Kista Epididimis, Apakah Termasuk Penyakit Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kista Epididimis, Apakah Termasuk Penyakit Berbahaya?

Halodoc, Jakarta – Kista epididimis adalah benjolan kecil berisi cairan yang berada pada saluran testis. Cairan di dalam kista ini seringnya mengandung sperma yang tidak lagi hidup. Jika kamu raba, rasanya seperti benjolan yang keras dan kencang di dalam skrotum di atas testis.

Kista epididimis biasanya tidak berbahaya dan bisa diobati. Malahan perawatannya tidak diperlukan, karena ketika kista ini mengecil dengan sendirinya. Namun, terkadang kista epididimis bisa membesar dan menyebabkan ketidaknyamanan. Selengkapnya mengenai kondisi ini, ada di uraian di bawah ini.

Penyebab dan Penanganan Kista Epididimis

Tadi sudah dijelaskan kalau kista epididimis adalah kelainan pada kantong kulit yang menggantung di belakang penis (skrotum). Testis memproduksi, menyimpan, dan mengangkut hormon yang menghasilkan sperma 

Kista epididimis dapat terjadi karena akumulasi cairan, pertumbuhan jaringan abnormal, atau pengerasan pada isi testis, sehingga menjadi bengkak, meradang, atau mengeras. Kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter, bahkan jika kamu tidak kesakitan atau memiliki gejala lain. 

Baca juga: Apakah Kista Epididimis Bisa Sebabkan Komplikasi?

Dikhawatirkan kista epididimis dapat menjadi kanker ataupun memengaruhi fungsi dan kesehatan testis. Butuh informasi lebih lengkap mengenai kista epididimis, tanyakan langsung saja di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Tanda dan gejala kista epididimis ini bisa bervariasi tergantung pada kelainannya. Tanda dan gejala termasuk:

  1. Benjolan yang tidak biasa pada testis.

  2. Nyeri mendadak.

  3. Rasa sakit yang tumpul atau perasaan berat pada testis.

  4. Nyeri yang menjalar ke selangkangan, perut atau punggung bagian bawah.

  5. Testis yang lunak, bengkak, atau mengeras.

  6. Pembengkakan di skrotum.

  7. Kemerahan pada kulit skrotum.

  8. Sensasi mual atau muntah.

Baca juga: Alami Kista Epididimis Ini Cara Mengobatinya

Jika penyebab kista epididimis adalah adalah infeksi, tanda dan gejala juga mungkin termasuk:

  1. Demam.

  2. Intensitas frekuensi buang air kecil.

  3. Nanah atau darah dalam urine.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kista epididimis bisa bervariasi karena berbagai penyebab kelainan skrotum. Faktor-faktor risiko yang signifikan meliputi:

  1. Testis Tidak Turun 

Testis yang tidak turun ini biasanya terjadi pada masa awal perkembangan janin. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko lain, seperti hernia inguinalis, torsio testis, kanker testis, termasuk juga abnormalitas testis, yang dapat meningkatkan risiko massa skrotum dan kanker testis di kemudian hari.

  1. Riwayat Kanker Testis

Jika kamu mengidap kanker di satu testis, maka berisiko lebih tinggi terkena kanker yang memengaruhi testis lainnya. Memiliki ayah atau saudara lelaki yang pernah mengidap kanker testis juga meningkatkan risiko mengalami kista epididimis.

  1. Komplikasi

Tidak semua kista epididimis menyebabkan komplikasi jangka panjang. Namun, massa apapun yang memengaruhi kesehatan atau fungsi testis dapat mengakibatkan keterlambatan atau perkembangan yang buruk selama masa pubertas, termasuk juga infertilitas.

Cek Dini Kista Epididimis

Melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi testis dapat membantu kamu menemukan kista epididimis sejak dini. Ini akan memungkinkan kamu mendapatkan perawatan medis sesegera mungkin. 

Periksa testikel sebulan sekali, terutama jika kamu memiliki kanker testis atau memiliki riwayat keluarga kanker testis. Lakukan pemeriksaan dengan menggunakan air hangat atau saat mandi. Panas dari air melemaskan skrotum, membuatnya lebih mudah untuk diperiksa.

Berdiri di depan cermin. Carilah pembengkakan pada kulit skrotum. Gosok skrotum dengan satu tangan untuk melihat apakah rasanya berbeda dari biasanya. Periksa satu testis pada satu waktu menggunakan kedua tangan. Tempatkan jari telunjuk dan tengah di bawah testis, letakkan ibu jari di atas.

Gulung testis dengan lembut di antara ibu jari dan jari untuk merasakan adanya benjolan. Testis biasanya halus, berbentuk oval, dan agak keras. Adalah kondisi normal untuk satu testis sedikit lebih besar dari yang lain. 

Referensi:

UW Health.org. Diakses pada 2019. Spermatocele (Epididymal Cyst).
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Scrotal masses.