halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Stantens

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc
StantensStantens

DAFTAR ISI

  • Apa itu Stantens (Stent Jantung)
    • Penyebab Butuh Stantens
    • Faktor Risiko
    • Jenis Stantens
    • Gejala yang Membutuhkan Pemasangan
    • Diagnosis
    • Pengobatan dan Prosedur
    • Komplikasi
    • Pencegahan
  • Tips Tambahan Pemulihan
  • Studi Terkait
  • FAQ

Apa Itu Stantens (Stent Jantung)?

Stantens, yang dalam ejaan medis yang tepat merujuk pada stent atau ring jantung, adalah tabung kecil berbentuk jala yang terbuat dari logam atau bahan polimer khusus. Alat kecil ini dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri koroner yang menyempit atau tersumbat untuk menopang dinding pembuluh darah agar tetap terbuka. Pemasangan stantens merupakan prosedur penyelamat nyawa bagi penderita penyakit jantung koroner atau mereka yang sedang mengalami serangan jantung.

Penyakit jantung terjadi ketika aliran darah yang kaya oksigen ke otot jantung terhambat oleh penumpukan plak (aterosklerosis). Ketika plak ini pecah atau semakin menebal, ia dapat menyumbat arteri secara total. Di sinilah stantens memainkan peran utamanya: melebarkan jalan darah dan mencegah pembuluh darah tersebut kembali menyempit setelah prosedur pelebaran dengan balon (angioplasti).

Namun, pemasangan stantens bukanlah akhir dari proses penyembuhan, melainkan awal dari perubahan gaya hidup seumur hidup. Pasien harus menjaga pola makan, mengonsumsi obat-obatan pengencer darah secara rutin, dan mengelola stres. Jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung atau mengalami gejala yang mengkhawatirkan, sangat disarankan untuk melakukan evaluasi medis dengan cara konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran sedini mungkin.

Penyebab Pembuluh Darah Membutuhkan Stantens

Kondisi utama yang menyebabkan seseorang membutuhkan stantens adalah aterosklerosis. Kondisi ini terjadi ketika kolesterol, lemak, kalsium, dan zat-zat lain di dalam darah menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak. Seiring berjalannya waktu, plak ini mengeras dan mempersempit pembuluh darah koroner, sehingga jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang memadai. Kondisi ini dapat menyebabkan iskemia, di mana sebagian sel-sel otot jantung berisiko mati jika aliran darah tidak segera dikembalikan.

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Ada berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyumbatan arteri sehingga membutuhkan pemasangan stantens, di antaranya:

  • Usia dan Genetik: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama jika ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
  • Kondisi Medis: Tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi, dan penyakit diabetes mellitus.
  • Gaya Hidup: Kebiasaan merokok aktif, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, dan pola makan tinggi lemak jenuh serta gula.

Jenis-Jenis Stantens

Dokter spesialis jantung akan merekomendasikan jenis stantens berdasarkan kondisi spesifik pasien. Berikut adalah beberapa jenisnya:

  1. Bare-Metal Stent (BMS): Stent tradisional yang terbuat dari baja tahan karat atau paduan kobalt-kromium tanpa lapisan obat. Jenis ini cocok bagi pasien yang tidak dapat mengonsumsi obat pengencer darah dalam jangka panjang, namun risiko penyempitan kembali (restenosis) cukup tinggi.
  2. Drug-Eluting Stent (DES): Stent logam yang dilapisi oleh obat khusus. Obat ini dilepaskan secara perlahan ke dalam pembuluh darah untuk mencegah pertumbuhan jaringan parut berlebih yang dapat menyebabkan restenosis. Ini adalah jenis stantens yang paling umum digunakan saat ini.
  3. Tips Menjaga Kondisi Setelah Pemasangan Stent:
    1. Konsumsi obat antiplatelet secara rutin sesuai resep dokter.
    2. Hindari aktivitas fisik berat selama beberapa minggu pertama.
    3. Rutin melakukan kontrol berkala untuk memastikan stent berfungsi baik.
  4. Bioresorbable Vascular Scaffold (BVS): Jenis stantens inovatif yang terbuat dari material yang dapat larut atau diserap secara alami oleh tubuh seiring waktu, biasanya setelah 2-3 tahun ketika arteri sudah dapat menyangga dirinya sendiri tanpa bantuan ring.

Gejala yang Mengindikasikan Kebutuhan Stantens

Dokter biasanya akan merekomendasikan pemasangan stantens jika pasien mengalami gejala penyakit jantung koroner berat, seperti:

  • Angina: Nyeri dada hebat yang terasa seperti ditindih beban berat, sering menjalar ke lengan kiri, rahang, atau leher.
  • Sesak Napas: Terutama saat beraktivitas fisik ringan maupun saat sedang beristirahat.
  • Keringat Dingin: Disertai rasa mual, pusing, dan detak jantung yang tidak beraturan (aritmia).
  • Serangan Jantung Tiba-tiba: Blokade total pembuluh darah yang membutuhkan tindakan darurat segera (Primary PCI).

Diagnosis Penyumbatan Jantung

Sebelum memasang stantens, dokter perlu memastikan lokasi dan tingkat keparahan sumbatan. Beberapa prosedur diagnosis meliputi elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi gangguan irama jantung, ekokardiogram (USG jantung) untuk melihat fungsi katup dan otot jantung, serta Coronary Angiography (Kateterisasi Jantung) yang merupakan diagnosis baku emas (gold standard) untuk melihat langsung titik penyumbatan arteri.

