18 September 2018

Mengenal Jenis-Jenis Kelainan Darah Thalassemia

thalassemia, penyakit kelainan darah, jenis kelainan darah, kelainan darah

Halodoc, Jakarta - Darah, dalam hal ini khususnya sel darah merah, merupakan salah satu komponen vital yang memiliki peranan penting dalam tubuh. Bicara soal sel darah merah, tahukah kamu tentang thalassemia? Penyakit kelainan darah yang menyerang sel darah merah ini banyak terjadi di berbagai belahan negara di dunia, termasuk Indonesia.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh kurangnya jumlah hemoglobin, sejenis metaloprotein dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, akibat adanya gangguan dalam proses pembentukan rantai sel darah karena kerusakan gen dalam tubuh. Artinya, ketika seseorang memiliki Thalassemia, salah satu komponen penting dalam hemoglobinnya telah hilang atau rusak.

Gen yang dibawa orangtua merupakan satu-satunya penyebab seseorang bisa mengalami thalassemia, karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan (genetik). Penyakit ini terjadi ketika salah satu atau kedua orangtua memiliki kelainan ini. Jika seseorang memiliki kedua orangtua yang menderita thalassemia, ia berpotensi menderita thalassemia mayor, yaitu jenis thalassemia yang cukup parah.

Jenis-Jenis Thalassemia

Gejala yang dialami pengidap thalassemia beragam, tergantung pada jenis thalassemia yang diderita. Ada yang memerlukan transfusi darah secara rutin, ada juga yang hanya memerlukan asupan nutrisi untuk darah yang cukup.

Pembagian jenis thalassemia ini dibedakan berdasarkan produksi jenis globin yang terganggu. Jika pengidap mengalami gangguan dalam produksi globin jenis alfa, ia mengalami thalassemia Alfa. Sementara jika pengidap mengalami gangguan pada produksi globin jenis beta, ia mengalami thalassemia Beta.

Thalassemia alfa dan beta itu kemudian terbagi lagi menjadi mayor, minor, dan intermediate, sesuai tingkat keparahannya, seperti berikut ini:

1. Thalassemia Alfa Mayor

Jenis thalassemia yang satu ini biasanya terjadi pada bayi sejak masih dalam kandungan dan disebabkan oleh tidak ada atau kurangnya produksi protein dalam sel darah merah. Akibatnya, janin akan mengalami anemia yang cukup parah, kelainan jantung, hingga penimbunan cairan tubuh.

Oleh karena itu, janin yang didiagnosis mengalami thalassemia ini harus mendapatkan transfusi darah sejak dalam kandungan hingga ia lahir. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari risiko lahir dalam keadaan mati.

2. Thalassemia Alfa Minor

Thalassemia ini banyak diderita oleh wanita, yang memiliki latar belakang penyakit anemia ringan. Jenis Thalassemia ini termasuk ringan, karena umumnya tidak akan menyebabkan gangguan pada fungsi kesehatan tubuh dan tidak mengharuskan untuk melakukan transfusi darah. Pengidap hanya perlu mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, kalsium, dan magnesium.

3. Thalassemia Beta Mayor

Selain thalassemia alfa mayor, thalassemia jenis ini juga dapat disebut sebagai yang paling parah. Setelah didiagnosis, pengidapnya diharuskan untuk melakukan transfusi darah secara rutin. Jika thalassemia jenis ini didiagnosis sejak lahir, 1-2 tahun pertama kehidupan, ia akan sering sakit. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangannya pun akan terganggu, imbas adanya hambatan dalam penyaluran zat gizi ke seluruh tubuh oleh darah.

4. Thalassemia Beta Intermediate

Seperti thalassemia beta mayor, pengidap thalassemia jenis ini juga perlu melakukan transfusi darah. Bedanya, transfusi hanya akan dilakukan sewaktu-waktu, ketika memang dibutuhkan saja.

5. Thalassemia Beta Minor

Hampir sama ringannya seperti thalassemia alfa minor, orang yang mengalami thalassemia ini juga hanya diharuskan untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, kalsium, dan magnesium. Gejala yang dialami orang yang menderita thalassemia ini sama seperti mereka yang menderita anemia ringan.

Itulah sedikit penjelasan mengenai penyakit kelainan darah thalassemia dan jenis-jenisnya. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar penyakit ini, kamu juga bisa tanyakan langsung pada dokter melalui fitur Chat atau Voice/Video Call di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya di Apps Store atau Google Play Store, dan dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online, kapan saja dan di mana saja!

Baca juga: