halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Advertisement

Tes Carcinoembryonic Antigen (CEA)

REVIEWED_BY  dr. Caisar Dewi Maulina  
undefinedundefined

Daftar Isi:

  1. Apa Itu Tes CEA?
  2. Tujuan Tes CEA
  3. Kapan Tes CEA Diperlukan?
  4. Persiapan Sebelum Tes CEA
  5. Prosedur Tes CEA
  6. Interpretasi Hasil Tes CEA
  7. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Tes CEA
  8. Batasan Tes CEA
  9. Tes CEA dan Diagnosis Kanker
  10. Kapan Harus ke Dokter?
  11. Kesimpulan

Apa Itu Tes CEA?

Tes Carcinoembryonic Antigen (CEA) adalah pemeriksaan darah yang mengukur kadar CEA, yaitu protein yang secara normal ditemukan dalam jumlah kecil di dalam tubuh.

CEA diproduksi selama perkembangan janin, dan kadarnya biasanya menurun setelah kelahiran. Pada orang dewasa, peningkatan kadar CEA sering dikaitkan dengan jenis kanker tertentu, meskipun kondisi non-kanker juga dapat menyebabkan peningkatan kadar CEA.

CEA adalah glikoprotein yang terlibat dalam adhesi sel. Pada individu sehat, kadar CEA biasanya sangat rendah. Tes CEA tidak digunakan sebagai alat skrining untuk kanker pada populasi umum karena sensitivitas dan spesifisitasnya yang terbatas.

Tujuan Tes CEA

Tes CEA umumnya digunakan untuk:

  • Memantau respons terhadap pengobatan kanker, terutama kanker kolorektal. Penurunan kadar CEA setelah pengobatan menunjukkan bahwa terapi efektif.
  • Mendeteksi kekambuhan kanker. Peningkatan kadar CEA setelah pengobatan dapat mengindikasikan bahwa kanker telah kembali.
  • Menilai prognosis kanker. Kadar CEA yang lebih tinggi sebelum pengobatan dapat dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk.

Meskipun tes CEA dapat memberikan informasi penting, penting untuk diingat bahwa tes ini tidak selalu akurat dan harus diinterpretasikan dalam konteks klinis yang sesuai.

Yuk, ketahui lebih jauh mengenai Ketahui 5 Fakta Mengenai Kanker Kolon.

Kapan Tes CEA Diperlukan?

Dokter dapat merekomendasikan tes CEA dalam situasi berikut:

  • Setelah diagnosis kanker, terutama kanker kolorektal, untuk membantu menentukan stadium dan prognosis penyakit.
  • Selama pengobatan kanker untuk memantau respons pasien terhadap terapi.
  • Setelah pengobatan kanker untuk mendeteksi kekambuhan.
  • Untuk membantu membedakan antara kondisi kanker dan non-kanker, meskipun tes ini tidak spesifik.

Penting untuk mendiskusikan dengan dokter mengenai perlunya tes CEA dan interpretasi hasilnya.

Persiapan Sebelum Tes CEA

Pada umumnya, tidak ada persiapan khusus yang diperlukan sebelum menjalani tes CEA. Pasien dapat makan dan minum seperti biasa, kecuali jika diperintahkan lain oleh dokter.

Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat-obatan, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang dikonsumsi, karena beberapa zat dapat memengaruhi hasil tes.

Prosedur Tes CEA

Prosedur tes CEA relatif sederhana dan melibatkan pengambilan sampel darah. Berikut ini prosedurnya:

  • Petugas medis akan membersihkan area di lengan dengan alkohol dan memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah untuk mengambil darah.
  • Sampel darah kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.
  • Prosedur ini umumnya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit yang signifikan.

Kamu bisa Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Kanker Kolorektal

Interpretasi Hasil Tes CEA

Interpretasi hasil tes CEA harus dilakukan oleh dokter yang memahami riwayat medis pasien dan faktor-faktor lain yang relevan.

Kadar CEA normal umumnya kurang dari 2.5 ng/mL, tetapi nilai ini dapat bervariasi antar laboratorium.

Kadar CEA yang tinggi tidak selalu berarti seseorang menderita kanker. Kondisi non-kanker seperti peradangan, infeksi, penyakit hati, dan merokok juga dapat menyebabkan peningkatan kadar CEA. Sebaliknya, beberapa orang dengan kanker mungkin memiliki kadar CEA yang normal.

Perokok biasanya memiliki nilai CEA lebih tinggi dibandingkan bukan perokok. Nilai rujukan yang umum digunakan adalah:

  • Non-perokok: < 3 ng/mL
  • Perokok: < 5 ng/mL

Penting untuk diingat bahwa hasil tes CEA harus diinterpretasikan bersama dengan informasi klinis lainnya, seperti hasil pemeriksaan fisik, studi pencitraan, dan biopsi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Tes CEA

Beberapa faktor dapat memengaruhi hasil tes CEA, termasuk:

  • Merokok: Perokok cenderung memiliki kadar CEA yang lebih tinggi daripada bukan perokok.
  • Peradangan: Kondisi peradangan seperti penyakit radang usus dapat meningkatkan kadar CEA.
  • Infeksi: Infeksi tertentu dapat menyebabkan peningkatan sementara kadar CEA.
  • Penyakit hati: Penyakit hati kronis dapat memengaruhi kadar CEA.
  • Obat-obatan: Beberapa obat dapat memengaruhi hasil tes CEA.

Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter tentang semua kondisi medis dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Batasan Tes CEA

Tes CEA memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan:

  • Tidak spesifik: Kadar CEA yang tinggi tidak selalu berarti seseorang menderita kanker.
  • Tidak sensitif: Beberapa orang dengan kanker mungkin memiliki kadar CEA yang normal.
  • Dapat dipengaruhi oleh faktor non-kanker: Kondisi seperti peradangan dan merokok dapat memengaruhi hasil tes.

Oleh karena itu, tes CEA tidak boleh digunakan sebagai alat skrining untuk kanker pada populasi umum.

Tes CEA dan Diagnosis Kanker

Tes CEA tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis kanker secara definitif.

Diagnosis kanker memerlukan evaluasi komprehensif yang mencakup pemeriksaan fisik, studi pencitraan, biopsi, dan tes laboratorium lainnya.

Tes CEA dapat memberikan informasi tambahan yang berguna dalam proses diagnosis, tetapi tidak boleh diandalkan sebagai satu-satunya bukti adanya kanker.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu memiliki kekhawatiran tentang risiko kanker atau jika kamu mengalami gejala yang tidak biasa.

Dokter dapat merekomendasikan tes CEA jika diperlukan dan membantu menginterpretasikan hasilnya.

Kesimpulan

Tes Carcinoembryonic Antigen (CEA) adalah pemeriksaan darah yang mengukur kadar CEA, protein yang sering dikaitkan dengan kanker.

Tes ini umumnya digunakan untuk memantau respons terhadap pengobatan kanker dan mendeteksi kekambuhan. Namun, tes CEA memiliki keterbatasan dan tidak boleh digunakan sebagai alat skrining untuk kanker.

Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang risiko kanker atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang tes CEA, konsultasikan dengan dokter di Halodoc. Konsultasi dengan dokter dapat membantu kamu memahami risiko dan manfaat tes CEA dalam konteks kesehatan pribadi.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2025. What Is the CEA Test?
National Health Service. Diakses pada 2025. Carcinoembryonic antigen (CEA) test
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. CEA Test (Carcinoembryonic Antigen).
JAMA Network Open. Diakses pada 2025. Association of Carcinoembryonic Antigen Response With Survival in Patients With Metastatic Colorectal Cancer Treated With First-line Chemotherapy.

TRENDING_TOPICS

VIEW_ALL
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp