04 June 2019

Ketahui tentang Trigliserida dan Perannya Terhadap Diabetes

Ketahui tentang Trigliserida dan Perannya Terhadap Diabetes

Halodoc, Jakarta – Tingginya kadar trigliserida ternyata bisa memicu berbagai penyakit, salah satunya adalah diabetes. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan trigliserida? Apa saja perannya terhadap diabetes?

Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang bisa ditemukan di dalam darah, selain kolesterol dan lemak. Trigliserida dihasilkan oleh organ hati, tapi sebagian besar berasal dari makanan yang masuk ke dalam tubuh, seperti daging, keju, susu, nasi, minyak goreng, dan mentega. Lemak dari makanan yang dikonsumsi akan dipecah dan diubah menjadi energi.

Baca juga: Harus Tahu, Ini Fungsi Trigliserida bagi Tubuh

Tidak semua lemak yang ada di dalam tubuh segera digunakan. Nah, setiap lemak yang tidak digunakan tubuh, akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan di sel lemak. Saat dibutuhkan, lemak atau trigliserida akan dilepaskan dan digunakan sebagai energi. Meski begitu, kadar trigliserida yang terlalu tinggi sama sekali tidak boleh dianggap sepele.

Saat asupan trigliserida dari makanan melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh, terjadi peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Kondisi tersebut diduga bisa memicu penebalan pada dinding pembuluh darah, dan meningkatkan risiko penyakit, seperti stroke dan serangan jantung.

Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya jarang berolahraga. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan kadar trigliserida, yaitu mengidap diabetes, penyakit ginjal, penyakit liver, hipotiroidisme, serta mengonsumsi jenis obat tertentu.

Kabar buruknya, kondisi ini sering muncul tanpa menimbulkan gejala. Kalaupun terdapat gejala, biasanya hal itu muncul dari kondisi medis atau penyebab yang mendasarinya. Trigliserida tinggi biasanya dideteksi melalui tes trigliserida pada pemeriksaan darah. Kadar trigliserida diukur dalam satuan milimeter per desiliter (mg/dL). Kadar trigliserida disebut normal jika kurang dari 150 mg/dL, sedangkan batas tinggi ada pada 150-199 mg/dL. Kadar trigliserida dalam darah disebut tinggi jika berada pada angka 200-499 mg/dL dan sangat tinggi jika hasil pemeriksaan lebih dari 500 mg/dL.

Baca juga: 7 Cara untuk Menurunkan Trigliserida dalam Darah

Trigliserida Tinggi dan Diabetes

Salah satu pemicu tingginya kadar trigliserida adalah mengidap penyakit diabetes. Namun tahukah kamu, ternyata kedua kondisi ini saling memengaruhi. Diabetes mellitus tipe 2 adalah jenis penyakit yang terjadi karena naiknya kadar gula dalam darah. Salah satu penyebab hal tersebut bisa terjadi adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kadar gula tambahan dan karbohidrat.

Risiko penyakit diabetes menjadi lebih tinggi pada orang yang memiliki sedikit aktivitas fisik alias jarang berolahraga. Kedua kebiasaan tersebut nyatanya juga merupakan penyebab tingginya kadar trigliserida dalam darah.

Selain kesamaan pada penyebabnya, tingginya kadar trigliserida ternyata juga berpengaruh dan bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi yang terjadi karena menurunnya kemampuan insulin dalam memproses glukosa yang masuk ke dalam tubuh. Insulin berperan dalam mentransfer glukosa atau gula darah ke sel-sel tubuh yang kemudian mengubahnya menjadi energi.

Baca juga: Takut diabetes? Ini 5 Bahan Pengganti Gula

Jika resistensi insulin terjadi, artinya tubuh tidak dapat bekerja maksimal dalam memproses glukosa. Akibatnya, glukosa dan trigliserida akan berkumpul dan menumpuk dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan seseorang mengalami diabetes.

Masih penasaran tentang pengaruh trigliserida tinggi pada penyakit diabetes? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.