Mitos atau Fakta, Obesitas Bisa Terjadi karena Genetik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
mitos-atau-fakta-obesitas-bisa-terjadi-karena-genetik-halodoc

Halodoc, Jakarta – Obesitas atau berat badan berlebih adalah kondisi yang umum terjadi di zaman serba praktis seperti sekarang ini. Munculnya berbagai macam makanan berkalori tinggi kekinian, ditambah lagi dengan adanya ojek online yang menawarkan jasa pengantaran makanan, membuat gaya hidup masyarakat sekarang menjadi tidak sehat, dan rentan mengalami obesitas.

Selama ini, banyak orang hanya tahu bahwa penyebab obesitas adalah konsumsi makanan berkalori tinggi yang banyak tanpa diimbangi olahraga. Namun, faktor genetik disebut-sebut juga berpengaruh terhadap terjadinya obesitas. Benarkah demikian? Yuk, cek faktanya di bawah ini.

Baca juga: Demam Boba, Awas Bahaya Gula

Mengenal Lebih Dekat Obesitas

Obesitas adalah kondisi kronis yang terjadi akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat berlebihan. Bukan hanya masalah kecantikan, tetapi obesitas juga adalah masalah medis yang dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu.

Ada banyak alasan mengapa beberapa orang sulit terhindar dari obesitas. Biasanya, obesitas merupakan hasil dari kombinasi faktor-faktor bawaan dengan lingkungan, gaya hidup, dan kebiasaan olahraga. Karena itu, untuk mengatasi obesitas, pengidap perlu menjalani perubahan pola makan atau berdiet, menambah aktivitas fisik, dan mengubah gaya hidup tidak sehat agar berat badan bisa berkurang. Obat-obatan dan prosedur penurunan berat badan adalah pilihan tambahan untuk mengatasi obesitas.

Penyebab Obesitas

Pada dasarnya, obesitas terjadi ketika jumlah kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan aktivitas normal sehari-hari. Akibatnya, tubuh akan menyimpan kalori berlebih ini sebagai lemak. Kebanyakan orang Indonesia seringkali mendapatkan asupan kalori yang tinggi dari makanan cepat saji dan minuman manis.

Genetik Merupakan Salah Satu Faktor Obesitas

Genetik sebagai hal yang diturunkan dalam keluarga ternyata juga berpengaruh terhadap kondisi obesitas yang dialami seseorang. Gen yang kamu warisi dari orangtua dapat memengaruhi jumlah lemak tubuh yang kamu simpan dan di mana lemak tersebut didistribusikan. Genetika juga berperan dalam seberapa efisien tubuh kamu mengubah makanan menjadi energi, bagaimana tubuhmu mengatur nafsu makan, dan bagaimana tubuhmu membakar kalori selama berolahraga.

Itulah mengapa obesitas cenderung menyebar dalam satu keluarga. Bukan hanya karena berbagi gen yang sama saja, tetapi para anggota dalam sebuah keluarga biasanya juga memiliki kebiasaan makan dan aktivitas yang tidak jauh berbeda.

Baca juga: Anak yang Gemuk Berisiko Obesitas saat Dewasa

Faktor Risiko Obesitas Lainnya

Meskipun genetik menyumbangkan pengaruhnya tersendiri, tetapi obesitas biasanya merupakan hasil gabungan dari faktor genetik dan faktor-faktor lainnya. Berikut beberapa faktor risiko obesitas lainnya:

  • Pilihan Gaya Hidup

Gaya hidup tidak sehat merupakan faktor penyebab paling umum dari obesitas yang dialami banyak orang. Berikut gaya hidup yang dapat menyebabkan obesitas:

    • Pola makan yang tidak sehat, seperti banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi, kurang mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, banyak menyantap makanan cepat saji dan sarat dengan minuman berkalori tinggi dan dalam porsi besar. Semua hal tersebut berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

    • Minuman Berkalori. Seseorang bisa mendapatkan asupan kalori yang tinggi tanpa membuatnya merasa kenyang. Hal ini karena minuman seperti alkohol dan minuman ringan bergula tinggi memiliki kalori yang tinggi pula.

    • Tidak aktif bergerak. Bila kamu termasuk orang yang malas bergerak, kamu dapat dengan mudah mengalami obesitas. Hal ini karena tidak adanya aktivitas fisik atau olahraga yang cukup untuk membakar kalori yang sudah kamu konsumsi.

Baca juga: Cara Tepat Menikmati Alkohol Tanpa Tambah Berat Badan

  • Mengidap Penyakit atau Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Pada beberapa orang, obesitas bisa disebabkan oleh adanya penyakit tertentu, seperti pada pengidap sindrom Prader-Willi, sindrom Cushing, dan lain-lain. Masalah medis seperti radang sendi juga dapat menyebabkan penurunan aktivitas yang berujung pada penambahan berat badan.

Beberapa obat-obatan juga dapat meningkatkan berat badan bila kamu tidak mengimbanginya dengan diet atau berolahraga. Obat-obatan tersebut, antara lain antidepresan, obat anti-kejang, obat diabetes, dan obat antipsikotik.

  • Usia

Obesitas sebenarnya bisa terjadi pada usia berapa saja, bahkan pada anak-anak. Namun seiring bertambahnya usia, risiko obesitas akan meningkat akibat perubahan hormon dan gaya hidup yang kurang aktif. 

Jadi, benar bahwa obesitas dapat terjadi karena faktor genetik. Meski demikian, kamu masih bisa menjaga berat badan ideal dengan menerapkan pola hidup sehat. Bila ingin berdiskusi mengenai cara diet yang baik bagi kamu yang memiliki gen obesitas, hubungi saja dokter gizi di Halodoc. Hubungi dokter Halodoc untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Obesity.