Ketindihan saat Tidur Bisa Jadi Gejala Hemiplegia?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
ketindihan-saat-tidur-bisa-jadi-gejala-hemiplegia

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami rasa “ketindihan” sesuatu saat sedang tidur? Jika pernah, hal yang muncul pertama kali pada pikiran kamu adalah kejadian yang berhubungan dengan mistis. Kondisi ketindihan atau sleep paralysis. Ketindihan biasanya dikaitkan dengan kondisi mistis, padahal hal tersebut hanyalah mitos.

Baca juga: Yang Perlu Diketahui tentang Sleep Paralysis

Sleep paralysis berkaitan langsung dengan kondisi tubuh maupun kebiasaan tidur kamu. Meskipun begitu, kondisi ketindihan tidak memiliki dampak pada kesehatan kamu. Yuk, ketahui apa penyebab seseorang dapat mengalami sensasi ketindihan saat tidur.

Ketahui Penyebab Seseorang Alami Sensasi Ketindihan

Saat kamu tidur ada beberapa proses yang dilalui hingga sampai tahap kamu tertidur pulas, yaitu tidur ringan, tidur dalam hingga tahap REM (rapid eye movement). Selama mengalami proses REM, otak mengirimkan sinyal untuk melemahkan otot pada tubuh sehingga kamu tidak dapat bergerak ketika kamu bermimpi. 

Sensasi ketindihan atau sleep paralysis terjadi ketika proses mekanisme otak dan tubuh tidak berjalan selaras ketika kamu tidur. Hal ini mengakibatkan kamu terbangun secara tiba-tiba saat masih berada dalam tahap REM. Saat siklus REM belum selesai namun kamu sudah terbangun, otak belum siap mengirimkan sinyal pada tubuh untuk kembali menggerakan otot pada tubuh. Hal ini yang menyebabkan tubuh terasa kaku, sulit bernapas, dan tidak mampu berbicara.

Pada beberapa kasus mengatakan bahwa saat ketindihan mereka bisa melihat makhluk gaib, padahal mungkin mereka hanya mengalami halusinasi. Umumnya, sleep paralysis berkaitan dengan halusinasi. Halusinasi adalah efek yang muncul pada tubuh saat mengalami setengah kesadaran.

Baca juga: Sleep Paralysis alias Ketindihan Sebabkan Mimpi Buruk, Mitos atau Fakta?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang alami sleep paralysis, seperti kurang tidur, tingkat stres yang tinggi, gangguan kesehatan mental seperti bipolar, mengalami gangguan tidur, posisi tidur telentang, dan penyalahgunaan narkoba.

Apakah Gejala Hemiplegia Termasuk Sensasi Ketindihan?

Kondisi ketindihan tidak memberikan dampak pada kesehatan kamu. Selain itu, ketindihan atau sleep paralysis bukan menjadi gejala penyakit, seperti hemiplegia. Hemiplegia adalah kondisi ketika terjadi kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh. Kondisi ini disebabkan hilangnya kemampuan gerak otot karena kerusakan otak yang disebabkan oleh faktor tertentu, seperti cedera otak atau stroke. Umumnya, kelumpuhan yang terjadi pada satu sisi yang berlawanan dengan bagian otak yang mengalami kerusakan.

Pengidap hemiplegia dapat kehilangan pengendalian kontrol terhadap kandung kemih, kesulitan berjalan, terasa kaku dan lemah pada salah satu sisi bagian tubuh, kehilangan keseimbangan tubuh, sulit berbicara, sulit menelan, dan sulit bernapas.

Tidak hanya itu, biasanya pengidap hemiplegia mengalami gangguan koordinasi gerakan. Ketahui tanda yang menjadi gejala dari penyakit hemiplegia agar segera mendapatkan penanganan pada rumah sakit terdekat. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter secara online hanya melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Ternyata, Ini Penyebab Utama Terjadinya Hemiplegia

Tentu pengidap hemiplegia membutuhkan perawatan yang intens agar dapat kembali bergerak dengan normal. Sedangkan seseorang yang alami sleep paralysis, sebaiknya tenang dan jangan melawan kondisi yang sedang dialami. Sebaiknya konsentrasi dan gerakan secara perlahan bagian jari atau wajah untuk kembali membuat tubuh bisa bergerak seperti semula.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Sleep Paralysis
Spinal Cord. Diakses pada 2019. Hemiplegia