05 December 2017

Langkah Awal Atasi Keracunan Makanan Saat Traveling

Langkah Awal Atasi Keracunan Makanan Saat Traveling

Halodoc, Jakarta – Kalau berlibur ke kota atau negara tertentu, pastinya wajib dong mencicipi makanan khas dan ternama yang ada di sana. Tapi mencicipi berbagai makanan yang tidak diketahui kebersihan bahan-bahannya atau proses pengolahannya yang kurang matang, dapat membuat kamu mengalami keracunan makanan lho. Jika sampai terjadi, jangan panik, kamu bisa kok melakukan langkah-langkah awal untuk mengatasi keracunan makanan.

Semua makanan secara alami memang mengandung sejumlah kecil bakteri. Namun melalui proses masak yang kurang matang atau tidak benar, bakteri yang terdapat dalam makanan dapat berkembang biak menjadi sangat banyak, sehingga menyebabkan orang yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami keracunan. Selain bakteri, makanan yang terkontaminasi oleh virus, parasit, atau bahan kimia tertentu juga dapat menyebabkan keracunan. Jika kamu mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan tertentu, ini beberapa langkah awal yang bisa kamu lakukan:

1. Kenali Gejalanya

Gejala keracunan makanan dapat dirasakan tidak lama setelah mengonsumsi makanan, sampai tiga hari setelahnya. Secara umum, gejala-gejala yang timbul adalah mual dan muntah-muntah, diare, sakit perut atau kram, demam dan dehidrasi.

2. Perbanyak Cairan dalam Tubuh

Ketika kamu mengalami keracunan makanan, tubuhmu secara alami akan mencoba mengeluarkan racun tersebut melalui muntah dan diare. Jika tidak segera diatasi dan dibiarkan cukup lama, kamu dapat mengalami dehidrasi. Dehidrasi membuat tubuh pengidapnya pusing ketika berdiri dan detak jantung bertambah semakin cepat. Karena itu, penuhi kebutuhan cairan dalam tubuhmu yang hilang dengan banyak minum air putih atau minum minuman yang sangat baik untuk mengganti cairan tubuh, seperti oralit, minuman berelektrolit, dan air kelapa.  

3. Minum Obat

Kamu bisa mengonsumsi tablet karbon aktif yang berguna untuk menyerap racun di dalam saluran pencernaan. Minum tablet karbon aktif dengan menggunakan air putih. Selain itu, kamu juga boleh meminum obat untuk meredakan rasa mual dan muntah, tapi hindari meminum obat diare, karena dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik.

4. Minuman Susu

Selain meminum obat-obatan, susu juga terkenal dapat mengikat racun yang masuk ke dalam tubuh dan merangsang pengidap keracunan untuk muntah, sehingga racun bisa dikeluarkan. Tapi jika kamu sudah mengalami diare dan muntah-muntah, hindari meminum susu.

5. Konsumsi Makanan yang Lembut

Perut yang sakit akibat keracunan belum bisa menerima makanan yang bermacam-macam dulu, seperti makanan pedas, asin, dan lain-lain. Selain itu, mengonsumsi makanan padat hanya akan memicu muntah dan diare. Jadi, kamu sebaiknya mengonsumsi makanan yang lembut dulu, seperti bubur atau sup dalam porsi yang sedikit sampai kondisi pencernaanmu pulih. Walaupun kamu mungkin akan kehilangan napsu makan ketika mengalami keracunan, tapi tetap usahakan agar perutmu sedikit terisi.

6. Segera Kunjungi Dokter

Keracunan makanan biasanya dapat membaik dalam waktu 48 jam setelah melakukan penanganan pertama di atas. Namun, jika gejala seperti diare dan muntah masih belum berhenti juga setelah dua hari, segera kunjungi dokter untuk pengobatan lebih lanjut. Khusus untuk anak-anak dan lansia, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas medis terdekat jika mengalami keracunan makanan.

Kamu bisa membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Voice/Video Call dan Chat untuk meminta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Kamu juga bisa membeli berbagai produk kesehatan di Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order lewat aplikasi dan pesananmu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.