Ketuban Pecah, Ini Tanda-Tanda Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
ketuban pecah, tanda tanda melahirkan, sakit perut tanda melahirkan

Halodoc, Jakarta - Tanda-tanda melahirkan pasti akan dirasakan semua ibu ketika sudah mendekati waktunya. Melahirkan adalah proses yang panjang dan melelahkan. Namun, tidak semua wanita mengalami tanda-tanda melahirkan yang sama. Biasanya, tanda-tanda melahirkan sudah dapat dirasakan ibu beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan. Nah, sambil menunggu waktunya tiba, sebaiknya ibu ketahui tanda-tandanya terlebih dulu.

Baca juga: Yang Harus Diketahui Jika Melakukan Persalinan Normal

Ketuban pecah merupakan tanda melahirkan yang paling umum diketahui oleh semua wanita yang tengah mengandung. Sebelum ketuban pecah, biasanya ibu hamil akan lebih dulu merasakan kontraksi. Jika hal ini terjadi, berarti persalinan akan segera dilaksanakan. Namun jika air ketuban pecah terlebih dulu, tetapi ibu hamil tidak juga merasakan kontraksi, Si Kecil dalam janin akan lebih mudah terserang infeksi. Hal tersebut terjadi karena cairan yang melindungi bayi dari kuman telah pecah.

Kondisi tersebut akan sangat membahayakan si buah hati. Biasanya, ketika hal tersebut terjadi, dokter akan melakukan proses induksi. Bagi ibu hamil, segeralah lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Biasanya, persalinan terjadi sekitar 24 jam setelah pecahnya air ketuban. Selain pecahnya ketuban, berikut ini tanda-tanda melahirkan yang harus ibu ketahui:

1. Nyeri Punggung, Sakit Perut, atau Kram Perut

Rasa sakit ini sama seperti yang dirasakan wanita saat masa pramenstruasi. Rasa sakit tersebut merupakan gejala yang paling umum terjadi. Kram dan sakit perut terjadi akibat bayi mulai turun ke arah mulut rahim, sehingga perut akan semakin mengeras.

Baca juga: 4 Olahraga untuk Bantu Ibu Hamil Melahirkan Normal

2. Meningkatnya Keinginan untuk Buang Air Kecil

Bayi akan turun ke tulang panggul, beberapa hari atau beberapa minggu sebelum persalinan. Hal tersebut akan membuat rahim menekan kandung kemih, sehingga keinginan buang air kecil jadi meningkat.

3. Merasakan Kontraksi Palsu

Pada ibu hamil yang merasakan kontraksi ini, biasanya akan terjadi kram perut yang datang dan pergi. Namun, kram yang dirasakan tidak sekuat saat kontraksi sungguhan terjadi. Kontraksi palsu berlangsung 30–120 detik. Sedangkan kontraksi sungguhan, dapat hilang ketika ibu berpindah posisi atau relaks.

4. Adanya Lendir Kental Bercampur Darah dari Vagina

Setelah wanita mengandung, serviks akan tertutup oleh lendir kental. Namun, ketika mendekati hari kelahiran, serviks akan membesar dan membuat lendir tersebut keluar. Jangan dulu panik, lendir ini biasanya berwarna bening, merah muda, atau sedikit bercampur darah. Perlu diketahui, lendir bercampur dengan darah tidak selalu menjadi tanda melahirkan, hal ini juga dapat terjadi ketika ibu berhubungan seksual saat sedang hamil.

5. Perubahan pada Serviks

Biasanya, ketika memasuki waktu melahirkan, jaringan pada serviks akan melunak dan elastis. Namun, pembukaan serviks tidak menjadi jaminan ibu akan segera melahirkan. Pada ibu hamil yang sudah pernah mengalami kehamilan sebelumnya, serviks akan lebih mudah membesar dengan ukuran 1–2 sentimeter sebelum persalinan dimulai.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Setelah Melahirkan Normal 

Tanda-tanda melahirkan dalam proses persalinan akan berbeda pada setiap ibu hamil. Hal inilah yang kerap menimbulkan rasa cemas pada setiap calon ibu. Persalinan normal memang sangat berbeda dengan caesar, pasalnya, persalinan normal membutuhkan ketepatan dalam mengartikan tanda-tanda melahirkan yang dikirimkan oleh tubuh. Mengetahui tanda-tanda melahirkan sangatlah penting, jadi, jangan salah mengartikannya ya, Bu. Semoga ibu dan bayi dalam keadaan yang sehat setelah melahirkan.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Pregnancy and Signs of Labor.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. Signs Of Labor.