12 September 2018

Memar Karena Terjatuh, Kompres dengan Air Hangat atau Dingin?

Kompres memar, air hangat, air dingin, kompres air hangat, kompres air dingin

Halodoc, Jakarta - Setiap orang berisiko mengalami memar ketika berbenturan dengan benda keras selama berkegiatan. Bagian tubuh yang mengalami memar umumnya akan berwarna merah kebiruan, bengkak, dan juga terasa nyeri.

Penyembuhan memar yang dilakukan tubuh yaitu dengan cara memecahnya dan menyerap kembali darahnya. Jika sedang mengalami nyeri, memar dan bengkak pasti membuat tubuh sulit bergerak dan beraktivitas. Memaksakan diri untuk bergerak malah bisa memperparah keadaan tubuh kamu.

Nyeri merupakan keadaan yang sangat tidak menyenangkan untuk semua orang. Setiap orang akan berusaha meredakan rasa nyeri tersebut dengan berbagai cara. Cara yang paling umum yaitu dengan kompres dengan air hangat atau dingin untuk meredakan keluhan tersebut.

Kapankah saat yang pas untuk menggunakan kompres air hangat dan juga kompres air dingin? Kompres air hangat digunakan untuk meredakan nyeri otot atau sendi yang telah berlangsung lama atau kronik. Suhu hangat dapat memperlebar pembuluh darah, sehingga aliran darah dan suplai oksigen dapat lebih mudah mencapai daerah yang sakit. Hal tersebut membuat otot relaks dan mengurangi nyeri.

Suhu yang digunakan untuk mengompres dengan air hangat yaitu sekitar 40-50 derajat celsius. Kompreslah kurang dari 20 menit, terkecuali disarankan oleh dokter. Walau dapat digunakan untuk mengurangi nyeri, tetap perlu diperhatikan bahwa kompres air hangat tidak disarankan untuk luka memar baru atau kurang dari 48 jam.

Hal itu akan memperburuk kondisi luka akibat penumpukan cairan pada lokasi yang memar dan meningkatkan nyeri. Kompres air hangat juga tidak boleh digunakan pada luka terbuka dan memar yang masih terlihat bengkak.

Selain itu, kompres air dingin biasa dipakai untuk daerah yang memar. Kompres air dingin umumnya digunakan untuk memar yang telah terjadi pada 24-48 jam setelah terjadinya benturan. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya peradangan.

Hal ini dikarenakan kompres dengan air dingin dapat merangsang penyempitan darah dan memperlambat aliran darah pada memar. Pada daerah yang memar terjadi proses peradangan dan kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan sel-sel darah keluar dari pembuluh darah dan menyebabkan kulit berwarna merah kebiruan.

Usahakan suhu dingin tidak langsung menyentuh kulit, bungkuslah kompres dengan handuk. Kompres air dingin tidak boleh lebih dari 20 menit. Angkat kompres setelah 20 menit dan berikan jeda selama 10 menit sebelum kemudian mulai mengompres lagi.

Tidak disarankan pemakaian kompres air panas atau air dingin untuk yang mempunyai gangguan saraf perabaan. Orang yang mempunyai gangguan ini, tidak dapat merasakan apakah kompres terlalu dingin atau terlalu panas sehingga membahayakan kulit dan struktur di sekitarnya.

Selain itu, untuk mempercepat kesembuhan memar dan mengalami luka memar yang sulit hilang berarti kamu harus mengonsumsi banyak vitamin K.

Walau begitu, menurut penelitian, es batu justru memperlambat proses penyembuhan dan hanya mengurangi rasa sakit sementara waktu. Karena peradangan saat cedera yang menimbulkan rasa sakit merupakan langkah awal proses penyembuhan saat terjadi luka. Untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak karena cedera, peradangan perlu terjadi dan kompres dengan air dingin hanya mengganggu proses peradangan.

Jika kamu mempunyai memar yang tidak kunjung sembuh dan bingung kompres dengan air hangat atau dingin, ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Nikmati fitur Chat atau Voice/Video Call untuk berdiskusi dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Ayo, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Baca juga: