30 October 2018

Memar pada Tubuh Anak Bisa Jadi Henoch-Schonlein Purpura

Memar pada Tubuh Anak Bisa Jadi Henoch-Schonlein Purpura

Halodoc, Jakarta - Henoch-Schonlein purpura (HSP) adalah gangguan kesehatan yang biasa terjadi pada anak yang berusia 2 hingga 11 tahun. Penyakit ini terjadi saat muncul peradangan yang kemudian menyebabkan pembuluh darah di kulit, usus, ginjal, dan sendi mulai bocor. Gejala utama dari penyakit ini adalah ruam kemerahan atau bintik-bintik kemerahan pada kulit, beberapa orang melihatnya seperti memar. Henoch-Schonlein purpura adalah penyakit yang tidak menular dan bukan termasuk penyakit keturunan. Sebagian besar penderita penyakit ini dapat pulih dalam waktu beberapa minggu dengan pemberian obat, tetapi pada kasus yang cukup parah tindakan lebih lanjut akan dibutuhkan.

Penyebab Henoch-Schonlein Purpura

Henoch-Schonlein purpura bisa terjadi karena pembuluh darah mengalami peradangan (vaskulitis) sehingga perdarahan muncul di dalam kulit dan tampak seperti ruam merah atau keunguan, serta di usus dan ginjal. Penyebabnya diduga karena ada gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang dipicu oleh infeksi. Kebanyakan penyakit ini terjadi karena infeksi virus atau bakteri pada tenggorokan dan paru-paru. Pemicu lainnya bisa dari cacar air, radang tenggorokan, campak, dan hepatitis. Gangguan kekebalan tubuh terjadi akibat konsumsi makanan tertentu, obat-obatan, gigitan serangga, dan cuaca dingin.

Gejala Henoch–Schonlein Purpura

Berikut ini terdapat gejala-gejala umum dari Henoch–Schonlein purpura yang harus diwaspadai:

  • Ruam (purpura), ruam yang muncul biasanya berwarna merah keunguan dan bisa terletak di beberapa area seperti punggung, pantat, kaki dan tangan, serta paha atas pada anak-anak kecil atau pergelangan kaki dan kaki bawah pada anak yang lebih besar. Ruam ini terkadang terlihat memar, sehingga menjadi tanda-tanda klasik dan universal dari Henoch–Schonlein purpura.

  • Nyeri dan bengkak pada sendi, akibat peradangan, penderita merasakan sakit pada  sendi disertai pembengkakan, terutama pada lutut dan pergelangan kaki. Nyeri sendi kadang mendahului ruam 1 atau 2 hari, namun hilang dan tidak menyebabkan masalah kronis.

  • Gejala gastrointestinal: sakit perut, mual, muntah, atau terdapat darah pada feses. Kondisi ini dapat terjadi sebelum ruam muncul.

  • Gangguan pada ginjal: ditemukan sedikit darah dan protein pada urine karena ginjal terpengaruh oleh peradangan.

Pengobatan Henoch–Schonlein Purpura

Henoch-Schonlein purpura yang masuk dalam kategori parah wajib dilakukan perawatan di rumah sakit. Bahkan, pasien harus melewati operasi jika penyakit ini telah membuat usus hampir pecah. Namun, kebanyakan kasus ini tidak menyebabkan masalah serius. Penyembuhan dapat diupayakan melalui istirahat di rumah serta obat-obatan untuk meredakan gejalanya.

Dokter memberikan beberapa obat antiradang seperti obat antiinflamasi nonsteroid untuk menekan demam dan nyeri sendi, serta obat kortikosteroid, misalnya prednisolone, untuk meredakan nyeri perut yang berat dan HSP pada ginjal.

Pasien yang mengidap penyakit ini biasanya sembuh dalam kurun waktu 6-8 minggu. Meski sudah pulih, pemeriksaan lanjutan tetap harus dilakukan untuk mencegah kerusakan organ tubuh yang lain. Pengamatan berkala perlu dilakukan selama 6 bulan dan dapat dihentikan jika tidak ada masalah lain yang timbul.

Kini, ibu dapat membicarakan kondisi kesehatan bayi kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.  Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja untuk meminta saran kesehatan untuk si kecil. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: