Benarkah Menoragia Bisa Disebabkan Alat Kontrasepsi IUD?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Menoragia Bisa Disebabkan Alat Kontrasepsi IUD?

Halodoc, Jakarta – Menoragia adalah kondisi keluarnya darah secara berlebihan saat menstruasi. Pada kondisi normal, jumlah rata-rata yang dikeluarkan sekitar 30-40 mililiter. Pada wanita pengidap menoragia, kuantitas darah yang dikeluarkan mencapai 60-80 mililiter. Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Benarkah penggunaan alat kontrasepsi IUD menjadi penyebabnya? Ketahui faktanya di sini.

Baca Juga: Harus Tahu, Masalah Menstruasi yang Enggak Boleh Diabaikan

Benar, Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Bisa Sebabkan Menoragia

IUD adalah alat kontrasepsi berbentuk T yang dipasang di dalam rahim. Kamu bisa menggunakan IUD yang dilapisi tembaga. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.

Hal yang perlu diketahui adalah penggunaan IUD yang dilapisi tembaga berpotensi menyebabkan perdarahan lebih parah dibanding biasanya. Sedangkan, IUD hormonal digunakan untuk mengatasi perdarahan berlebih saat menstruasi. Berikut ini penyebab menoragia selain penggunaan alat kontrasepsi IUD:

  • Efek samping konsumsi obat, seperti obat antiradang, hormon, dan antikoagulan.

  • Masalah medis tertentu. Di antaranya meliputi radang panggul, fibroid rahim, sindrom ovarium polikistik, endometriosis, adenomiosis, hipotiroidisme, polip rahim, gangguan pada ovarium, gangguan pembekuan darah, dan kanker.

Baca Juga: Remaja Alami Menoragia, Begini Cara Menanganinya

Cara Diagnosis dan Pengobatan Menoragia

Gejala menoragia berupa perdarahan berlebih, nyeri haid, anemia, merasa lemas, dan napas pendek. Meski bukan penyakit serius, menoragia mengganggu kesehatan pengidapnya, baik dari segi emosi, psikis, maupun sosial.

Maka itu, kamu dianjurkan untuk segera berbicara dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Beberapa tes yang dilakukan untuk diagnosis menoragia antara lain, pemeriksaan area panggul bagian dalam, pemeriksaan darah, pap smear, biopsi, USG rahim, sonohysterography (SIS), dan histeroskopi.

Setelah diagnosis ditetapkan, pengobatan dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi dan meningkatkan kualitas hidup pengidapnya. Berikut ini pengobatan yang bisa menjadi pilihan pengidap menoragia:

1. Konsumsi Obat

Jenis obat yang dikonsumsi antara lain, tablet asam traneksamat, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), pil kontrasepsi kombinasi, progestin suntik dan norethisterone, serta analog GnRH-a.

2. Operasi

Dilakukan jika menoragia tidak bisa ditangani dengan konsumsi obat-obatan. Jenis operasi yang dilakukan untuk mengatasi menoragia, antara lain:

  • Dilatasi dan kuretase. Dokter melakukan dilatasi (pembukaan) pada rahim dan kuretase (pengerokan) dinding dalam rahim untuk mengurangi perdarahan saat menstruasi. Tindakan ini bisa dilakukan kembali jika menoragia kambuh.

  • Embolisasi arteri rahim, bertujuan untuk menangani menoragia yang disebabkan karena fibroid.

  • Miomektomi alias pengangkatan fibroid melalui proses pembedahan.

  • Reseksi endometrium untuk mengangkat endometrium (dinding dalam uterus) menggunakan kawat panas. Setelah prosedur ini, pengidap menoragia tidak diperbolehkan hamil.

  • Ablasi endometrium. Dilakukan dengan cara menghancurkan lapisan endometrium secara permanen, baik melalui laser, radiofrekuensi (RF), atau pemanasan.

  • Histerektomi, pilihan terakhir untuk mengatasi menoragia. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat rahim, sehingga pengidap tidak bisa memiliki anak lagi setelahnya.

Baca Juga: Waspada 6 Penyakit Berbahaya yang Ditandai dengan Menoragia

Itulah fakta penyebab menoragia yang perlu diketahui. Kalau kamu punya keluhan haid berlebihan, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor. Kamu bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!