Ketahui Tugas-Tugas dari Spesialis Radiologi

Ketahui Tugas-Tugas dari Spesialis Radiologi

Halodoc, Jakarta - Spesialis radiologi atau juga dikenal dengan sebutan radiologis adalah dokter spesialis yang fokus pada pemeriksaan radiologi, dalam rangka mendeteksi, menentukan diagnosis, dan mengobati suatu penyakit menggunakan prosedur pencitraan. Prosedur tersebut adalah rontgen, CT scan, pencitraan resonansi magnetik (MRI), kedokteran nuklir, dan USG

Untuk bisa menjabat gelar spesialis radiologi, seorang dokter harus menempuh program pendidikan spesialis radiologi terlebih dahulu. Pendidikan spesialis radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan radiasi untuk memindai tubuh bagian dalam, guna mendeteksi dan mengobati penyakit. 

Baca juga: Berapa Kali Sebaiknya Medical Check Up dalam Setahun?

Apa Saja Tugas Spesialis Radiologi?

Secara umum, dokter spesialis radiologi memiliki beberapa tugas pokok, yaitu:

  • Menentukan metode tes pencitraan yang paling efektif dan aman bagi peserta.

  • Melaksanakan pemeriksaan radiologi bersama radiographer (teknisi radiologi).

  • Menganalisis, mengevaluasi, dan membacakan hasil pemeriksaan radiologi peserta.

  • Menentukan jenis kelainan dan tingkat keparahan kondisi yang diidap pasien.

  • Menyarankan pemeriksaan lanjutan atau pengobatan untuk pasien, jika diperlukan.

Kemudian, dokter spesialis radiologi juga memiliki kewenangan klinis, yang dibedakan berdasarkan bidangnya, sebagai berikut:

1. Radiologi Dada (Toraks). 

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi radiografi konvensional (Rontgen dada), CT scan rongga dada, USG pleura.

2. Muskuloskeletal

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi Rontgen tulang dan otot, CT scan tulang, MRI tulang, pemindaian tulang (bone scan), dan USG (Doppler) sendi dan jaringan lunak.

3. Saluran Kemih dan Organ Genital

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi urografi intravena, retrograd/antegrade pyelografi, uretrosistografi, micturating cystourethrography (MCU), uretrografi, USG (Doppler) saluran kemih, USG testis, genitografi, CT/MR urography, dan MRI organ kelamin dalam.

Baca juga: 6 Jenis Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah

4. Saluran Cerna

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi Rontgen perut (abdomen), barium meal, barium enema (colon in loop), lopografi, fistulografi, CT kolonoskopi, ERCP, CT/MRI saluran cerna.

5. Neuroradiologi (saraf dan otak)

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi CT scan serta MRI otak dan saraf tulang belakang, MR myelography, USG otak.

6. Radiologi Intervensional dan Kardiovaskular

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi angiografi, venografi, limfografi, myelografi, embolisasi transarterial, biopsi terpimpin (guiding biopsy).

7. Pencitraan Payudara

Prosedur pemeriksaan radiologi pada payudara yang meliputi mamografi, USG payudara, MRI dan CT scan payudara, serta duktulografi (pemeriksaan saluran susu).

8. Pencitraan Kepala-Leher

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi radiografi konvensional, CT scan daerah kepala dan leher, MRI daerah kepala dan leher, USG daerah leher, sialografi (kelenjar liur), dan dakriosistografi (kelenjar air mata).

9. Kedokteran Nuklir

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi skintigrafi tulang, skintigrafi ginjal, limfoskintigrafi, skintigrafi tiroid, dan skintigrafi hepatobiliar.

Baca juga: 5 Jenis Kanker yang Bisa Dideteksi dengan Teknologi Nuklir

Kondisi Medis Apa Saja yang Bisa Ditangani oleh Spesialis Radiologi?

Berikut beberapa kondisi medis yang dapat ditangani oleh spesialis radiologi melalui pemeriksaan radiologi:

  • Kanker dan tumor.

  • Kelainan pada paru-paru, seperti: pneumonia, bronkopneumonia, tuberkulosis, bronkitis, Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), pneumotoraks, dan hemotoraks.

  • Kelainan pada saluran cerna, seperti: gangguan menelan karena akalasia, penyakit asam lambung, kolesistitis, peritonitis, perdarahan pada saluran cerna, hernia, hingga adanya luka pada dinding saluran cerna akibat infeksi atau radang.

  • Kelainan pada saluran kemih, seperti: infeksi saluran kemih, infeksi ginjal atau pielonefritis, sumbatan pada saluran kemih atau kandung kemih, pembesaran prostat, dan batu saluran kemih.

  • Kelainan pada jantung dan pembuluh darah, seperti: gagal jantung kongestif, penyakit jantung, aterosklerosis, penyakit katup jantung, gangguan otot jantung, varises, trombosis vena dalam (DVT), dan malformasi arteri vena.

  • Kelainan pada saraf dan otak, seperti: meningitis, ensefalitis, infark serebral, stroke, perdarahan otak, hematoma subdural, dan hidrosefalus.

  • Kelainan pada organ reproduksi, seperti: torsio testis, varikokel, kista ovarium, miom uteri (fibroid rahim), dan infeksi rahim.

  • Kelainan pada sistem muskuloskeletal, seperti: patah tulang tertutup, pergeseran tulang dan sendi, tumor tulang, dan massa jaringan lunak.

Itulah sedikit penjelasan tentang tugas-tugas spesialis radiologi. Jika kamu mengalami masalah kesehatan, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!