15 February 2019

Mau Cek Sperma? Begini Prosedur yang Mesti Dilakukan

Mau Cek Sperma? Begini Prosedur yang Mesti Dilakukan

Halodoc, Jakarta - Sperma yang sehat tentu jadi keinginan banyak pria. Dari sperma yang sehat ini, lahirlah sebuah keturunan yang sehat pula. Sebenarnya cara menjaga kualitas sperma enggak sulit, kok. Misalnya, bisa melalui dari pola makan yang sehat, rutin berolahraga, istirahat yang cukup, hingga menjauhi faktor-faktor yang bisa menurunkan kualitasnya.

Baca juga: Benarkah Kehamilan Ditentukan dari Banyaknya Sperma?

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengetahui bagus tidaknya sperma yang kita miliki. Simpel kok, semuanya bisa dilihat dari cek sperma. Lalu, seperti apa sih prosedur cek sperma?

Ketahui Prosedur Pemeriksaannya

Rumah sakit atau klinik umumnya akan menyediakan ruang khusus bagi seseorang untuk mengambil sampel sperma. Nah, salah satu cara untuk mengumpulkan sampelnya melalui mastrubasi. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bersihkan tangan dan Mr P dengan sabun dan air bersih, lalu keringkan.

  • Buka tutup wadah, pastikan wadah sampel ini bersih, kering, dan steril.

  • Ketika mencapai tahap akan ejakulasi, posisikan wadah sampel agar sperma bisa masuk ke dalam wadah saat ejakulasi. Ingat, jangan masukkan sperma yang tumpah ke dalam wadah.

  • Setelah sperma berhasil dimasukkan, tutup wadah hingga rapat dengan segera.

  • Lalu berilah nama, tanggal, dan waktu pengambilan sampel pada wadah.

Baca juga: Ciri Air Mani yang Sehat

Setidaknya ada dua hal penting yang perlu diketahui. Pertama, sampel sperma ini harus disimpan sesuai suhu tubuh. Bila terlalu hangat atau dingin, maka hasil pemeriksaan tak akan akurat. Kedua, sampel sperma harus segera dibawa ke laboratorium, dalam jangka waktu 30-60 menit setelah sperma diambil. Hal ini bertujuan agar mendapatkan sampel sperma yang baik dan tes yang akurat.

Cara mengumpulkan sampel sperma juga bisa melalui prosedur bedah. Misalnya, microsurgical epididymal sperm aspiration (MESA) atau testicular sperm aspiration (TESA). Namuni, prosedur ini hanya dilakukan bila seseorang memiliki gangguan kesuburan, yang mengakibatkan sedikit atau tak ada sperma yang keluar ketika ejakulasi.

Baca juga: 5 Alasan Donor Sperma Jadi Tren di Luar Negeri

Kriteria Sperma Normal

Setelah melakukan pemeriksaan sperma, biasanya hasil pemeriksaan ini dapat diterima dalam jangka waktu 24 jam hingga satu minggu. Pastinya pemeriksaan ini akan menunjukkan hasil yang normal atau abnormal. Nah, hasil pemeriksaan sperma bisa dikatakan normal bila:

  • Volume: 1,5-5 mL.

  • Waktu mencair selama 15-30 menit.

  • Tingkat keasaman (pH): 7,2-7,8.

  • Jumlahnya sekitar 20 juta hingga lebih dari 200 juta per mililiter.

  • Setidaknya 30 atau 50 persen bentuk sperma harus normal.

  • Pergerakan sperma: >50 persen sperma bergerak secara normal 1 jam setelah ejakulasi dan skala pergerakan sperma 3 atau 4.

  • Warnanya putih hingga keabu-abuan.

Tips Menghasilkan Sperma Sehat

Berikut beberapa tips untuk meningkatkan produksi sperma sehat.

  • Konsumsi Makanan Sehat. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Kandungan antioksidan di dalamnya bisa meningkatkan kesehatan sperma.

  • Menjaga berat badan ideal. Meningkatnya indeks massa tubuh, sering dikaitkan dengan penurunan jumlah dan pergerakan sperma.

  • Rutin berolahraga. Olahraga bisa meningkatkan kadar antioksidan yang berfungsi melindungi sperma.

  • Kelola stres. Ingat, stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.

  • Cegah infeksi menular seksual. Infeksi seperti chlamydia dan gonore, dapat memengaruhi kesuburan seorang pria. Oleh sebab itu, lakukanlah aktivitas seksual yang aman.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau ingin tahu cara meningkatkan kesuburan? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!