Syringomyelia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Syringomyelia

Syringomyelia merupakan suatu bentuk kelainan yang terjadi pada sistem saraf pusat, yaitu pada sumsum tulang belakang. Pada kondisi ini, terjadi pembentukan kantung pada sumsum tulang belakang yang kemudian terisi cairan. Semakin lama, kantung ini dapat menjadi semakin besar dan mendesak jaringan di sekitarnya, termasuk saraf sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri, kelemahan, serta kekakuan pada anggota gerak.

 

Gejala Syringomyelia

Tanda dan gejala syringomyelia umumnya dirasakan secara bertahap. Gejala awal yang dapat dikeluhkan pengidapnya, antara lain:

  • Kelemahan otot.
  • Penurunan kepekaan terhadap nyeri dan suhu.
  • Penurunan refleks.

 

Semakin lama, gejala lain akan timbul akibat pembesaran kantung yang semakin mendesak saraf sumsum tulang belakang. Gejala yang dapat timbul selanjutnya, antara lain:

  • Gangguan berkemih dan buang air besar.
  • Kekakuan pada punggung, bahu, lengan, dan kaki.
  • Kelemahan otot.
  • Nyeri pada leher, lengan, dan punggung.
  • Perubahan bentuk tulang belakang (skoliosis).

 

Penyebab Syringomyelia

Hingga saat ini, penyebab pasti dari penyakit ini belum dipahami sepenuhnya. Syringomyelia terjadi ketika cairan serebrospinal (cairan yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang) menumpuk di dalam korda spinalis dan membentuk kantung yang berisi cairan. Beberapa penyebab yang dapat menjadi pemicu syringomyelia, antara lain:

  • Kelainan bawaan pada tulang belakang.
  • Malformasi chiari, yaitu adanya bagian otak yang masuk ke bagian sumsum tulang belakang.
  • Meningitis yang mengakibatkan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
  • Trauma atau benturan pada area tulang belakang.
  • Tumor yang menyebabkan tersumbatnya aliran cairan serebrospinal.

 

Faktor Risiko Syringomyelia

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya syringomyelia, antara lain:

  • Memiliki kelainan bawaan tulang belakang.
  • Mengalami meningitis.
  • Mengalami tumor atau cedera tulang belakang.

 

Diagnosis Syringomyelia

Dokter akan mendiagnosis syringomyelia dengan melakukan wawancara medis lengkap, melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis yang menyeluruh, serta meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang yang sesuai, seperti:

  • Magnetic resonance imaging (MRI). MRI merupakan pemeriksaan menggunakan gelombang magnetik untuk melihat struktur tulang serta jaringan lunak di sekitarnya. Pada syringomyelia akan dapat terlihat kantung pada sumsum tulang belakang. Pemeriksaan MRI berkala diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan kantung dan kerusakan jaringan sekitar yang terdesak oleh kantung tersebut.
  • Computerized tomography scan (CT scan). Pemeriksaan CT scan dilakukan dengan menggunakan sinar X untuk mengevaluasi kelainan struktur tulang serta sumsum yang ada di dalamnya. Melalui CT scan akan dapat terlihat pembentukan kantung serta kelainan lain seperti tumor.

 

Pencegahan Syringomyelia

Beberapa upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari syringomyelia, antara lain:

  • Melakukan olahraga secara rutin dan teratur.
  • Melindungi tulang belakang saat beraktivitas.

 

Pengobatan Syringomyelia

  • Jika syringomyelia ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan MRI dan tidak menunjukkan gejala apapun, tidak ada pengobatan khusus yang harus diberikan. Pengidap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, untuk mengevaluasi perkembangan penyakit.
  • Jika syringomyelia yang terjadi disertai dengan gejala yang mengakibatkan pengidapnya sulit untuk beraktivitas, maka tindakan operasi dapat menjadi penanganan yang tepat. Selanjutnya, pengidap syringomyelia memerlukan fisioterapi, untuk mengembalikan fungsi tangan dan kaki dan memulihkan kekuatan otot yang menunjang pergerakannya. Pemberian obat-obatan medis dilakukan berdasarkan keluhan yang dialami pengidapnya. Umumnya, pengidap akan diberikan obat penghilang nyeri yang jenis dan dosis obatnya akan disesuaikan dengan derajat nyeri yang dirasakan pengidap. Pengidap syringomyelia juga disarankan untuk menghindari aktivitas yang dapat menambah berat kondisi penyakitnya, seperti aktivitas mengangkat, menarik, atau mendorong beban berat.

 

Komplikasi Syringomyelia

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, syringomyelia dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Kesulitan gerak akibat kekakuan otot dan kelemahan tangan dan kaki.
  • Nyeri kronik yang dapat semakin memberat.
  • Perubahan bentuk tulang belakang atau skoliosis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami beberapa gejala seperti kelemahan otot, mati rasa, kehilangan kemampuan merasa (sentuhan atau suhu), atau gejala yang baru timbul setelah menjalani operasi, yang dirasakan terus-menerus dalam waktu yang lama dan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis neurologi. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.