• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ruam pada Tubuh Anak Bisa Jadi Henoch-Schonlein Purpura

Ruam pada Tubuh Anak Bisa Jadi Henoch-Schonlein Purpura

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Apa ibu pernah mendengar penyakit pada Si Kecil bernama Henoch-Schonlein purpura? Henoch-Schonlein purpura

merupakan penyakit peradangan pembuluh darah pada kulit, sendi, usus, dan ginjal. Peradangan ini bisa menimbulkan ruam berwarna merah atau ungu pada kulit. Dalam kebanyakan kasus, biasanya ruam ini muncul pada tungkai bawah atau bokong. Jumlah ruamnya bisa hanya segelintir atau banyak.

Baca juga: Gigi Berlubang Bisa Menyebabkan Henoch Schonlein Purpura

Sebenarnya Henoch-Schonlein purpura cukup jarang terjadi. Sebagian besar kasusnya dialami oleh anak-anak di bawah 10 tahun. Penyakit ini diduga disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang dipicu oleh infeksi sebelumnya. 

Lantas, seperti apa sih gejala Henoch-Schonlein purpura? Benarkah ruam  pada tubuh anak bisa menandai gejala penyakit ini?

Gejala dan Penyebab Henoch-Schonlein Purpura

Henoch-Schonlein purpura bisa terjadi karena pembuluh darah mengalami peradangan (vaskulitis) sehingga perdarahan muncul di dalam kulit dan tampak seperti ruam merah atau keunguan, serta di usus dan ginjal. Penyebabnya diduga karena ada gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang dipicu oleh infeksi. Kebanyakan penyakit ini terjadi karena infeksi virus atau bakteri pada tenggorokan dan paru-paru. Pemicu lainnya bisa dari cacar air, radang tenggorokan, campak, dan hepatitis. Gangguan kekebalan tubuh terjadi akibat konsumsi makanan tertentu, obat-obatan, gigitan serangga, dan cuaca dingin.

Lantas, seperti apa sih gejala Henoch-Schonlein purpura? Umumnya pengidap Henoch-Schonlein purpura akan mengalami ruam (purpura), ruam yang muncul biasanya berwarna merah keunguan dan bisa terletak di beberapa area seperti punggung, pantat, kaki dan tangan, serta paha atas pada anak-anak kecil atau pergelangan kaki dan kaki bawah pada anak yang lebih besar. 

Selain itu, menurut National Institutes of Health dan sumber lainnya, ada pula gejala Henoch-Schonlein purpura lainnya yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Nyeri dan bengkak pada sendi, akibat peradangan, penderita merasakan sakit pada  sendi disertai pembengkakan, terutama pada lutut dan pergelangan kaki. Nyeri sendi kadang mendahului ruam 1 atau 2 hari, namun hilang dan tidak menyebabkan masalah kronis.
  • Gangguan pada ginjal: ditemukan sedikit darah dan protein pada urine karena ginjal terpengaruh oleh peradangan.
  • Sakit perut.
  • Nyeri sendi.
  • Urin tidak normal (mungkin tidak ada gejala).
  • Diare, terkadang berdarah.
  • Biduran atau angioedema.
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan dan nyeri pada skrotum anak laki-laki.
  • Sakit kepala. 

Baca juga: 6 Fakta yang Perlu Dipahami tentang Henoch-Schonlein Purpura

Nah, andaikan Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.  Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Bisa Berujung Komplikasi 

Sebaiknya jangan sekali-kali meremehkan Henoch-Schonlein purpura. Andaikan dibiarkan berlarut-larut, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius. Dalam banyak kasus, komplikasi umumnya terkait dengan fungsi ginjal. Contohnya urine mengandung protein, urine disertai darah, mata dan pergelangan kaki menjadi bengkak karena penumpukan cairan, atau hipertensi. 

Gangguan fungsi ginjal ini lebih sering terjadi pada orang dewasa ketimbang anak-anak. Yang perlu digarisbawahi, hal ini bisa mengakibatkan gagal ginjal. Selain itu, Henoch-Schonlein purpura juga bisa menimbulkan orchitis(pembengkakan dan nyeri pada testis) dan intususepsi (terlipat dan tersumbatnya usus).

Baca juga: Bagaimana Diagnosis Henoch Schonlein Purpura Dilakukan?

Cara Mengobati Henoch-Schonlein purpura

Henoch-Schonlein purpura yang masuk dalam kategori parah wajib dilakukan perawatan di rumah sakit. Bahkan, pasien harus melewati operasi jika penyakit ini telah membuat usus hampir pecah. Namun, kebanyakan kasus ini tidak menyebabkan masalah serius. Penyembuhan dapat diupayakan melalui istirahat di rumah serta obat-obatan untuk meredakan gejalanya.

Dokter memberikan beberapa obat antiradang seperti obat antiinflamasi nonsteroid untuk menekan demam dan nyeri sendi, serta obat kortikosteroid, misalnya prednisolone, untuk meredakan nyeri perut yang berat dan HSP pada ginjal.

Pasien yang mengidap penyakit ini biasanya sembuh dalam kurun waktu 6-8 minggu. Meski sudah pulih, pemeriksaan lanjutan tetap harus dilakukan untuk mencegah kerusakan organ tubuh yang lain. Pengamatan berkala perlu dilakukan selama 6 bulan dan dapat dihentikan jika tidak ada masalah lain yang timbul.

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. gA Vasculitis – Henoch-Schonlein Purpura.
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Henoch-Schönlein Purpura (HSP).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Henoch-Schönlein Purpura.