Mengidap Vertigo, Ini yang Akan Dialami Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
mengidap-vertigo-ini-yang-akan-dialami-tubuh-halodoc

Halodoc, Jakarta – Selama ini, vertigo dikenal sebagai kondisi sakit kepala yang menimbulkan sensasi seolah-olah lingkungan di sekitar kita berputar. Namun, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh saat alami vertigo? Penting untuk memahami vertigo lebih jauh di sini, agar kamu bisa tahu pengendalian dan penanganan yang tepat untuk penyakit tersebut. 

Orang yang mengalami vertigo akan merasakan sakit kepala yang berputar. Vertigo adalah gejala dari berbagai kondisi. Hal itu bisa terjadi ketika ada masalah pada telinga bagian dalam, otak, atau jalur saraf sensorik. Vertigo bisa terjadi pada usia berapa pun, tetapi lebih sering dialami oleh orang berusia 65 tahun ke atas. Vertigo juga bisa bersifat sementara atau jangka panjang. 

Apa Itu Vertigo?

Vertigo adalah sensasi pusing yang berputar, seolah-olah ruangan atau lingkungan disekitarnya berputar. Banyak orang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan rasa takut akan ketinggian, tetapi hal itu tidak benar. Vertigo memang dapat terjadi ketika seseorang melihat ke bawah dari atas ketinggian, tetapi biasanya lebih mengacu pada rasa pusing sementara atau berkelanjutan yang terjadi karena adanya masalah pada telinga bagian dalam atau otak.

Perlu diketahui bahwa vertigo bukanlah penyakit, tetapi sebuah gejala. Ada berbagai macam kondisi yang dapat menyebabkan vertigo.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Fakta Seputar Vertigo

Penyebab Vertigo

Penyebab vertigo umumnya adalah adanya masalah keseimbangan di telinga bagian dalam atau masalah dengan sistem saraf pusat (SSP). Berikut berbagai kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan vertigo:

  • Labirintitis 

Ini adalah peradangan pada labirin telinga bagian dalam yang disebabkan oleh infeksi.

  • Neuritis Vestibular 

Ini adalah peradangan pada saraf vestibular yang disebabkan oleh infeksi. Kondisi ini mirip dengan labirinitis, tetapi tidak memengaruhi pendengaran seseorang.

  • Cholesteatoma

Pertumbuhan kulit non-kanker ini berkembang di telinga bagian tengah yang biasanya disebabkan oleh infeksi berulang.

  • Penyakit Méniere

Penyakit ini menyebabkan penumpukan cairan di telinga bagian dalam yang dapat mengakibatkan serangan vertigo disertai dengan dengungan telinga dan gangguan pendengaran.

Vertigo juga dapat terjadi bila mengalami sakit kepala migrain, cedera kepala, sehabis menjalani operasi telinga, mengalami herpes zoster di dalam atau di sekitar telinga, otosklerosis, dan sipilis.

Vertigo juga adalah kondisi umum yang terjadi selama kehamilan. Hal ini karena perubahan hormon yang disebabkan oleh kehamilan memengaruhi karakteristik cairan dalam tubuh. Perubahan karakteristik cairan di telinga bagian dalam dapat menyebabkan gejala, salah satunya adalah vertigo.

Baca juga: 4 Kebiasaan yang Dapat Menjadi Faktor Penyebab Vertigo

Gejala Vertigo

Orang-orang yang mengalami vertigo seringkali menggambarkan sakit kepalanya, seperti diputar, digoyang-goyang, tidak seimbang, atau ditarik ke satu arah.

Selain itu, vertigo juga bisa disertai dengan gejala lainnya, seperti:

  • Masalah keseimbangan.

  • Pusing.

  • Rasa mabuk perjalanan.

  • Mual dan muntah.

  • Muncul dering di telinga yang disebut tinnitus.

  • Perasaan penuh di telinga.

  • Sakit kepala.

  • Nistagmus, yaitu kondisi di mana mata bergerak tidak terkendali, biasanya dari sisi ke sisi.

Gejala-gejala tersebut bisa bertahan selama beberapa menit sampai beberapa jam, dan bisa datang dan pergi. Bila kamu mengalami gejala-gejala vertigo di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: Cara Mengobati & Mengenali Penyebab Vertigo

Itulah hal-hal yang akan dialami tubuh saat mengalami vertigo. Untuk melakukan pemeriksaan, sekarang kamu sudah bisa membuat janji langsung dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything you need to know about vertigo.
WebMD. Diakses pada 2019. Vertigo.