26 October 2017

Lakukan Ini Agar Cepat Hamil

Lakukan Ini Agar Cepat Hamil

Halodoc, Jakarta – Pasangan yang sudah menikah biasanya langsung akan mendambakan kehadiran buah hati di tengah keluarga kecil mereka. Segala usaha pun dilakukan agar ibu akhirnya bisa hamil si kecil. Namun sayangnya, tidak selalu pasangan yang menikah langsung dikaruniai buah hati, pasalnya kesuburan ketika berhubungan intim turun berperan dalam terjadinya kehamilan.

Jika ibu termasuk salah satu yang tengah menantikan kehadiran buah hati, yuk simak beberapa tips berikut agar lekas hamil:

  • Stop KB

Bagi orang tua yang sudah pernah memiliki anak dan melakukan KB sebaiknya mulai hentikan pemakaian KB begitu punya rencana untuk hamil anak kedua. Begitu pun dengan pasangan yang belum pernah memiliki anak, hentikan penggunaan KB dan alat kontrasepsi lainnya agar kehamilan lekas terjadi.

  • Program Dokter

Pemeriksaan ke dokter diperlukan bagi pasangan yang ingin segera memiliki momongan. Terutama jika sang istri memiliki jadwal datang bulan yang tidak teratur. Ini berarti waktu subur ibu tidak diketahui secara pasti. Pemeriksaan ke dokter untuk program hamil diperlukan untuk meminta saran terbaik agar segera hamil. Selain itu, pemeriksaan sebelum kehamilan juga perlu untuk mendeteksi kemungkinan ibu terkena suatu penyakit tertentu agar tak berbahaya untuk janin di kemudian hari.

Peyman Banooni, M.D, Cedars-Sinai Medical Center in Los Angeles, CA menyatakan jika seseorang sudah siap berkeluarga dan punya anak, maka ke dokter kandungan adalah hal yang wajib. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti ginekologi, tes penyakit seksual menular, tes darah, hingga tes rubella.

  • Masa Ovulasi

Jika siklus mensturasi adalah 28 hari maka biasanya ovulasi akan terjadi di hari ke-14 dari hari pertama siklus menstruasi. Tapi jika ragu akan siklus ini, kamu bisa menggunakan aplikasi pendeteksi masa ovulasi yang bisa diunduh gratis. Perlu kamu ketahui kalau sel telur bisa bertahan hidup selama 12 hingga 24 jam setelah ovulasi, sedangkan sperma bisa bertahan hidup selama 48 hingga 72 jam setelah berhubungan intim. Jadi menemukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim sangatlah penting.

  • Hubungan Intim yang Nyaman

Jika selama ini berhubungan intim dengan bantuan pelumas, sebaiknya mulai lakukan foreplay lebih lama sehingga tak lagi butuh pelumas. Pelumas ini bisa membuat sperma bekerja secara maksimal sehingga mengurangi peluang terjadi kehamilan. Namun kalau memang benar-benar membutuhkan pelumas, American Society for Reproductive Medicine menyarankan air mineral dan minyak canola sebagai pelumas alami.

  • Say No to Rokok!

American Society for Reproductive Medicine menyatakan kalau rokok bisa jadi penyebab menopause dini, yakni 1-4 tahun lebih cepat dibandingkan jika tidak merokok. Jadi bagi yang sedang melakukan program hamil, tentu sebaiknya dihindari. Bagi orang yang sudah hamil, merokok bahkan bisa meningkatkan risiko negatif bagi kehamilan. Beberapa risiko negatif akibat merokok adalah keguguran, bayi lahir prematur dan berat badan rendah, serta risiko sudden infant death syndrome atau kematian bayi mendadak.

  • Jauhi Stres

Calon ibu butuh ketenangan pikiran agar bisa membangun pikiran positif. Buang jauh perasaan khawatir karena belum memiliki buah hati. Terus berusaha dan lakukan yang terbaik serta ikuti saran dari dokter. Dengan begini ibu jadi terhindar dari stres dan lebih rileks. Alternatifnya bisa melakukan yoga pasangan sehingga terasa lebih romantis dan juga meningkatkan mood.


Jika kamu dan pasangan butuh saran kesehatan dari dokter mengenai kondisi kesehatan kandungan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu kamu juga bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan seperti vitamin dan suplemen dengan Halodoc. Pesanan kamu akan siap diantar ke tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.