24 November 2017

Melahirkan dalam Air, Kenali Keuntungan & Risiko Water Birth

Melahirkan dalam Air, Kenali Keuntungan & Risiko Water Birth

Halodoc, Jakarta – Selain normal dan caesar, kini ada satu lagi metode terbaru untuk melahirkan, yaitu water birth. Banyak ibu yang tertarik dengan metode melahirkan dalam air ini, karena katanya tidak terlalu sakit. Selain itu, bayi yang lahir akan merasakan kondisi yang sama ketika berada di dalam cairan ketuban dalam perut ibu. Jika ibu ingin melahirkan dengan metode water birth, yuk ketahui dulu keuntungan dan risikonya berikut ini:

Berbeda dari persalinan normal dan caesar, dimana ibu melahirkan dengan cara berbaring di tempat tidur, proses melahirkan secara water birth memberikan pilihan kepada ibu untuk duduk, berjongkok atau posisi lainnya yang nyaman bagi ibu untuk mengejan di dalam air.

Keuntungan Water Birth

Metode water birth yang menggunakan air hangat sebagai media untuk melahirkan dianggap dapat mengurangi rasa sakit ibu pada waktu bersalin. Air hangat dapat membuat ibu lebih rileks, nyaman dan mengurangi hormon stres. Sebaliknya, tubuh ibu akan menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi menghambat rasa nyeri. Sama seperti berendam air hangat dapat meredakan sakit punggung, begitu juga melahirkan di dalam air hangat dipercaya dapat mengurangi rasa sakit. Ibu pun jadi tidak perlu menggunakan obat pereda rasa sakit, seperti epidural. Beberapa keuntungan lainnya dari metode ini adalah:

  • Ibu dapat menentukan posisi yang nyaman. Tubuh ibu akan terasa lebih ringan di dalam air bahkan dapat mengapung. Hal ini memudahkan ibu untuk bergerak dan mencari posisi yang nyaman untuk melahirkan. Tapi perlu diingat bahwa posisi lutut ibu harus lebih rendah daripada pinggul.
  • Ibu lebih rileks. Ketika masuk ke dalam air yang hangat, ibu dapat merasakan efek rileksasi yang melemaskan otot-otot di tubuh ibu. Ibu juga jadi bisa bernapas lebih teratur yang bermanfaat mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
  • Memudahkan Persalinan. Melahirkan di dalam air akan lebih mudah karena ada gaya gravitasi dalam air yang akan membantu ibu saat mengejan dalam posisi duduk atau berjongkok, sehingga persalinan dapat berjalan lebih cepat. Metode ini juga akan memudahkan ibu yang memiliki keterbatasan fisik untuk melahirkan.
  • Membantu ibu lebih berkonsentrasi. Berada di dalam air membuat wanita merasa mampu mengendalikan tubuhnya. Ibu juga dapat menciptakan suasana yang lebih private dengan meredupkan lampu dan menjaga ketenangan dalam ruangan agar ibu bisa berkonsentrasi melahirkan.


Risiko Water Birth
Seperti metode persalinan lainnya, water birth juga memiliki beberapa risiko. Ibu yang ingin mencoba metode ini perlu memahami risikonya:

  • Bayi Menghirup Air (aspirasi). Ada kecemasan bahwa bayi akan bernapas dalam air sehingga menghirup air ketika dilahirkan melalui proses water birth. Ibu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, karena bayi tidak langsung mengambil napas saat lahir. Selama masih di dalam air, bayi akan menerima oksigen dari tali pusar dan belum bernapas. Bayi baru akan bernapas ketika ia terkena udara atau sampai tali pusarnya dipotong. Namun, jika terjadi masalah pada tali pusar bayi, sehingga menyebabkannya terlalu lama berada di dalam air, bisa jadi bayi mengambil napas pertamanya di dalam air.
  • Radang paru-paru atau pneumonia. Risiko lainnya yang bisa saja terjadi pada bayi karena proses water birth adalah penyakit radang paru paru atau pneumonia aspirasi. Penyebab penyakit ini adalah bakteri dalam kolam, kontaminasi tinja atau sindrom aspirasi mekonium, yang bisa berkembang dalam 24-48 jam pertama. Untuk mencegah penyakit ini, sterilisasi air untuk melahirkan harus dijaga agar berada pada suhu 36-37 derajat celcius dan segera angkat bayi setelah lahir.
  • Infeksi. Ibu bisa saja mengeluarkan kotoran ketika sedang mengejan. Tidak perlu malu karena hal tersebut sangat normal. Tapi, air yang sudah terkontaminasi kotoran dapat meningkatkan risiko bayi terkena infeksi.
  • Sindrom Aspirasi Mekonium. Jika usus bayi telah melakukan gerakan pertama sebelum lahir dan bayi menghirup cairan ketuban yang terkontaminasi, maka bayi akan memiliki masalah pernapasan. Kondisi ini disebut juga sindrom aspirasi mekonium. Dokter atau bidan harus segera menolong bayi jika melihat air ketuban pecah dan bercampur dengan mekonium yang berwarna hijau, kental dan lengket untuk mencegah sindrom ini terjadi.
  • Kerusakan Tali Pusat. Mengangkat bayi setelah dilahirkan sangat penting dalam proses water birth. Namun, hal ini berisiko merusak tali pusat.

Sebaiknya ibu memilih dokter kandungan bersertifikasi untuk membicarakan kemungkinan untuk melahirkan dengan menggunakan metode water birth. Ibu juga dapat melakukan persalinan water birth di rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk metode persalinan tersebut.

Kini, ibu hamil bisa membicarakan tentang kondisi kesehatannya kepada dokter, tanpa perlu keluar rumah, melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan chat untuk berdiskusi dan meminta saran kesehatan kapan saja. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.