh anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah yang sama, mengingat tingkat penularannya yang sangat tinggi. Konsumsi obat dosis kedua mungkin diperlukan setelah dua minggu untuk membunuh cacing yang baru menetas dari telurnya.
Tips Penting Mencegah Penularan Cacingan di Rumah
- Cuci pakaian dalam, piyama, dan seprai dengan air panas setiap hari selama masa pengobatan.
- Gunting kuku anak agar tetap pendek untuk mencegah telur cacing bersembunyi di bawah kuku.
- Mandilah di pagi hari untuk membantu membersihkan telur cacing yang mungkin tertinggal di area kulit sekitar anus selama malam hari.
Komplikasi
Jika dibiarkan tanpa penanganan, infeksi cacing usus dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti:
- Malnutrisi: Cacing akan menyerap nutrisi dari makanan yang masuk ke tubuh penderita.
- Anemia: Terutama akibat infeksi cacing tambang yang terus-menerus mengisap darah di dinding usus.
- Obstruksi Usus: Pada infeksi cacing gelang yang parah, kumpulan cacing dapat menyumbat saluran usus sehingga membutuhkan tindakan operasi.
Pencegahan
Infeksi cacing sangat bisa dicegah dengan menjaga kebersihan diri. Pastikan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah buang air, setelah mengganti popok anak, dan sebelum menyiapkan makanan. Cuci bersih sayuran dan buah sebelum dikonsumsi, serta pastikan daging dimasak hingga matang sempurna. Jangan lupa untuk selalu menggunakan alas kaki saat berjalan di tanah atau pasir luar ruangan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejala seperti gatal di area anus terus berlanjut, sakit perut semakin parah, atau terlihat adanya cacing berukuran besar pada feses dan muntahan, segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Studi Terkait
Penelitian dari Journal of Tropical Parasitology and Medicine pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa pemberian antelmintik spektrum luas secara massal (mass drug administration) di daerah endemik berhasil menurunkan angka malnutrisi anak hingga 45%. Studi lanjutan yang dipublikasikan dalam International Journal of Infectious Diseases (2026) juga menekankan bahwa terapi medikasi yang diiringi dengan edukasi sanitasi lingkungan terbukti menurunkan tingkat kekambuhan infeksi usus secara signifikan dalam kurun waktu 12 bulan setelah pengobatan.
Referensi
-
PubMed. Diakses pada 2026. Efficacy of Anthelmintic Drugs in Treating Nematode Infections.
-
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pinworm Infection: Symptoms and Causes.
-
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Soil-transmitted Helminth Infections.
-
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Penyakit Kecacingan di Indonesia.
FAQ
1. Apakah obat purantel bisa diberikan kepada anak di bawah 2 tahun?
Penggunaan obat cacing untuk balita, terutama di bawah usia 2 tahun, sebaiknya harus melalui konsultasi dan resep dari dokter spesialis anak. Dosisnya harus disesuaikan secara akurat dengan berat badannya.
2. Kapan sebaiknya minum obat cacing, sebelum atau sesudah makan?
Obat ini dapat diminum kapan saja, baik sebelum, sesudah, atau bersamaan dengan makanan. Obat ini juga dapat dicampur dengan susu atau jus buah murni tanpa mengurangi efektivitasnya.
3. Mengapa rasa gatal masih ada setelah minum obat?
Obat cacing umumnya membunuh cacing dalam beberapa hari. Rasa gatal bisa bertahan hingga seminggu karena tubuh sedang membersihkan sisa cacing dan telur yang masih menempel di area anus.
4. Apakah wanita hamil boleh meminum obat cacing ini?
Ibu hamil dan menyusui dilarang mengonsumsi obat antelmintik tanpa pengawasan dokter. Terdapat risiko efek samping pada perkembangan janin, sehingga dokter akan mempertimbangkan rasio risiko dan manfaatnya terlebih dahulu.



