Sindrom Eisenmenger

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Sindrom Eisenmenger 

Sindrom Eisenmenger adalah komplikasi dari penyakit jantung bawaan. Sindrom ini terjadi saat darah bersih (kaya akan oksigen) bercampur dengan darah kotor (kurang akan oksigen). Sindrom Eisenmenger adalah kondisi yang berbahaya bila tidak ditangani karena dapat menimbulkan sesak hebat. 

 

Faktor Risiko Sindrom Eisenmenger

Faktor risiko utama adalah penyakit jantung bawaan yang dapat menyebabkan terbentuknya lubang yang menyambungkan dua ruang jantung atau dua pembuluh darah besar. penyakit jantung bawaan yang dapat menyebabkan Sindrom Eisenmenger antara lain: 

  • Lubang pada septum ventrikel (Ventricular Septal Defect);
  • Lubang pada septum atrium (Atrial Septal Defect);
  • Terbentuknya saluran antara pembuluh arteri utama dan pembuluh arteri di paru-paru (Patent Ductus Arteriosus);
  • Lubang di tengah jantung yang menyatukan semua ruang jantung (Atrioventricular Canal Defect).

Kelainan-kelainan jantung menyebabkan aliran darah yang tidak normal, yakni terjadi peningkatan aliran darah ke paru-paru daripada ke tubuh. Karena peningkatan aliran darah ke paru-paru, pembuluh darah di paru-paru menjadi rusak.

Kerusakan pada pembuluh darah di paru-paru menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan di paru-paru, yang mempengaruhi aliran darah di jantung. Akhirnya, darah kotor (kurang akan oksigen), yang ada di ruang jantung kanan, bercampur dengan darah bersih (kaya akan oksigen) yang berada di ruang jantung kiri. Darah yang tercampur dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh sehingga tubuh tidak mendapat pasokan oksigen yang adekuat. 

Riwayat terdapatnya kelainan jantung pada keluarga meningkatkan risiko adanya kelainan jantung pada anak, sehingga risiko terjadinya Sindrom Eisenmenger meningkat pula.

 

Penyebab Sindrom Eisenmenger

Cara untuk memahami yang terjadi pada sindrom eisenmenger adalah memahami cara kerja jantung. Jantung terbagi atas empat ruang, dua di sebelah kanan dan dua di sebelah kiri. Sisi kanan dari jantung memompa darah ke paru-paru, yang kemudian berakhir di jantung sisi kiri.

Sedangkan jantung kiri bertugas memompa darah ke pembuluh darah besar dan kemudian ke seluruh tubuh. Terdapat katup-katup yang mengatur keluar atau masuknya darah ke ruang-ruang di jantung. 

 

Gejala Sindrom Eisenmenger 

Gejala dapat ditemukan pada anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan pula gejala baru timbul saat remaja atau dewasa. Gejala mulai perlahan dan tidak langsung menunjukkan tanda bahaya. Gejala ringan dapat dirasakan seperti pusing, sakit kepala, cepat lelah, bahkan sesak nafas saat beraktivitas. 

Gejala Sindrom Eisenmenger yang dapat ditemukan adalah:

  • Kulit dan bibir memucat, bahkan membiru.
  • Mudah lelah dan sesak saat beraktivitas.
  • Sesak saat istirahat.
  • Nyeri dada.
  • Dada berdebar.
  • Batuk berdarah.
  • Pingsan.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Rasa baal atau kesemutan pada ujung jari kaki dan tangan.
  • Perut membesar.

Diagnosis Sindrom Eisenmenger 

Diagnosis sindrom Eisenmenger ditegakkan melalui gejala yang dialami pasien, pemeriksaan fisik terutama pada jantung dan paru, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai, yaitu:

  • Rontgen dada, untuk melihat ukuran jantung dan keadaan paru-paru.
  • Elektrokardiografi (EKG), untuk melihat aktivitas listrik jantung.
  • Ekokardiografi, untuk melihat aliran darah di jantung dan strukturnya.
  • Pemeriksaan darah, untuk memeriksa sel darah, fungsi organ, dan lain-lain.
  • CT Scan atau MRI jantung, untuk melihat jantung dan paru secara detail.
  • Kateterisasi jantung dilakukan bila pemeriksaan penunjang sebelumnya tidak menggambarkan kondisi jantung dan paru dengan baik.

 

Pengobatan Sindrom Eisenmenger

Pengobatan dari sindrom Eisenmenger bisa disesuaikan dengan kondisi pasien, seperti:

    • Pengontrol detak jantung;
    • Pengencer darah;
    • Obat untuk melebarkan pembuluh darah untuk memperbaiki aliran darah.

Tindakan yang dilakukan bila memenuhi indikasi adalah flebotomi dan perbaikan lubang jantung. Walaupun tidak dapat sembuh secara total, pengobatan tersebut meringankan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi yang dapat memperburuk keadaan pasien. 

 

Pencegahan Sindrom Eisenmenger

Sindrom Eisenmenger umumnya terjadi akibat defek jantung primer yang tidak segera ditangani atau terlambat didiagnosis. Salah satu pencegahannya adalah jika diketahui terdapat defek jantung non sianotik, maka segera lakukan tindakan reparasi atau penutupan defek, serta konsumsi obat jantung secara teratur.

Kemudian hindari juga merokok dan alkohol, kegiatan yang terlalu berat atau stress tinggi, serta konsultasikan jika ingin program hamil. Pencegahan untuk komplikasi seperti DVT, dan stroke kardioemboli, hingga gagal jantung juga perlu diperhatikan. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Pada anak-anak, jika berat badan mereka sulit naik, cenderung pucat, lemas dan nafsu makan kurang serta biru pada saat menangis maka periksakan kondisi jantung ke dokter.

Jika sudah diketahui memiliki gangguan jantung terutama defek bawaan lahir, maka dianjurkan untuk rutin check up, terutama jika gejala semakin parah seperti muncul gejala sering biru (sianosis), sesak, pusing, berdebar-debar, hingga pingsan, segera periksakan diri ke dokter jantung. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.