Ketahui 6 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi dengan USG

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui 6 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi dengan USG

Halodoc, Jakarta - Pemindaian ultrasonography atau tes USG adalah sebuah pemeriksaan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar struktur tubuh seseorang. Dokter biasanya menggunakan USG untuk mempelajari janin yang sedang berkembang, organ perut, panggul, otot, tendon, serta jantung dan pembuluh darah seseorang. Tes USG yang umum digunakan adalah sonogram atau ekokardiogram.

Tes USG digunakan dengan cara mengarahkan gelombang suara frekuensi tinggi ke struktur tubuh internal yang sedang diperiksa. Suara yang dipantulkan atau gema, direkam untuk membuat gambar yang dapat dilihat pada monitor. Gelombang suara dipancarkan dan diterima dari sebuah alat kecil yang digenggam. Frekuensi suara yang tinggi berarti telinga manusia tidak dapat mendengarnya atau yang disebut dengan pemeriksaan ultrasound atau tes USG.

Pemeriksaan ini biasanya non-invasif atau dilakukan dari luar tubuh. Namun, beberapa pemindaian dilakukan dengan pemeriksaan khusus, seperti pada alat yang dimasukkan ke dalam Miss V. Alat tersebut berguna untuk beberapa pemeriksaan kebidanan atau panggul, dubur untuk beberapa pemeriksaan prostat, serta kerongkongan untuk beberapa pemeriksaan jantung. Terkadang, dokter akan menggunakan tes USG untuk memantau dan memandu prosedur invasif pada pemeriksaan biopsi payudara atau kelenjar tiroid seseorang.

Baca Juga: Kapan Ibu Hamil Sebaiknya Melakukan USG?

Masalah Kesehatan yang Dideteksi dengan Tes USG

Dokter biasanya akan menggunakan beberapa jenis tes USG untuk prosedur seperti:

1. Pemindaian untuk Penyakit di Sekitar Perut

Tes USG dapat digunakan untuk menyelidiki gangguan pada perut, seperti nyeri perut, mual, muntah, bunyi abnormal, dan benjolan. Struktur yang akan diperiksa mungkin termasuk kandung empedu, saluran empedu, hati, pankreas, limpa, ginjal, dan pembuluh darah besar. Struktur pada perut yang mengandung udara tidak dapat diperiksa dengan mudah dengan ultrasound, karena udara mencegah perpindahan gelombang suara.

2. Pemindaian Kelainan pada Panggul

Tes USG juga dapat dilakukan jika seorang wanita mengidap nyeri panggul atau mengalami menstruasi abnormal, fibroid, kista, atau kondisi lain yang terkait dengan sistem reproduksi wanita.

3. Pemindaian Kehamilan

Tes USG dapat digunakan untuk memeriksa kelainan janin, seperti spina bifida, memeriksa usia dan posisi janin, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan janin. Melakukan pemindaian USG sekarang harus dilakukan secara rutin untuk seorang wanita yang hamil.

Baca Juga: Pentingnya USG saat Hamil

4. Pemindaian Muskuloskeletal

Pemeriksaan dengan alat ultrasound tersebut dapat digunakan untuk memeriksa daerah seperti bahu, pinggul, atau siku apabila seseorang mengalami kelainan pada bagian tersebut.

5. Pemindaian Payudara

USG juga dapat berguna untuk memeriksa kelainan yang mungkin terjadi pada payudara. Misalnya, untuk menyelidiki lebih lanjut kelainan yang diambil dengan pemeriksaan fisik atau mammogram.

6. Pemeriksaan Aliran Darah

Tes USG pada jenis khusus, seperti pemindaian ultrasonografi atau ultrasonografi Doppler, dapat digunakan untuk mendeteksi kecepatan dan arah aliran darah di wilayah tubuh tertentu. Misalnya untuk mendeteksi arteri leher dan vena tungkai.

Selain itu, disebutkan juga bahwa tes USG yang dilakukan terbilang aman dan tidak menyebabkan efek samping berbahaya atau rasa tidak nyaman selama tes. Pun, pemeriksaan tersebut tidak menggunakan sinar radiasi yang mungkin memberi efek samping. Walau begitu, USG yang dilakukan dapat menyebabkan kantong gas kecil atau kavitasi terbentuk.

Baca Juga: Bedanya USG Doppler dengan USG Biasa

Itulah beberapa kondisi kesehatan yang dapat dideteksi oleh tes USG. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!