16 November 2018

Ketahui 2 Jenis Sinusitis dan Gejalanya

Ketahui 2 Jenis Sinusitis dan Gejalanya

Halodoc, Jakarta - Sinusitis merupakan salah satu penyakit yang menyerang hidung yang bisa terjadi ke siapa saja. Penyakit yang satu ini disebabkan oleh infeksi virus maupun alergi. Sinusitis menyebabkan terjadinya pembengkakan dinding dalam hidung. Tepatnya dinding tulang pipi dan dahi yang fungsinya mengatur suhu dan kelembapan udara sebelum masuk ke paru. Rongga ini juga biasa dikenal dengan rongga sinus.

Gejala sinusitis memang hampir mirip dengan flu. Sebab, penyakit ini juga bisa membuat kepala terasa sakit, hidung tersumbat, demam, dan hilangnya indra penciuman. Namun, sebenarnya gejala sinusitis enggak hanya sebatas ini. Sinusitis juga bisa saja membuat hidung tersumbat yang disertai keluarnya cairan kuning kehijauan.

Selain itu, seseorang yang mengidap penyakit ini akan mengalami nyeri dan sakit di bagian wajah ketika ditekan. Demamnya pun relatif berbeda dengan flu, demam yang disebabkan sinusitis bisa mencapai suhu 38 Celsius atau lebih.

Namun yang perlu diketahui, sinusitis sendiri dibagi menjadi dua jenis. Nah, berikut penjelasannya.

Jenis dan Gejalanya

Gejala yang ditimbulkan sinusitis enggak hanya menyoal hidung tersumbat, hilangnya indra penciuman, atau nyeri pada bagian wajah saja. Penyakit ini juga bisa bikin kepala pusing sehingga dapat mengganggu aktivitasmu, lho. Yuk, cari tahu jenis dan gejala dari kedua sinusitis.

1. Sinusitis Akut

Sinusitis yang satu ini umumnya berlangsung selama 4–12 minggu. Kata ahli, penyakit ini biasanya disebabkan oleh flu biasa yang berasal dari infeksi virus. Namun, ada kalanya alergi dan infeksi bakteri serta jamur juga bisa memicu terjadinya sinusitis akut.

Ketika seseorang mengidap sinusitis akut maka rongga di sekitar hidung (sinus) mereka akan mengalami peradangan yang kemudian membengkak. Hal ini bisa mengganggu cairan di dalam hidung dan lendir akan diproduksi lebih banyak dari biasanya. Nah, inilah yang nantinya akan membuat pengidapnya kesulitan bernapas. Lalu, bagaimana dengan gejala sinusitis akut?

  • Batuk.

  • Hidung mampet.

  • Indra penciuman memburuk.

  • Lendir hidung (ingus) berwarna hijau atau kuning.

  • Wajah terasa nyeri atau tertekan.

Selain hal di atas, sinusitis akut adakalanya bisa membuat pengidapnya kelelahan, bau mulut, dan sakit gigi.

2. Sinusitis Kronis

Lain akut, lain pula kronis. Sinusitis kronis biasanya bisa berlangsung lebih dari 12 minggu atau dirimu sudah pernah mengidap penyakit ini berkali-kali. Kata ahli, kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi, polip hidung, ataupun kelainan tulang di rongga hidung.

Sama halnya dengan sinusitis akut, kamu pun bisa mengalami kesulitan bernapas melalui hidung dan mengalami rasa sakit pada wajah serta kepala. Berikut gejala sinusitis kronis lainnya:

  • Timbulnya rasa nyeri, sensitif, ataupun bengkak di sekitar mata, pipi, dan hidung atau kening.

  • Adanya cairan kental diskolorasi dari hidung atau adanya cairan mengalir dari belakang tenggorokan.

  • Berkurangnya indra penciuman dan pengecap (pada orang dewasa) atau batuk (pada anak-anak).

  • Penyumbatan di hidung hingga membuat kesulitan bernapas.

Selain keempat gejala umum di atas, sinusitis kronis juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti nyeri di telinga, rahang atas dan gigi, batuk yang memburuk di malam hari, dan radang tenggorokan. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan mual dan bau mulut.

Pasalnya, sinusitis kronis yang enggak ditangani dengan baik bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Berikut komplikasi yang bisa ditimbulkan:

  • Masalah dalam penglihatan, seperti penglihatan bisa berkurang atau mengalami kebutaan.

  • Memicu infeksi kulit atau tulang.

  • Bila infeksi menyebar ke dinding otak bisa menyebabkan meningitis.

  • Menyebabkan kerusakan indra penciuman sebagian atau seluruhnya.

Punya masalah di hidung karena sinusitis? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: