Menstruasi Tidak Teratur, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Menstruasi Tidak Teratur, Apa yang Harus Dilakukan?

Halodoc, Jakarta - Pada kondisi normal, menstruasi berlangsung secara teratur setiap bulannya. Tanggalnya dapat berbeda tiap bulan, tetapi bagi mereka yang tidak hamil, menstruasi tidak terlewatkan tiap bulannya. Namun, bisa saja seorang wanita mengalami menstruasi tidak teratur seperti dua bulan sekali atau bahkan lebih. Kondisi ini kerap membuat wanita panik, apakah hal ini normal atau mungkinkah ini merupakan sebuah pertanda awal dari penyakit tertentu.

Baca Juga: Wanita Perlu Tahu, Ini 2 Jenis Gangguan Menstruasi

Faktanya, menstruasi yang tidak teratur memang menandakan bahwa kamu memiliki hormon yang tidak stabil. Siklus haid yang tidak stabil memang wajar bagi remaja, namun tidak bagi kamu yang sudah berusia matang atau menjalani program untuk bisa hamil. Jika lama menstruasi lebih dari 31-35 hari atau jangka waktu kurang dari dua minggu antara periode haid pertama dengan periode haid kedua, ada kemungkinan darah yang keluar bukanlah darah menstruasi.

Sementara itu, jika haid tidak terjadi selama tiga bulan, diduga kamu mengalami amenorrhea, perimenopause atau menopause. Kebanyakan kasus yang dialami wanita usia subur adalah amenorrhea, yakni kondisi yang bisa muncul akibat penyakit, stres yang berlebihan, olahraga terlalu berat, atau turunnya berat badan terlalu drastis.

Kiat Mengatasi Menstruasi Tidak Teratur

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, antara lain:

  • Mengobati Penyakit yang Menjadi Penyebabnya

Langkah utama untuk mengatasi menstruasi yang tidak teratur ini adalah dengan mengobati penyakit yang mendasarinya.  Jika siklus haid kamu tidak teratur secara berkepanjangan, jangan ragu untuk segera mengeceknya ke dokter. Dokter akan melakukan serangkaian langkah diagnosis seperti tes darah dan lain-lain untuk memastikan apakah kamu memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau terdapat gangguan pada kelenjar tiroid.

Wanita yang mengidap PCOS bisa diberikan pil KB atau hormon lain untuk memicu haid agar lebih teratur. Sementara itu, jika kamu diketahui mengalami hipotiroidisme maka kamu dapat diobati dengan suplementasi hormon tiroid. Namun, jika penyebabnya dari kondisi organ reproduksi, maka langkah pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Operasi pengangkatan polip atau fibroid rahim.

  • Embolisasi arteri uterus, suatu prosedur untuk memblokir aliran darah ke rahim.

  • Endometrium ablasi, prosedur untuk membakar pembuluh darah di lapisan endometrium rahim.

  • Histerektomi.

Baca Juga: Fitrop Hamil Setelah 5 Tahun Menikah, Kenali 5 Tanda PCOS

  • Mengubah Gaya Hidup

Karena bisa terjadi akibat stres atau olahraga berlebihan, maka perubahan gaya hidup harus dilakukan. Kamu bisa mengurangi frekuensi dan intensitas latihan atau melakukan aktivitas menyenangkan agar menghindarkan kamu dari stres. Teknik relaksasi dan konseling (berbicara dengan terapis) mungkin juga dapat membantu. Sementara itu, jika kamu memiliki berat badan berlebih, maka wajib untuk mengurangi berat badan tersebut dengan cara yang sehat. Berat badan berlebih dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk ovulasi, sehingga dapat memengaruhi siklus menstruasi.

  • Mengganti Jenis KB

Apabila menstruasi tidak teratur setelah tiga bulan pemakaian KB hormonal (IUD/pil KB), maka dokter dapat merekomendasikan untuk menggunakan jenis kontrasepsi lainnya. Maka dari itu, penting untuk meneliti label kemasan yang menyertai IUD untuk mempelajari lebih lanjut tentang efek sampingnya. Sementara itu, jika pil kontrasepsi yang menyebabkan hal ini, maka dokter menyarankan untuk mengubah pil KB yang digunakan.

Baca Juga: Tips Memilih Kontrasepsi untuk Wanita

Itulah kiat mengatasi menstruasi tidak teratur yang bisa kamu lakukan. Jika kondisi ini terjadi padamu sementara kamu tengah merencanakan kehamilan, segera periksakan diri ke dokter kandungan. Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!