Makanan Sehat untuk Bantu Proses Pengobatan Penyakit Paget

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Makanan Sehat untuk Bantu Proses Pengobatan Penyakit Paget

Halodoc, Jakarta - Penyakit paget dikaitkan dengan kelainan yang terjadi pada formasi tulang. Sederhananya, osteoblast atau sel tulang umumnya membentuk tulang baru di permukaan yang rata dan lunak. Pada kasus penyakit paget, proses pembentukan tulang baru di tubuh menjadi terganggu, sehingga mengakibatkan tulang baru rapuh dan mudah cacat. Semua tulang tubuh terserang, tetapi yang paling mungkin pada bagian selangka, pelvis, kaki, punggung, dan tulang tengkorak. 

Gejala penyakit paget tidak jauh berbeda dengan nyeri tulang biasa, sehingga sering diabaikan dan tidak segera ditangani. Terkadang tidak ada gejala yang muncul pada beberapa orang. Rasa sakit pada tulang, nyeri pada sendi, dan sakit leher adalah gejala paling umum. Gejala lainnya termasuk rasa hangat pada kulit tulang yang terinfeksi, berkurangnya tinggi badan, hilangnya indra pendengaran, dan sakit kepala. 

Benarkah Makanan Sehat Bantu Proses Pengobatan Penyakit Paget?

Penyakit paget terdeteksi dengan melakukan pemeriksaan darah dan skrining tulang, terlebih jika kamu tidak mengalami gejala apa pun. Oleh karenanya, jangan pernah mengabaikan rasa nyeri pada tulang, karena terlambat penanganan membuat kondisi kamu menjadi lebih buruk, dan komplikasi pun mudah terjadi. Gunakan layanan Tanya Dokter di aplikasi Halodoc, atau buat janji langsung di rumah sakit jika kamu merasa gejala semakin mengganggu. 

Baca juga: Faktor Genetik Bisa Sebabkan Penyakit Paget, Benarkah?

Sayangnya, tidak ada pengobatan khusus untuk menangani penyakit paget, tetapi perawatan yang tepat bisa membantu meringankan gejalanya. Biasanya, jika kamu tidak menunjukkan gejala, dokter mungkin menunda perawatan sampai terjadi gejala. Lalu, benarkah konsumsi makanan sehat bisa membantu penyembuhannya?

Benar. Konsumsi makanan sehat, terutama yang kaya kalsium dan vitamin D membantu proses pengobatan penyakit paget dengan mengurangi gejalanya. Sumber kalsium terbaik bisa kamu dapatkan dari produk berikut: 

  • Produk susu (susu, keju, yogurt) yang rendah lemak. Susu yang terbuat dari kedelai atau gandum dengan kalsium tambahan;

  • Ikan yang dimakan dengan tulangnya, seperti ikan sardin.

Kamu disarankan untuk mengonsumsi sekitar 1.000 miligram kalsium harian, kemungkinan ada tambahan vitamin D jika memang diperlukan. Khusus untuk produk susu, kalsium lebih banyak terkandung pada susu skim dan semi-skim dibandingkan dengan susu full-fat. Namun, jika kamu tidak menyukai produk susu atau memiliki riwayat alergi, kamu harus mendapatkan rekomendasi makanan pengganti dari dokter. 

Baca juga: Pria Lebih Berisiko Terkena Penyakit Paget, Benarkah?

Selain makanan kaya kalsium, kamu juga membutuhkan asupan makanan yang kaya akan vitamin D untuk menyerap kalsium yang masuk ke tubuh. Terkadang, vitamin ini bisa didapat secara alami karena tubuh memroduksinya ketika kamu terpapar sinar matahari pagi. Kamu bisa mendapatkan asupan tambahan dari minyak ikan, tetapi harus tahu berapa banyak yang boleh dikonsumsi. 

Ikan salmon, sardin, dan makerel adalah jenis sumber vitamin D terbaik. Bisa juga dengan mengonsumsi daging merah, hati, dan kuning telur. Penggunaan suplemen vitamin D dianjurkan, tetapi dosisnya harus sesuai dengan petunjuk dokter. Jadi, jangan asal konsumsi, karena dosisnya berbeda berdasarkan usia dan kurangnya kadar vitamin D di dalam tubuh. 

Baca juga: Jarang Disadari, Waspadai 4 Penyakit Tulang Ini

Penyakit paget yang tidak tertangani dengan baik sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi ekspansi tulang, patah tulang, kompresi pada saraf, osteoartritis, hilangnya indra pendengaran, dan tumor pada kondisi yang sangat jarang terjadi.

Referensi: 
NHS. 2019. Paget’s Disease of Bone.
Versus Arthritis. 2019. Paget’s Disease of Bone.
Mayo Clinic. 2019. Paget’s Disease of Bone.