19 December 2017

Konsumsi Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Konsumsi Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta – Sama seperti kanker lainnya, kanker payudara adalah satu kondisi yang sangat ditakuti. Pasalnya penyakit ini termasuk jenis penyakit mematikan dan berpotensi menggerogoti kesehatan seseorang. Dan tahukah kamu, salah satu yang dapat menyebabkan penyakit adalan gaya hidup?

Nyatanya gaya  hidup dan kebiasaan sehari-hari berhubungan langsung dengan kondisi tubuh, termasuk kemungkinan kanker. Salah satu kebiasaan yang paling berpotensi “mengundang” kanker adalah terlalu sering mengonsums alkohol.

Sejumlah ahli menyebut kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker payudara setidaknya 5 persen. Terutama pada wanita. Dan semakin banyak alkohol yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin tinggi risiko kanker  payudara.

Penelitian menemukan bahwa mengonsumsi sekitar 3-5 gelas alkohol dalam satu hari akan meningkatkan  risiko kanker payudara hingga 50 persen. Hal ini terjadi karena kandungan ethanol yang terdapat dalam segelas red wine dan bir.

Para ahli beranggapan bahwa menenggak alkohol dapat mmemicu peningkatan hormon estrogen dalam tubuh. Hormon yang berlebihan inilah yang kemudian memicu terjadinya kanker payudara. Pasalnya ada banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa hormon estrogen memiliki hubungan yang sangat erat dengan kandungan yang terdapat pada alkohol.

Sayangnya, tak ada batasan yang cukup jelas mengenai berapa banyak kandungan ethanol yang dapat dengan nyata memicu terjadinya risiko kanker payudara. Namun sejumlah ahli percaya bahwa sedikit saja mengonsumsi alkohol bisa menyebabkan penyakit ini. Dan risiko menjadi jauh meningkat pada wanita.

Bahkan alkohol telah dinobatkan sebagai asupan yang menjadi faktor risiko “pasti” penyakit kanker. Pernyataan ini dikeluarkan oleh American Society of Clinical Oncology (ASCO) guna meningkatkan kesadaran tentang betapa berbahayanya konsumsi alkohol secara berlebihan.

Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyebut alkohol sebagai karsinogen yaitu suatu unsur yang dapat menyebabkan kanker. Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga bisa mempercepat risiko remaja terserang kanker payudara.

Kebiasaan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

Selain faktor risiko yang meningkat, nyatanya ada pula sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker payudara. Selain dengan melakukan pengecekan payudara secara berkala, rutin mengonsumsi sayur-sayuran dan buah ternyata dapat menurunkan risiko tersebut. Bahkan pada seseorang yang rutin makan buah dan sayur sejak remaja, disebut mampu menurunkan risiko kanker payudara hingga 25 persen.

Selain mengganti makanan menjadi buah dan sayur, salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko kanker payudara adalah dengan rutin melakukan senam. Nyatanya kegiatan fisik seperti berlari dan bersepeda cepat disebut mampu menurunnkan risiko kanker sekitar 17 persen pada wanita muda dan pada wanita di usia pasca menopause menurun hingga 10 persen.

Mengatur pola makan dengan hanya mengonsumsi makanan sehat serta rutin melakukan senam juga dapat membantu menurunkan berat badan. Pasalnya kelebihan berat badan adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Risiko semakin meningkat pada seseorang yang memiliki berat badan dan tidak pernah berolahraga.

Menjalankan pola hidup sehat telah terbukti baik dan bisa membantu menjaga kondisi tubuh. Sayangnya, hal ini masih menjadi “musuh besar” bagai sebagian orang. Agar tak terkena penyakit ini, dan penyakit mematikan lainnya, yuk mulai ubah pola hidup dan kurangi kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan juga bisa membantu kamu mendeteksi penyakit sedini mungkin, sehingga pencegahan terbaik bisa dilakukan. Andalkan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Bicarakan seputar masalah kesehatan dan rencana pola hidup yang akan dijalankan. Lewat Halodoc, kamu jua bisa membeli produk kesehatan dan pesanan akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang!