Mengapa Seseorang Bisa Terkena Kaki Gajah?

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Kaki Gajah?

Halodoc, Jakarta – Kaki gajah dikenal juga sebagai elephantiasis atau filariasis limfatik disebabkan oleh cacing parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Kaki gajah bisa menyebabkan pembengkakan pada skrotum, kaki, atau payudara. Kaki gajah ini bisa dikatakan sebagai penyakit tropis terabaikan. Sebab, penyakit inu lebih sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis di dunia, seperti Afrika dan Asia Tenggara. 

Baca Juga: Pentingnya Cegah Kaki Gajah dengan Obat

Kaki adalah area yang paling sering terkena penyakit kaki gajah. Pembengkakan dan pembesaran bagian tubuh akibat kaki gajah dapat menyebabkan masalah rasa sakit dan mobilitas. Kulit kaki, skrotum, atau payudara yang terkena akan mengalami gejala seperti kering, tebal, ulserasi, warna yang lebih gelap dari biasanya dan muncul bintik-bintik. Beberapa orang mengalami gejala tambahan, seperti demam dan kedinginan.

Kaki gajah merupakan jenis penyakit yang berpeluang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Orang dengan kondisi ini juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi sekunder. Kaki gajah disebabkan oleh infeksi parasit yang diklasifikasikan sebagai nematoda (cacing gelang) dari keluarga Filarioidea. Ada 3 jenis cacing filaria penyebab kaki gajah yang bentuknya seperti benang:

  • Wuchereria bancrofti. 90 persen penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing jenis ini.

  • Brugia malayi. Jenis cacing penyebab kaki gajah terbanyak kedua.

  • Brugia timori. Cacing jenis ini lebih jarang ketimbang dua jenis cacing sebelumnya.

Bagaimana Cara Penyebaran Penyakit Ini?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, nyamuk adalah perantara dari penularan penyakit kaki gajah. Penularan kaki gajah dimulai ketika nyamuk terinfeksi larva cacing gelang ketika mereka mengambil makanan darah dari manusia yang terinfeksi. Nyamuk kemudian menggigit orang lain dan menyebarkan larva ke aliran darah orang tersebut. Akhirnya, larva cacing bermigrasi ke limfatik melalui aliran darah dan matang di sistem getah bening.

Baca Juga: Ketahui 3 Komplikasi Akibat Filariasis

Sarang cacing akan bersarang di pembuluh limfatik dan mengganggu fungsi normal sistem limfatik. Cacing dapat hidup selama sekitar 6–8 tahun dan selama masa hidupnya cacing akan menghasilkan jutaan mikrofilaria (larva imatur) yang bersirkulasi dalam darah.

Filariasis limfatik ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk misalnya oleh nyamuk Culex yang biasanya  tersebar luas di daerah perkotaan dan semi-perkotaan. Nyamuk anopheles yang umumnya ditemukan di daerah pedesaan dan Aedes yang habitat terbesarnya ada di Pasifik.

Pengobatan Kaki Gajah

Salah satu jenis obat-obatan yang sering diresepkan untuk mengobati kaki gajah adalah  diethylcarbamazine (DEC). Pengidap kaki gajah akan menerima obat ini dalam setahun sekali untuk membunuh cacing mikroskopis yang hidup pada aliran darah.

Cara lain untuk mengobati kaki gajah adalah dengan menggunakan DEC yang dikombinasikan dengan obat yang disebut ivermectin. Obat ini juga dikonsumsi setahun sekali dan kombinasi ini telah menunjukkan hasil jangka panjang yang lebih baik. Kalau kamu memiliki gejala kaki gajah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakannya:

  • Cuci dan keringkan area yang bengkak setiap hari.

  • Gunakan pelembab.

  • Periksa luka dan gunakan krim obat pada titik-titik yang sakit.

  • Berolahraga dan berjalan jika memungkinkan.

  • Jika lengan atau kaki bengkak, jaga agar posisinya tetap tinggi ketika berbaring atau duduk.

  • Kamu dapat membungkus bagian yang sakit dengan erat untuk mencegah agar tidak semakin parah, tapi sebaiknya periksakan ke dokter sebelum melakukan hal ini.

Baca Juga: Idap Kaki Gajah, Bisakah Sembuh Tanpa Minum Obat?

Terkadang, operasi mungkin diperlukan untuk menghilangkan tekanan di daerah yang sangat bengkak, seperti skrotum. Nah, kalau kamu memiliki pertanyaan lain seputar kaki gajah, tanyakan saja ke dokter Halodoc. Klik fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc aja. Ibu bisa hubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!