Kulit Gampang Hitam, Risiko Hyperpigmentation?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kulit-gampang-hitam-risiko-hyperpigmentation-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan orang, terutama wanita, ingin memiliki kulit yang cerah dan halus. Namun, beberapa orang cenderung memiliki kulit yang mudah menghitam. Hati-hati, kondisi tersebut bisa saja merupakan gejala dari hiperpigmentasi. Yuk, ketahui lebih lanjut tentang hiperpigmentasi di bawah ini.

Hiperpigmentasi adalah istilah yang diberikan oleh para ahli untuk menunjukkan kondisi munculnya bercak-bercak kulit yang menjadi gelap daripada area kulit disekitarnya. Jenis-jenis hiperpigmentasi termasuk bintik-bintik penuaan, melasma, dan hiperpigmentasi pascainflamasi. Masing-masing kondisi tersebut memiliki penyebab yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang berbeda juga.

Apa Itu Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi terjadi ketika kulit memproduksi lebih banyak melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pada kulit yang tampak lebih gelap daripada daerah sekitarnya.

Hiperpigmentasi adalah kondisi kulit yang umum dan dapat bisa dialami oleh siapa saja. Beberapa bentuk hiperpigmentasi, seperti melasma dan bintik-bintik matahari lebih sering terjadi di area kulit yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, lengan, dan kaki. Sedangkan jenis hiperpigmentasi lainnya yang terbentuk setelah cedera atau radang kulit, seperti luka, terbakar, jerawat, atau lupus, dapat terjadi di mana saja di tubuh.

Hiperpigmentasi di beberapa area kulit biasanya tidak berbahaya, tetapi kadang-kadang juga bisa mengindikasikan kondisi medis lainnya.

Baca juga: Jarang Keluar Rumah Tapi Muncul Flek Hitam, Ini Penyebabnya

Penyebab Hiperpigmentasi

Penyebab hiperpigmentasi yang paling umum adalah produksi melanin berlebih. Melanin diproduksi oleh sel-sel kulit yang disebut melanosit. Beberapa kondisi atau faktor tertentu dapat memengaruhi produksi melanin dalam tubuh, seperti:

  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat kemoterapi juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi sebagai efek samping.

  • Kehamilan. Perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan dapat memengaruhi produksi melanin pada beberapa wanita.

  • Penyakit endokrin langka yang disebut penyakit Addison dapat menyebabkan hiperpigmentasi yang paling sering terjadi di area paparan sinar matahari, seperti wajah, leher, dan tangan, serta area yang sering terkena gesekan, contohnya siku dan lutut.

  • Paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan produksi melanin. 

Baca juga: Kulit Lebih Gelap saat Hamil, Wajarkah?

Gejala dan Faktor Risiko Hiperpigmentasi

Area gelap pada kulit adalah gejala utama hiperpigmentasi. Bercak tersebut dapat bervariasi dari segi ukuran dan dapat berkembang di mana saja pada tubuh.

Sebenarnya faktor risiko terbesar untuk hiperpigmentasi umum adalah paparan sinar matahari dan peradangan. Sebab, kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan produksi melanin. Semakin besar paparan sinar matahari, semakin besar risiko peningkatan pigmentasi kulit.

Selain itu, orang yang memiliki jenis kulit yang lebih gelap atau mudah menghitam juga lebih rentan mengalami hiperpigmentasi. Berikut faktor risiko hiperpigmentasi lainnya:

  • Penggunaan kontrasepsi oral atau kehamilan, seperti yang terjadi pada kasus melasma.

  • Mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan sensitivitas kamu terhadap sinar matahari.

  • Trauma pada kulit, seperti luka atau luka bakar yang ringan.

Bila kamu memiliki jenis kulit yang mudah gelap dan tiba-tiba mengalami gejala hiperpigmentasi, coba bicarakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja. 

Namun, kamu enggak usah khawatir, karena hiperpigmentasi biasanya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan cara-cara yang mudah. Salah satunya dengan mengoleskan krim atau salep yang mengandung vitamin C dan asam kojic. Kedua kandungan tersebut dipercaya mampu mencerahkan sekaligus mengurangi hiperpigmentasi kulit. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan krim pelembab yang dijual bebas. Pilihlah produk yang mengandung bahan hydroquinone dan tretinoin yang dapat membantu mencerahkan kulit.

Baca juga: Ini Cara Merawat dan Mencegah Hiperpigmentasi Kulit

Itulah penjelasan mengenai faktor risiko hiperpigmentasi. Jangan lupa download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play ya.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to know about hyperpigmentation.
Healthline. Diakses pada 2019. What You Should Know About Hyperpigmentation.