Minor atau Mayor, Mana Thalassemia yang Paling Parah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Minor atau Mayor, Mana Thalassemia yang Paling Parah?

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa banyaknya anak-anak yang mengidap thalassemia secara global? Data dari National Human Genome Research Institute, sekitar 100.000 bayi di seluruh dunia dilahirkan dengan bentuk thalassemia parah setiap tahun. Sangat banyak, bukan?

Sebelumnya, sudah tahu kan penyakit thalassemia? Thalassemia adalah kelainan darah yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk memproduksi hemoglobin. Nah, kondisi ini yang mengakibatkan anemia sehingga pengidapnya mudah lelah, mengantuk, hingga sesak napas.

Sebagian besar kasusnya, thalassemia sering terjadi pada orang-orang Italia, Yunani, Timur Tengah, Asia Selatan dan Afrika. Nah, thalassemia ini terdiri dari dua jenis, alfa dan beta (komponen penyusun utama molekul hemoglobin normal). Masing-masing dibagi lagi menjadi dua bentuk, mayor dan minor. Manakah yang lebih parah? Ini ulasannya.

Baca juga: Idiopathic Thrombocytopenic Purpura, Kelainan Darah Penyebab Memar

Thalassemia Mayor Sangat Serius

Thalassemia mayor atau Cooley's Anemia merupakan bentuk yang parah. Pengidap kelainan darah jenis ini membutuhkan transfusi darah rutin dan perawatan medis yang ekstensif. Mereka yang mengidap thalassemia mayor biasanya menunjukkan gejala dalam dua tahun pertama kehidupan. Seperti apa gejalanya?

Gejalanya beragam, pengidap jenis kelainan darah ini umumnya pucat, mudah lesu, dan memiliki selera makan yang buruk. Mereka tumbuh lambat dan sering mengembangkan penyakit kuning. Tanpa perawatan yang tepat, limpa, hati, dan jantung bisa membesar.

Nah, berikut ini bentuk thalassemia mayor berdasarkan jenisnya, yaitu:

1. Thalassemia Alfa Mayor

Jenis thalassemia ini biasanya terjadi pada bayi sejak masih dalam kandungan. Penyebabnya karena tidak ada atau kurangnya produksi protein dalam sel darah merah. Akibatnya, janin akan mengalami anemia yang cukup parah, kelainan jantung, hingga penimbunan cairan tubuh.

Oleh karena itu, janin yang didiagnosis mengalami thalassemia ini harus mendapatkan transfusi darah sejak dalam kandungan hingga ia lahir. Tujuannya jelas, untuk menghindari risiko kematian janin.

2. Thalassemia Beta Mayor

Jenis thalassemia ini bisa disebut yang paling parah. Setelah didiagnosis, pengidapnya diharuskan untuk melakukan transfusi darah secara rutin. Umumnya pada 1-2 tahun pertama kehidupan, pengidap jenis kelainan darah ini cenderung sering sakit. Inilah yang membuat pertumbuhan dan perkembangannya jadi terganggu.

Baca juga: Ini Perbedaan Kurang Darah & Darah Rendah

Mayor sudah, bagaimana dengan thalassemia minor?

Meski Ringan, Jangan Diremehkan

Mau tahu perbedaan thalassemia mayor dan minor? Singkatnya minor tidak separah mayor. Thalassemia minor kerusakan hemoglobin terjadi terbatas atau tidak parah. Hasilnya, anemia yang ditimbulkan umumnya ringan. Berikut ini pembagiannya:

1. Thalassemia Alfa Minor

Thalassemia ini banyak diidap oleh wanita, yang memiliki latar belakang penyakit anemia ringan. Jenis thalassemia ini termasuk ringan, karena umumnya tidak menyebabkan gangguan pada fungsi kesehatan tubuh.

Pengidapnya tidak selalu harus melakukan transfusi darah. Namun, mereka diharuskan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, kalsium, dan magnesium.

Baca juga: Biar Sehat, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Penambah Darah

2. Thalassemia Beta Minor

Hampir sama ringannya seperti thalassemia alfa minor. Pengidap beta minor diharuskan untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, kalsium, dan magnesium. Gejala yang dialami orang yang mengidap thalassemia ini sama seperti mereka yang menderita anemia ringan.

Hal yang perlu ditegaskan, meski thalassemia minor tidak separah mayor, orangtua tak boleh menganggap remeh kondisi ini. Thalasemia mayor tetap bisa menimbulkan beragam keluhan pada anak.

Si Kecil mengidap thalassemia atau gangguan darah lainnya? Ibu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Mudah, bukan?

Referensi:
IDIA. Diakses pada 2019. Mengenal Thalasemia
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Thalassemia
Medscape. Diakses pada 2019. Thalassemia Intermedia
NIH. Diakses pada 2019. National Human Genome Research Institute