Pengobatan dan Prosedur Pemasangan

Pemasangan stantens dilakukan melalui prosedur non-bedah yang disebut Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau angioplasti koroner. Dokter akan memasukkan kateter kecil melalui pembuluh darah di pergelangan tangan (radial) atau pangkal paha (femoral) menuju jantung. Setelah kateter mencapai area yang tersumbat, balon kecil akan dikembangkan untuk menekan plak ke dinding pembuluh darah. Selanjutnya, stantens dipasang secara permanen di lokasi tersebut untuk menjaga arteri tetap terbuka.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun prosedur ini umumnya sangat aman, ada beberapa risiko komplikasi, antara lain:

  • Pendarahan atau memar di area penusukan kateter.
  • Reaksi alergi terhadap cairan kontras pewarna yang digunakan saat angiografi.
  • Penggumpalan darah di dalam stent (Trombosis Stent).
  • Penyempitan kembali pembuluh darah di area stent (Restenosis).

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Langkah-langkah pencegahan meliputi berhenti merokok, mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, rutin berolahraga setidaknya 30 menit sehari (seperti jalan cepat atau berenang), dan mengadopsi pola makan sehat bergizi seimbang (Diet Mediterania yang kaya akan buah, sayur, ikan, dan biji-bijian utuh).

Tips Tambahan: Cara Alami Membantu Pemulihan Pasca Stent

Selain mengonsumsi obat dari dokter, pemulihan pasca pemasangan stantens membutuhkan manajemen stres yang baik. Lakukan meditasi, yoga ringan, atau teknik relaksasi pernapasan untuk menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Pastikan juga asupan cairan yang cukup dan tidur berkualitas setidaknya 7-8 jam setiap malam untuk mendukung perbaikan jaringan sel tubuh secara optimal.

Studi Terkait

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Advanced Cardiology (2026) mengungkapkan bahwa penggunaan stantens jenis next-generation drug-eluting stents yang dikombinasikan dengan pemantauan kecerdasan buatan (AI) dapat menurunkan risiko restenosis (penyempitan kembali) hingga 45% dalam waktu lima tahun pasca-pemasangan dibandingkan dengan stent konvensional. Studi ini menegaskan pentingnya personalisasi pengobatan berbasis teknologi tinggi bagi pasien penyakit jantung.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?”

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

    Kapan Harus ke Dokter?

    Jika kamu mengalami gejala nyeri dada hebat yang menjalar, sesak napas secara tiba-tiba, atau keringat dingin yang tidak kunjung membaik, segera cari pertolongan medis. Kamu dapat segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung di Halodoc untuk penanganan awal dan rekomendasi tindakan darurat.

    Referensi

    • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cardiovascular Diseases (CVDs) Fact Sheet.
    • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Coronary Angioplasty and Stents.
    • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Tatalaksana Penyakit Jantung Koroner dan Pemasangan Ring.
    • PubMed Central. Diakses pada 2026. Long-term Outcomes of Drug-Eluting Stents in Patients with Coronary Artery Disease.

    FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

    1. Apakah pemasangan stantens terasa sakit?
    Prosedur ini menggunakan pembiusan lokal di area masuknya kateter, sehingga kamu tidak akan merasakan sakit sayatan. Pasien biasanya tetap sadar selama prosedur berlangsung namun merasa rileks.

    2. Berapa lama masa pemulihan setelah pasang stantens?
    Mayoritas pasien dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 1-2 hari setelah prosedur. Pemulihan total umumnya memakan waktu beberapa minggu, tergantung pada tingkat keparahan kondisi awal.

    3. Apakah stantens bisa dilepas kembali?
    Sebagian besar stantens dirancang untuk tertanam secara permanen dan menyatu dengan dinding pembuluh darah seiring waktu. Hanya jenis stantens tertentu (bioresorbable) yang dapat larut secara alami oleh tubuh.

    4. Apakah masih bisa terkena serangan jantung setelah pasang stent?
    Ya, risiko serangan jantung masih ada jika pasien tidak menjaga gaya hidup sehat. Penyumbatan bisa terjadi di area stent tersebut (restenosis) atau di pembuluh darah lain yang sebelumnya normal.

    Topik Terkini

    Lihat Semua
    halodoc-banner
    Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

    Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

    Homecare icon

    Homecare

    Asuransiku icon

    Asuransiku

    Haloskin icon

    Haloskin

    Halofit icon

    Halofit

    Download app banner
    messagehelp@halodoc.com
    local_phone021-5095-9900

    BANTUAN & PANDUAN

    • Pusat Bantuan
    • Syarat & Ketentuan
    • Pemberitahuan Privasi

    HALODOC

    • Tentang Kami
    • Board of Medical Excellence
    • Halodoc Editorial Board
    • Research & Insights
    • Berita Halodoc
    • Blog Halodoc Tech
    • Kamus Kesehatan
    • Rekomendasi Halodoc
    • Promo Hari ini
    • Donasi dengan Halodoc

    KARIR & KOLABORASI

    • Karir
    • Halodoc for Business
    • Gabung di Tim Medis Kami
    • Halodoc Academy
    • Halodoc Affiliate Program
    • Program Bug Bounty

    Keamanan & privasi

    BSI Security Certification
    BSI Privacy Certification
    Legit Script Certification
    Health Ministry Logo

    © 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.